Pengalaman Vaksin di Rumah Vaksinasi Cibiru, Bandung

Halo-halo, gimana kabar semua? Sehat kan? Kali ini Momi mau berbagi pengalaman nih, khusus bagi mamak-mamak yang punya bayi piyik kayak Ilya. Berawal dari kebingungan sebagai ibu baru tanpa ibu, yang mengurusi segala kebutuhan anak sendirian. Momi sempet kebingungan sama yang namanya Vaksin, seperti baca tabel vaksin yang bener kayak gimana, vaksin apa aja yang wajib dan engga, berapa kali vaksin dan lain-lain. Semua berawal dari Ilya yang lahir prematur, 32 weeks dengan berat 2.065 gram. Sempat di rawat NICU 5 hari dilanjut Perina 10 hari, Momi gak kepikiran sama sekali tentang vaksin. Berat Ilya sempet terjun bebas ke angka 1.600 gram, dari RS diberat 1.700 gram. Fokus Momi cuma kenambah berat badan. Sampai akhirnya pas kontrol kedua, dokter berpesan “Ibu, anaknya belum bisa vaksin, soalnya BB-nya kurang. Semoga minggu depan BB-nya cepet ya naiknya, kita kejar vaksinnya” dari situ Momi mulai berfikir, ternyata vaksin ada kadaluarsanya ya. Maksudnya, ada vaksin yang hanya bisa diberikan ketika bayi usia tertentu, dan kalau terlewat nanti harus dilakukan serangkaian test karena takutnya vaksinnya jadi tidak bekerja dengan efektif. Bener ya, sebagai seorang ibu kita ini harus banyak belajar. Setelah melahirkan ada banyak hal yang harus dilakukan lagi selain ngurusin bayi. Dan jujur, jadi ibu tanpa ibu itu berat, biar aku saja.

Akhirnya setelah drama kejar-kejaran antara BB dan jadwal vaksin. Alhamdulillah, masih kekejar sampai akhirnya vaksin DPT 2 kemarin. Niatnya mau vaksin sambil kontrol perkembangan Ilya, ternyata dokternya ada seminar dan gak buka praktek pas Sabtu lalu. Momi bingung karena Ilya kan tiap hari nambah usianya. Khawatir vaksinnya telat, karena vaksin itu harus terjadwal. Catat ya! Sebagai mamak perhitungan, Momi gamau kalau harus kontrol ke dokter anak yang lain, nanti hasilnya suka beda, ujung-ujungnya harus kontrol lagi. Kan males ya. Berbekal hasil googling sebelumnya, Momi memutuskan untuk nyobain vaksin di Rumah Vaksin Bandung. Sebenernya bisa kok vaksin di Puskesmas, cuma Momi gak punya waktu ke Puskesmasnya. Kalau gak salah vaksin di Puskesmas itu gratis untuk yang wajibnya. Bisa juga di Bidan, tapi Momi lebih percaya dokter dari pada Bidan. Hehe.

Jadi, apa sih Rumah Vaksin itu?

Rumah vaksin itu adalah tempat yang menyediakan vaksin bagi anak dan dewasa didirikan oleh dr. Piprim Basarah Yunuarso, Sp.A(K) dengan tujuan menekan harga vaksin sehingga dapat dijangkau oleh semua orang. Rumah Vaksin mengklaim biaya vaksinnya lebih murah 30% dibandingkan vaksin di RS.

Awalnya Momi penasarankan dengan harganya yang semurah apa. Ternyata klaimnya itu berdasarkan perhitungan harga vaksin tanpa biaya dokter dan administrasi lainnya. Hanya tok’ harga vaksin saja, biaya dokter sudah include. Untuk harga vaksin sebenarnya sama dengan vaksin di RS, namun di Rumah Vaksin ini tidak ada biaya jasa dokter yang kalau di RS bisa mencapai Rp 180.000-220.000. Lumayan kan. Atas pertimbangan itulah Momi memutuskan untuk vaksin di sini.

Rumah Vaksin Cibiru kita pilih karena pada saat itu, Papi G ada acara kantor di Site Gede Bage. Lokasi Rumah Vaksin Cibiru ini ada di komplek Panyileukan Blok C10 No.1. Tempatnya nyaman, jangan bayangkan tempat seperti klinik praktek dokter. Tidak. Rumah Vaksin ini beneran Rumah, yang sepertinya pemiliknya dokter. Prakteknya hanya di satu ruangan khusus gitu. Awalnya Momi pikir Rumah Vaksin ini kayak klinik kecil gitu, ternyata literally Rumah. 😂 iya, rumah yang dipake dokter praktek. Tapi, jangan khawatir. Tempatnya enak dan ada ruang tunggunya. Kita juga bisa ikut ganti diapers di ruang tamu. Pemilik rumahnyapun ramah sekali, dokternya juga. Jadi berasa lagi namu di rumah orang. Hihi.

Di ruang prakteknya ada timbangan dan tempat tidur bayi buat vaksin. Ibu dokternya sangat baik banget, hangat, keibuan sekali. Seneng lihatnya.

Proses dilakukan dengan cepat, bu dokternya sabar dan santai banget. Kebetulan sebelum vaksin Ilya nangis kejer, bu dokter bilang “yaudah gapapa, nen dulu aja. Tunggu agak tenang”, setelah agak reda nangisnya, langsung deh di njus sama bu dokternya. Ilya nangis, tapi dia ini setiap abis vaksin nangisnya gak pernah lama. Aneh. Hehe.

Oiya, untuk pembayarannya hanya cash, gak ada mesin edc di sana. Tapi kalau kelupaan bawa cash, bisa transfer. Kata bu dokter juga “gampanglah, transfer aja” memudahkan yaa..

Informasi

Rumah Vaksin Bandung ini ada di dua tempat. Pasteur dan Cibiru, ujung keujung.

1. Rumah Vaksin Pasteur

Jl. Gemi no.11A (dr. Intan)

WA : +62 811-233-713

IG :  @rumahvaksinasi_pasteur

2. Rumah vaksin Cibiru

Komplek Bumi Panyileukan blok C10 no.1 (depan TK Dwi Lestari)

(dr. Riza Arlinda)

WA : +62 815-9678-718

IG :

@rumahvaksinasicibiru

Jam bukanya dari jam 09.00-12.00, hari Sabtu. Buka dari Senin-Minggu.

Daftar harga!

Daftar harga bulan September 2018

Begitulah pengalaman Ilya vaksin di Rumah Vaksin Cibiru, bagi mamak-mamak pintar seperti kita, Rumah Vaksin Cibiru ini bisa jadi pilihan untuk memenuhi hak kesehatan anak. Selain vaksin anak, ada vaksin dewasa juga lho.. Yuk jangan lupa vaksin!

Best regards,

Mami Kippo!

Petani Newbie: Menanam Cabe (Part.1)

Semenjak sering nonton video tentang tanam menanam dan follow @petanirasional di twitter, rasanya kok ya jadi petani itu kasihan ya. Pasalnya, saat harga cabe mahal banyak ibu-ibu demo pemerintah bilang turunkan harga sembako, sedangkan ketika harga cabe murah kok ya adem ayem aja, padahal petani pada menjerit. Salah satunya @petanirasional itu sendiri. Sedih juga ya kalau lihat harga cabe di petani itu dihargai cuma Rp 6.000/kg, sedangkan sampai ke konsumen bisa Rp 25.000/kg, rantai distribusi yang panjang yang bikin harga cabe jadi mahal ketika sampai ke tangan konsumen. Tapi bukan hal ini yang mau dibahas, karena itu ranahnya @petanirasional, kalian kalau penasaran kenapa bisa seperti itu dan kenapa petani menjerit semuanya dibahas tuntassss sama @petanirasional, go check his tweet! Hitung-hitung belajar menghargai petani dan jangan suka ngeluh apalagi sampai demo buang-buang waktu, tenaga dan uang kalau harga pangan mahal. Semua ada alasannya.

Lalu yang mau dibahas pada sesi ini apa? Ketertarikan Momi untuk mulai menanam cabe. Momi ini suka banget makan pedes, cabe rawit domba itu harus aja selalu ada di kulkas. Entah buat dibikin sambel, garnish, atau makan mie instan rebus sekalipun rasanya gak pernah salah. Karena sekarang lagi hobi banget masak jadinya sering belanja di pasar sampai hapal harga-harga. Yang paling hapal ya si cabe rawit domba/merah ini. Dulu selalu mengira harganya diatas Rp 12.000 seperempat, ternyata harga wajar itu ya dibawah Rp 10.000 seperempat. Lalu sering juga kan baca tweet-nya @petanirasional hingga tersentil dengan kalimat “Harga cabai sekarang murah, siap-siap saja musim penghujan tiba, harga cabai bisa melambung, lebih baik mulai menanam cabai sendiri sekarang dari pada nanti pada ngeluh harga mahal.” kurang lebih seperti itu. Yang intinya mengajak kita menanam cabe sendiri daripada nanti ngeluh harga cabe mahal, gitu.

Yhaaaaa ugaaa yaa.. kenapa gak nanam sendiri aja?

Kebetulan, awal menikah lalu sempat mengontrak rumah di Arcamanik. Rumahnya rimbun sekali, banyak pohon dan pot-pot bunga. Yang menarik ada satu pot yang isinya pohon cabe rawit merah. Berbuah ketika sedang musim. Karena pengalaman singkat dan didukung dengan baca tweet-nya @petanirasional itulah semakin membuat Momi pengen belajar menanam. Ya tanam apa ajaa… pengennya bikin kebun sendiri, di rumah. Jadi gak perlu beli lagi kalau mau masak-masak. Tapi, karena belum cukup ilmu sampai sana akhirnya Momi memutuskan buat nanam cabe dulu aja deh, kayaknya cocok buat petani newbie macam Momi ini. Haha.

Oiya, kalau mau tahu cara namam cabe atau menanam apapun bisa cek timelinenya @petanirasional, semua dibahas dari awal sampai akhir, ada channel youtubenya juga, sekalian lihat aja keluh kesah beliau dalam mengkritik pemerintah dari mata seorang petani, biar ada sudut pandang lain, gak asal kritik.

Jadilah minggu lalu ke Cihideung, karena memang udah niat banget kan mau beli tanah Lembang, bibit dll. Ternyata, kalau di Cihideung itu kebanyakan jual bunga, kalau bibit yang masih biji itu salah tempat!! Akhirnya pulang cuma beli 2 sak tanah Lembang dan pohon cabe keriting. Semuanya cuma Rp 30.000, murah yaaa.. abis dari Cihideung, karena waktu masih pagi kita memutuskan lanjut ke toko Tani Sugih, di Lengkong. And you know what? Di sini tuh lengkap bangeeett… cari apa juga ada, tapi yang berhubungan sama pertanian yaa.. dan harganya lebih murah, lebih dekat pula gak perlu ke Cihideung. Akhirnya Momi beli bibit cabe rawit merah, NPK dan pupuk.

Di rumah sudah ada pot, kirain potnya besar ternyata kecil sekali. Pas buat pohon cabe yang kecil itu. Tahu gitu kan beli yang lebih gede yaaa.

Dan beginilah penampakan tanaman cabe pertama Momi. Kegiatan sekarang selain mengurus anak bayi, Momi bisa buang bosan dengan menanam cabe! Semoga berhasil yaa!! Deg-degan banget nih mau jadi petani newbie. Haha.

Pohon cabe
Penampakan cabe keriting hijau

Nantikan cerita selanjutnya ya dari Petani Newbie!

Azalea, Rangkaian Perawatan Rambut Berhijab. [#reviewcantik]

Pernah gak sih ngerasa sebel sama rambut rontok dan kadang suka nyalahin hijab? Padahal dulu pas sebelum berhijab rambut oke-oke aja? Hey, ukhti! Janganlah kau menyalahkan hijab atas apa yang kau perbuat. (Ngomong sama diri sendiri). Yhaa itu sih karena mungkin aja kamu gak perawatan rambut atau mungkin salah shampoo? Yha, bisa jadi. Semenjak memutuskan untuk berhijab 4 tahun lalu, Momi sudah mulai jarang melakukan perawatan rambut, padahal kalau dulu sering banget tuh perawatan, pake masker rambut, creambath dan kegiatan merawat rambut lainnya, kok ya sekarang rasanya malas banget ya? Mungkin karena sudah pakai hijab dan rambut cuma dilihat suami kali ya makanya malas merawat rambut. Tapi ternyata pola pikir seperti itu salah besaaar! No no Momi, ingat! Mau memakai hijabpun, rambut tetaplah mahkota wanita, masa suami pulang kerja disuguhi dengan rambut rusak, ngembang kayak singa? Apalagi kalau udah rontok dimana-mana? Bisa-bisa gak dielus manjha nih sama Papi G. Aduh, gawat!

Ngomong-ngomong soal rambut rontok, semenjak melahirkan Momi mengalami rambut rontok atau yang biasa disebut postpartum hair loss tapi sebenernya memang dari sebelum melahirkan sudah rontok sih, diperparah dengan postpartum hair loss ini. Lengkap sudahkan? Stress lah Momi, rambutku sudah tak seindah dulu.

Beruntungnya, minggu lalu diajakin teman buat datang ke acara gathering Blogger Muslimah Bdg X Azalea, ceritanya ada di sini. Azalea yang merupakan sister brand Natur ini tak lupa menghadiahi yang hadir dengan goodie bag yang berisi Shampoo, Hair and Body Mist dan Masker Rambut Natur. Azalea hadir sebagai jawaban atas permasalahan rambut rontok Momi. Selama seminggu ini, Momi langsung coba produk Azalea.

Azalea with her sister brand

Inspirasi Azalea.

• Shampoo Azalea

Dimulai dari keramas menggunakan shampoo ini, dari awal dibuka Momi udah suka banget sama wanginya. Serius deh, seger banget bikin relaks.

Warnanya mirip sama kakaknya, Natur.

Busa yang dihasilkan memang gak terlalu banyak ya, tapi dari penjelasan Teh Sarah kemarin justru shampoo yang busanya banyak itu yang jelek, bisa mencemari bumi. Oh my.. Semenjak tahu hal itu, Momi mulai berusaha nyari produk yang tidak banyak sabunnya. Busa sedikit ini sebenernya gak jadi masalah buat Momi, hanya belum terbiasa aja. Setelah bilas, Momi gak langsung sisir ya! Karena kegiatan menyisir ketika rambut masih basah itu malah bikin rambut makin rontok. Dikeringkan alami aja sambil mandiin Ilya. Pas udah mau kering, Momi baru sisir. Udah degdegan ya beneran ngaruh gak ya shampoonya, ternyata ngaruh doong! Biasanya Momi kalau sisiran suka rontok banyaaak banget, sekarang mulai berkurang. Padahal baru coba sekali. Amazing!! Kandungan minyak zaitun dan ekstrak ginseng ini yang membantu merawat kekuatan akar rambut dan menjaga kesegaran rambut berhijab.

Karena jatuh cinta sejak percobaan pertama, Momi langsung mengganti shampoo di rumah dengan Azalea. Beberapa kali pergi ke luar seharian, rambut tetap segar walau kepanasan dan berhijab. Ternyata selain ada kandungan minyak zaitun dan ekstrak ginseng, Azalea juga memiliki cooling sensation sehingga memberikan sensasi dingin sepanjang hari dan mengurangi rasa gatal. Rambut rontokpun semakin berkurang. Semakin dipakai semakin jatuh cinta, seriusan deh..

Hari ketiga pakai, rambut jadi makin lembut, wangi dan gak lepek lagi. Sempet under estimate, tapi semua keraguan dibayar kontan sama Azalea! Serius banget Momi makin jatuh cinta..

Kandungan didalamnya:

Morus alba extract, Thuja orientalis extract, Eclipta prostrate extract, Sodium Laureth Sulfate, Vitex trifolia fruit extract, Water,  Swrtia japonica extract, Cocamidopropyl betaine, Crataegus oxyachanta extract, motinga oreifera leaf extract, Cocamide DEA, Lauryl Glucoside, Artemisia capillaris extract, Fragrance, ginseng extract, glycerin, Phenoxyethanol, Angelica dahurica extract, imidazolidinyl urea, Climbazole, Dimethiconol, Peg-200 Hydrogenated Blyceryl Palmate, menthol, Dicaprylyl Ether, Lauryl Alcohol, Olive oil Peg-7 Esters, PEG-7 Glyceryl Cocoate, Glutamic Acid, lysine HCl, Panthenol, Zinc Gluconate, Zinc Undecylenate, TEA-Dedocylbenzenesulfonate

Hair and Body Mist Azalea

Yang satu ini favorit banget!! Udah pernah coba sebelumnya, suka banget sama wanginya. Botolnya yang mungil, cocok buat dibawa kemana-mana. Jadi salah satu benda wajib yang harus selalu ada di tas. Biar kalau sudah beraktivitas seharian, tinggal semprot-semprot aja deh ke hijab dan ke badan, niscaya sisa harimu akan tetap bahagia.

Harus selalu ada di tas!

Kok ke hijab? Iya, beneran semprot ke hijab. Hal ini karena kandungan didalamnya selain menyegarkan juga menyehatkan rambut. Dipakai di rumah sebelum pakai hairdryer juga bisa kok. Kandungan Minyak Zaitun dan ekstrak Aloe Vera dapat membantu melembutkan, menyehatkan dan melindungi rambut. Wanginya juga cocok banget dipakai kalau lagi gak bawa parfum. Gak ada alasan lagi mood rusak karena rambut lepek, gatek dan bau asem!

Kandungan Hair and Body Mist yang lebih lengkap:

Water, alcohol, PEG-40 hydrogenated castor Oil, propylene glycol, Fragrance, D-panthenol, Olive Oil PEG-7 Esters, Butylene Glycol, Aloe Barbadensis Extract, polyquaternium-10, Imidazolidinyl Urea, Phenyl Trimethicone, Simmondsia Chinensis Seed Oil, Allantonin, Phenoxyethanol, biosaccharide gum-1

Semenjak bawa pulang produk Azalea ke rumah, shampoo dan Hair and Body Mist beneran jadi favorit keluarga. Terutama Papi G, dia yang cuek jadi suka muji “wangi apa ini? Kok enak? Rambutnya wangi ya, lembut lagi”. Hijabpun yang asalnya lepek dan bau apek kepanasan langsung dihempas sama rangkaian produk Azalea ini. Papi G juga makin seneng elus-elus rambut. Khan gemes yaaa! Haha.

Oiya, kedua produk ini cocok bagi kalian yang pengen bebas dari paraben, soalnya produk ini paraben free! Keren khaan… Kalian bisa dapatkan produk ini di supermarket terdekat ya! Harganya sekitar Rp 18.000 sajaaaa.. worth to buy laaah dibandingkan jajan bakso semangkuk. Hihi…

Salam,

Momi Kippo!

Berkumpul, Tertawa, Bergembira Bersama Di Acara Blogger MuslimahxAzalea

Halo-halo, bagaimana weekend kalian? Seru kan? Sama dong! Hari minggu, 16 September 2018 kemarin, Momi berkesempatan mengikuti gathering yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Bandung berkolaborasi dengan Azalea Beauty Hijab. Acaranya seru sekali. Bertempat di Rumah Makeuppucino, kita mulai berkumpul tepat pukul 10.00. Diberi kesempatan buat ambil foto sebanyak-banyaknya, buat dijadikan bahan review nantinya. Tanpa menunda-nunda lagi, Momi and the gank mulai jepret sana-jepret sini. Dasar wanita ya, foto sekali yaaa mana cukuupp… sampai kita dipanggilin MC suruh kembali.

Dipandu kang Aldo sebagai MC, acaranya semakin meriah. Gestur tubuh yang kocak membuat kita susah mingkem, maunya ketawaaaa muluu.. haha. Acara dibuka oleh Teh Sarah sebagai Brand Executive dari Azalea dan Teh Anisah sebagai perwakilan dari Blogger Muslimah Bandung. Menjelaskan mengenai keunggulan produk Azalea yang juga ternyata brand sister dari Natur, sama seperti Kakaknya, Azalea juga fokus pada masalah para wanita, rambut rontok. Yang bikin beda dengan kakaknya, Azalea diperuntukan bagi wanita muslimah yang berhijab. Jadi, kalau kalian berhijab dan rambutnya suka rontok, Azalea bisa jadi solusinya!

Azalea with sister brand, Natur

Jadi favoritkuuu..

Pada saat sesi tanya jawab, ada pernyataan dari Bunda intan, salah satu peserta, yang bercerita kalau beliau sempat mengalami masa-masa keramas tidak pakai shampoo. Terus keramasnya pakai apa dong zaman dulu? Bunda Intan bercerita sebelum ada shampoo, Bunda sering sekali dikeramasin pakai santan kelapa! Ya ampun! Pernah gak ngebayangin kelapa parut diperes langsung ke kepala? Aku sih susah ya bayanginnya. Hehe. Menurut Bunda, metode ini sangat berpengaruh dikemudian harinya. Bikin rambut Bunda tidak mudah beruban, begitulah pendapat ke-12 anaknya. Iya, Bunda ini keren sekali! Sudah pernah merasakan keramas pakai santan, anaknya juga ada 12 lagi. Sembah Bunda Intan.. 😂

Sesi tanya jawab, Teh Sarah dan Teh Annisah

Kemudian acara dilanjutkan dengan sharing session dari Mbak Ida dengan tema “Menjaga Fitrah Anak”, menjelaskan milestone anak yang dimulai dari 0-10 tahun. Kapan anak harus bergaul dengan siapa, membiarkan anak untuk terus belajar, dan lain-lain. Pembahasannya keren sekali, apalagi Momi yang ibu apalah ini, anak baru satu, masih piyik pula. Masih harus banyak belajar mengenai menjaga fitrah anak.

Mbak Ida dan Kang Aldo

Lanjut sesi ketiga yaitu bagi-bagi hadiah! Dilakukan sehabis makan siang, energi peserta mulai meningkat lagi. Semua ikutan kuisnya. Seru banget! Momi juga ikutan di games pertama. Sayang, kita kurang kompak jadinya kalah deh.. tapi Momi menang di games kedua, siapa yang punya kartu paling banyak di dimpet dia yang menang! Sebagai seorang member discount hunter, kesempatan kni tidak disia-siakan, langsung hitung-hitung kartu di dompet alhasil ada 30 kartu dan menjadikan Momi sebagai juara! Haha. Lumayan ya ternyata nyimpen kartu member banyak itu berguna juga. 😂

Muka senang ketika menang games

Akhirnya kita sudah dipenghujung acara. Ditutup dengan sesi foto bersama, Momi dan semua peserta pulang dengan perasaan bahagia. Tidak lupa saling kenalan dan mengingat nama masing-masing (lagi) untuk mempererat tali silaturahmi, agar kita saling kenal di dunia dan dunia maya. Senangnya Momi jadi punya banyak teman baru dari gathering ini.

Sampai ketemu di event selanjutnya!!

Kabobs! Kebab premium yang menggugah selera.

Pernah gak sih pergi ke mall terus mencium wewangian yang menggelitik perut, hingga pada akhirnya mengeluarkan bunyi krauuukk krauukk lapeerrr….

Jadi hari Sabtu lalu, mau bikin akte kelahiran karena ga sempet pergi ke kantor Disdukcapil jadinya ngedatangin Disdukcapil cabang mall.. 😂 Tempatnya berada di lantai 3 mall Festival Citylink. Agar mempersingkat waktu (karena mau pergi ke kondangan juga), parkirlah kita di lantai 3. Pas keluar mobil kok mencium wangi-wangi surgawi ya.. wanginya aja udah kerasa enak banget.. gimana rasanya ya? Kira-kira begitulah keadaan waktu itu. Pas buka pintu masuk mall, kok makin wangiiii… sampai akhirnya kita melewati si booth sumber wewangian ini, ternyataaa! Ini sumbernya… Boothnya Kabobs!

Hidung langsung ngasih sinyal ke otak, otak langsung ngasih tau perut bahwa perut harus diisi sama benda yang wangi ini!! Setelah lirik-lirik liat pricelist (soalnya takut mahal bok, kan bete ya berharap pada hal yang tak bisa diraih) akhirnya memutuskan untuk beli, karena ternyata harganya ga mahal-mahal amat. Paling mahal 25rb! Lidah ini makin penasaran.. akhirnya aku memutuskan untuk pesan satu! Rasa baru, kebab cheese (lupa namanya).

Dan ini penampakannya..

Kabobs ukuran besar

Kabobs ini kebab kekinian yang melabeli diri sebagai kebab premium. Wajar jika menyebut kalau kabobs adalah kebab premium, wong jualannya aja di dalam mall! Harganyapun menurutku sangat worthed. Why? Karena daging yang diberikan juga buanyak banget.. gede-gede. Mantap!

Dagingnyaaa 😍😍

Untuk rasa? Gausah ditanya, kebabnya aja premium masa rasanya engga? Karena kita tinggal di Indonesia, mungkin rasa daging kebabnya akan cenderung sama. Permah makan juga kebab asli dari timur tengahnya langsung pas umroh, rasanya mirip ai Kabobs ini.. Walau dagingnya udah diolah, tapi rasanya tetep juara! Dagingnya masih berasa!! Ya gimana engga, wanginya aja semilir kemana-mana.. Apalagi bisa tambah isi apa aja. Ada keju, onion, vegetables dan masih banyak lagi.

Dari packagingnya, Kabobs ini menarik sekali. Sangat mempermudah kita untuk makan kebab tanpa harus dibalik-balik ngeluarin kebab dari dalam kardus..

Ukuran Kabobs ini ada yang small and big. Menurutku, biar puas langsung pesen yang big! Jamin abis!! Karena yaitu tadi rasanya seenak ituuuu!!

Aduuuhhh… nulisnya sambil ngiler ini!! Huhu… nanti siang kau melipir ah beli Kabobs! Kalau kalian, suka kebab juga gak?

Indomie Salted Egg. Mie Instan Zaman Now!

Rasa-rasanya inovasi kuliner itu tidak pernah ada matinya ya. Setelah demam Green tea beberapa waktu yang lalu, kali ini giliran makanan dengan bahan dasar telur asin yang mulai menggemparkan dunia. Yup! Nama kerennya Salted Egg. Kalau Momi tidak salah ingat, makanan berbahan dasar kuning telur asin ini mulai booming ketika banyak wisatawan Indonesia yang plesiran ke negeri tetangga, Singapore pulangnya membawa oleh-oleh keripik kulit ikan (fish skin) dengan balutan salted egg ini. Masih ingat banget ketika banyak sekali artis-artis dan jastip-jastip di Instagram yang berlomba-lomba nyobain dan jualin si kulit ikan ini. Hingga akhirnya keluar merk-merk lain dan juga bahan lain selain kulit ikan. Jujur, Momi sendiri belum nyobain keripik kulit ikan rasa salted egg si pioneer itu. Selain susah didapat, harganya juga cukup mahal. Etapi sekarang udah ada di departemen store besar deng. Tapi Momi gak minat juga belinya, soalnya isinya sedikit. Takut ketagihan. Kan gawat! 😂 Momi pernahnya nyobain yang bahan dasarnya itu Cassava/Singkong. Enakkk banget sih serius..

Karena popularitasnya ini, saus salted egg telah menggeser kedudukan green tea sebagai makanan fenomenal saat ini. Selain keripik-keripik, KFC juga mengeluarkan menu salted egg, rice box eatlah juga. Momi pernah review makanan dengan saus salted egg di sini. Ternyata, bukan hanya fish skin, singkong dan ayam saja yang ada variasi salted egg-nya, ternyata mie juga bisa! Jangan khawatir dengan harganya yang mahal ya! Kali ini kita tengok perusahaan mie instan terbesar di Indonesia, apalagi kalau bukan Indofood. Seolah tidak mau ketinggalan zaman, Indofood juga mengeluarkan varian Mie Keriting rasa Salted Egg, untung aja gak bikin Mie Rasa Green tea juga yaa.. hehe.

Mie instan zaman now!

Dari kemasannya bisa kita lihat sangat premium, lengkap dengan tulisan Premium Collection “Mi Keriting dengan Rasa Lebih Mantap, Lengkap dengan Bumbu Pasta dan Daun Kari” wuidiiihh… udah self branding banget ya Indomie ini. Kemasannya juga sangat menjual dengan warna kuning mendominasi. Ukuran mienya agak besar ya dibandingkan dengan mie yang biasa. Karena memang varian lain dari mie keriting ini besar-besar.

Cara buatnya, sama kayak bikin mie biasa.

Taraaa! Gak sempet foto proses pembuatannya. Yasudah lah ya, semua orang pasti tahu. Masak air, rebus mie, tiriskan, aduk-aduk, sajikan! Hmmm… wanginya sudah kecium banget. Wangi-wangi saus salted egg-nya. Ketara banget. Cuma kok lama-lama eneg ya, kalau Momi nyiumnya lama kelamaan kayak wangi karet dibakar. Haha. Mungkin hanya perasaan Momi aja kali ya soalnya Papi G pas ditanya gak cium apa-apa. Dasar lelaki tidak peka!

Gak sempet foto cantik, keburu laperrr..

Mulai deh kita coba rasanya ya. Pas beres masak pas Ilya kebangun. Alhasil mienya keburu dingin, ngembang sedikit dan agak kering. Balada mamak-mamak. Pas dicobain, bau karet kebakarnya masih kecium. Tapi lama-lama hilang kok dan tergantikan dengan wangi saus salted egg-nya. Rasanya melting banget deh, rasanya gurih-gurih mirip dengan saus salted egg punya KFC. Pas dimakan ada rasa daunnya gitu, ternyata itu daun Kari. Rasanya unik dan pas banget jika dipadukan dengan bumbu mienya.

Menurut Momi, rasanya enak sih. Sebanding lah dengan kehebohan salted egg ini. Oiya, mie ini belum masuk ke ritel-ritel besar ya. Momi dibeliin Papi G dari temen kantornya. Harganya lupa, sekitar Rp 7.000-Rp 9.000 an. Jadi, kalau mau beli Momi gatau beli di mana. Temen Momi juga jual sih, katanya ada di CFD Arcamanik. Kalau mau coba paling sabar dulu ya sampai ada di ritel-ritel.

Seperti fenomena-fenomena sebelumnya, segala sesuatu yang diberi <insert fenomenal dish, such as green tea, salted egg, etc> pasti harganya selalu diatas rata-rata. Tapi, Indomie Mie Keriting rasa Salted Egg ini menjawab rasa penasaran kalian yang belum pernah nyobain dan kepengen banget nyobain kayak gimana sih rasa salted egg itu dengan harga yang murah tentunya. Biar bisa disebut anak zaman now! Indomie ini tidak begitu mengecewakan, tapi tidak begitu istimewa juga rasanya, lagi pula memang varian mana sih dari Indomie yang mengecewakan? Haha. Tapi balik lagi ya, selera setiap orang berbeda.

Best Regard

Momi Kippo!

Lomie Pangsit Ayam Enak di Bandung!

Holaaa… siapa disini yang suka makan Mie? Sayaaa!! Sayaaa!! Kayaknya hampir gak ada ya yang gak suka makan mie, siapapun pasti suka. Mulai dari anak kecil sampai dewasa, tua-muda semua suka mie. Dari yang instant sampai organik, dari yang polosan sampai dikasih topping ini itu. Semua pasti suka! Karena memang mie ini mudah sekali ditemukan dimana-mana, hampir disetiap rumah ada, disetiap komplek pasti punya kang Mie Bakso langganan dan termasuk makanan yang murah sih ya. Harga mie instan bisa didapat hanya dengan Rp 2.000 saja, semangkuk mie bakso bisa Rp 15.000, semua bisa menjangkaunya. Tapi, jangan keseringan yaaa! Yang berlebihan itu selalu tidak baik! Hihi..

Selain mudah ditemukan dan murah, mie bakso juga ada banyak macamnya loooh… Ada Mie Ayam, Mie Bakso Kuah, Yamin Manis, Yamin asin, Mie tektek dan lainnya sesuai daerah. Tapi, ada yang pernah nyobain Lomie gak?? Lomie ini makanan yang khas dengan Negeri Tirai Bambu, keliatan dari namanya yang kelihatan seperti Chinesse food. Di Bandung ada banyak sekali Lomie, setiap tempat ada ciri khasnya masing-masing. Sebenernya, apa sih Lomie itu?

Lomie adalah makanan yang terbuat dari Mie (biasanya Mie gepeng) dikasih topping bakso dan pangsit ayam, kemudian disiram dengan kuah kental (mirip papeda, tapi lebih encer tapi kental, nah loh!) yang biasanya kuahnya ini ada rasa-rasa seafoodnya gitu, karena sebelumnya memang direbus dengan udang, ebi, juhi dll. Jangan lupa kangkung sebagai sayurannya. Duuhh.. ngiler banget ini bayanginnya.. huhu..

Kalau bicara Lomie, di Bandung ini memang udah gak asing dengan keberadaan makanan ini. Ada banyak tempat yang menyediakan Lomie, tapi kali ini Momi mau rekomendasiin dua tempat yang biasa Momi kunjungi ya. Dijamin ueeeennaaak!

Lomie Imam Bonjol

Yang pertama kita bahas Lomie di Jalan Imam Bonjol ya. Yah, sebenernya siapa sih yang gak tahu Lomie di sini? Semua orang yang le Bandung dan cari Lomie pasti selalu ke sini. Karena memang rasanya itu enak banget. Selain rasanya, porsinya pun buanyak banget.. harganya sekitar Rp 25.000-30.000. Tapi beneran deh porsinya gede. Dijamin kenyang!

Dulu, Momi dikenalin Lomie sama Almh Mama. Setiap jemput pulang kerja, suka mampir ke sini. Dulu harganya masih murah sekitar Rp 11.000. Rasanya dari dulu sampai sekarang masih sama, tak pernah berubah. Wangi kuahnya menggoda banget, kadang kalau beruntung suka nemu potongan-potongan seafoodnya kayak udang atau juhi. Disini bisa milih mie, mau mie besar/kecil. Eh, beneran bisa gak ya? Soalnya kalau dulu pas jajan bareng Almh. Mama suka milih mie. Hihi. Pilihan toppingnya standar, ada isi bakso, pangsit kuah, atau polos. Bebas milih.

Jam buka kayaknya mulai jam 10.00-16.00 bisa tutup lebih cepat kalau abis. Imam Bonjol ini kayak foodcourt gitu, biasanya kalau jam makan siang selalu rame, makanya sering banget kalau datang kesorean suka gak kebagian atau paling menu seadanya. Oiya, jangan datang di hari Jumat ya! Soalnya tutup! Hehe. Alasan tutupnya patut diacungi jempol. Mereka tutup dihari Jumat karena kagok atau nanggung, kepotong sama Jumatan, jadi mending tutup aja, fokus ibadah. Hihi. Tapi Lomienya buka setiap hari kok, kecuali hari Jumat!

Lomie Jalan Lombok

Nah, kalau Lomie disini Momi makannya baru-baru, katanya sih terkenal juga dan bisa dijadikan alternatif kalau gak mau desek-desekan makan Lomie di Imam Bonjol. Lomie jalan Lombok ini tempatnya gak terlalu besar, standar ukuran gerobak bakso kaki lima dengan meja dan kursinya. Satu tenda juga dengan gerobak es campur. Duh, es campurnya itu enak bangeett.. segeerr…

Terakhir Momi ke sini itu hari Sabtu lalu, tiba-tiba pengen makan Lomie tapi mau yang santai karena bawa Ilya. Akhirnya memutuskan ke sini. Pas udah sampai Ilya agak cranky, mungkin masih ngantuk kali ya, jadinya kita memutuskan untuk makan di mobil, seadanya. Seadanya disini, maksudnya gak bisa nambah bumbu ini itu, yang penting perut kenyang. Udah aja.

Papi G turun dan mesen, setelah sampai wuihh wangii….

Ngiler kan?? *nelen ludah*

Momi agak kaget dengan toppingnya, ternyata kalau disini sudah include kerupuk kulit atau dorokdok. Waahh… makin ngiler kan lihatnya. Untuk porsinya sebenernya agak tidak sesuai ekpektasi, karena Momi kebayangnya kan porsi Lomie Imam Bonjol, yang sampe tumpeh-tumpeh kuahnya. Soalnya udah kelaperan banget kan, belum makan siang. Tapi gapapa, kalau kurang kan bisa nambah! Haha.

Momi tuh team makan bakso tidak diaduk dan makan bakso/pangsit terakhir, dan termasuk team bubur tidak diaduk juga. Hehe. Jadi, kalau makan bakso sama Momi jangan heran kalau makan Yamin Pisah, mienya abis duluan baru deh lanjut makan bakso dan kuahnya. Nah, pas kemarin tuh Momi seruput dulu kuah kentalnya itu. Aduuuhhh enak banget.. gurih-gurih. Udah lama gak makan Lomie, rasa kangennya langsung dibayar lunas! Kuah gurih dari kaldu seafoodnya kerasa banget, bagi sebagian orang ada yang kurang suka dengan kuah Lomie, selain kaldu yang digunakan adalah kaldu seafood yang bikin jadi berbau khas, kuahnya juga kental kan, karena dikasih tepung jagung sebagai pengental jadi rasanya memang unik sekali. Dulu temen kerja Momi sepanjang hidupnya baru makan Lomie pas bareng Momi itu juga dia masih susah nelen, karena ya memang Lomie itu diciptakan bagi pecinta mie bakso! Biar ada variasi gitu dalam hidupnya. Tapi tenang kok, kuah Lomie ini hanya akan mengental ketika Lomie masih dalam keadaan panas dan belum diaduk. Kalau sudah dimakan sih, lama kelamaan kuah Lomie akan mencair dan makin cair kayak bakso lainnya.

Untuk mienya sih standar ya, menggunakan mie gepeng. Tapi enak. Momi tuh orang yang paling suka mie telor, kalau mie yang kuning kayak buat dimie kocok gitu gak suka! Tapi Lomie ini mienya gepeng dan terbuat dari campuran telor juga. Jangan lupa pake perasan jeruk nipis dan sambelnya! Beuuhh!! FYI, Momi jatuh cinta banget sama sambal Lomie jalan Lombok ini. Seriusan deh, pedesnya poooll! Campur jeruk, aduuhh asem pedes. Seger!

Kuah kentalnyaa! Favorito!

Yang bikin unik selain kuahnya itu adalah sayurnya, ketika bakso yang lain sayurnya pakai daun sosin, Lomie ini pakai kangkung, jadi rasanya itu krauk-krauk. Oiya, Momi pesen Lomie Pangsit, gak pake bakso karena sejujurnya Momi kurang suka Bakso. Kalau pangsit, suka banget! Saran Momi, kalau mau makan pangsit harus pas mie dan kuahnya masih ada yaa.. soalnya kemarin Momi makan pangsitnya aja jadinya keasinan. Emang udah paling pas makan bareng sama mie dan kuah yang asem pedas ituu.. pangsitnya gede-gede isi ayam. Enaakk… mungkin karena dikukus terus jadinya kaldu ayamnya keluar terus dan jadinya agak sedikit asin. Tapi it’s okay karena masih enak..

Kayaknya cukup segitu dulu aja review Lomienya. Momi paling suka Lomie dikedua tempat itu. Adakah disini yang punya rekomendasi tempat makan Lomie lain ya enak juga? Boleh tulis dikolom komentar yaaa!

Jadi lapeer, nanti siang makan Lomie yuk! 😉

Eatlah, Nasi Bento yang dikemas dengan kekinian!

Lagi beres-beres, ga sengaja liat jam! Kok jarum panjang dan pendeknya mulai menuju ke angka 12 ya.. ya ampun! Ternyata sudah siang saudara-saudara! Keasyikan beberes menyebabkan perut lupa untuk diisi. Kali ini Momi Kippo ga masak, soalnya pas cek kulkas ga ada apa-apa, lupa belum ke pasar. Hihi.

Hari ini Momi mau makan yang simple aja. Tapi pengen yang aneh. Hmm… apa yaa… lihat-lihat aplikasi online, akhirnya Momi tertambat pada Nasi Bento premium, Nasi Bento atau bahasa lainnya Rice Box ini mengingatkan Momi zaman kerja dulu. Lagi nabung buat meniqah, Momi tiap hari makan yang murah meriah mantap! Di tempat kerja Momi ada Nasi Bento Korea/Jepang yang sebenernya isinya sama aja, ayam fillet krispy dipotong kecil-kecil yang ngebedain cuma sausnya. Harganya cuma 15rb sajaaaa saudara-saudara.. hemat kan? Tapi kali ini nemu di aplikasi ojek online ada Nasi Bento tapi premium! Iyaaa! Premium!! Sausnya aja pake salted egg sauce. Harganya juga cukup mahal kalau dibandingin sama Nasi Bento yang biasa Momi beli.. hiks hiks.

Adalah Eatlah! Nasi Bento premium yang daritadi Momi bahas! Salted Egg Chicken Rice jadi pilihan Momi untuk makan siang hari ini. Sekali-kali makan mahal gapapa kali yaaaa….

Ternyata Momi baru sadar Eatlah ini sempet booming banget beberapa waktu lalu, sampai antriannya panjang banget! Ditengah dagdigdug takut datengnya lama ditambah perut udah krubuk-krubuk. Momi cari tahulah tentang Eatlah ini. Ternyata Eatlah ini dibuat oleh mahasiswa asal Indonesia yang sedang berkuliah di Singapore yang kangen sama masakan Indonesia, tapi kok kebanyakan menunya salted egg ya? Harusnya sambel cobek terasi.. hmm.. 🤔

Akhirnya babang Ojol datang! Yeay!!

Penampakan Eatlah!

Dari penampakannya agak kurang menarik ya untuk difoto, ya maklumlah namanya juga beli lewat ojol. Menurutku apapun yang delivery pasti hasilnya takkan seindah makan di tempat. Hihi..

Sempet nanya sama abang ojolnya, katanya ga terlalu penuh. Untunglaaah… datangpun sangat cepat! Love abang ojol! Digeplak Papi G!

Untuk rasanya Momi harus menghibur diri, harganya mahal cyiinn! Harganya 40rb belum termasuk ongkos kirim yaa!! Menurut lidah Momi ini, rasanya plain, salted egg-nya kurang greget. Malahan cenderung kurang banyak. Kalau agak banyak enak kali ya… terus dikasih kecap asin+cabe rawit sebagai penambah rasa. Momi sih pake BonCabe aja level 15 biar “nyambung” soalnya pas pake kecap asin itu agak kemana-mana rasanya.

Oh, mungkin maksud dikasih kecap asin itu buat nambah rasa yang dulu hilang kali yaa biar ga hambar. Baru ngeh.. 😂

Porsinya juga ternyata kurang buat Momi, busui yang selalu kelaparan ini.. harus beli 2!! Tapi harus siap-siap rogoh kocek lebih dalam..

Tuh kan bener, setelah habis ada ajakan untuk nambah lagi