Menikmati Jajanan Asal Jepang di Kedai Ling Ling, Bandung

Beberapa yang lalu, secara tiba-tiba Momi pengen banget makan Takoyaki. Rasanya udah lama sekali gak makan ini. Gak sengaja pas berkunjung ke rumah teman, ada Kang Takoyaki keliling lagi beberes. Pikirku, ntar aja deh ke rumah temen dulu pulangnya baru beli. Tapi ternyata nasib buruk datang, Kang Takoyakinya keburu ilang. Huhu.

Tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan, akhirnya kita memutuskan pergi ke Kedai Ling-Ling (KLL) yang menjual jajanan khas Jepang. Cus!

Kedai terbaru dan terluas dari KLL ini terletak di Jl. Sukajadi, sejajaran dengan mal PVJ. Beruntung saat itu gak macet, karena biasanya daerah sana suka macet.

Pas kita datang suasanya sepiii banget. Sepertinya pamor KLL Sukajadi mulai menurun semenjak kedai di Jl. Sultan Agung mulai direnovasi. Saat itu pengunjung yang datang hanya kita dan sekelompok pengunjung yang gak lebih dari 5 orang.

Gak pakai lama, kita langsung pesan Ramen dan Okonomiyaki. Saat itu kita datang dengan keadaan perut lapar sekali. Beruntung waktu itu lagi ada program beli Okonomiyaki buy one get one. Ihiy!

Suasana di KLL Sukajadi ini sebenarnya sangat enak. Luas dan adem, gak perlu desek-desekan kayak di KLL Sultan Agung. Area makan terbagi menjadi dua, indoor dan outdoor. Waktu itu kita datang pas lagi hujan. Padahal suasana dibagian outdoor-nya nyaman sekali ya?

Untuk pelanggan yang cuma kita ini, menurut Momi pelayanannya cukup lama. Kita menunggu hampir setengah jam untuk ketiga makanan itu hadir di meja. Hmm..

Setelah menunggu cukup lama akhirnya pesanan kita jadi juga.

Ramen KLL

Saat itu pilihan kita pertama jatuh ke Ramen KLL. Ramen ini beneran enak lho! Bisa pilih level kepedasannya. Seperti biasa Momi pilih level paling tinggi. Penambahan level pedas pada ramen membawa rasa tersendiri. Makin wenaaak!

Porsinya juga banyak banget! Kenyang makan ramen berdua. Harga untuk satu porsi ramen KLL ini sebesar Rp 38.000 belum termasuk pajak. Worth it lah malah terbilang murah, kalau mau nyobain ramen authentic Jepang dengan modif dikit.

Baca juga: Ramen Hakata Ikkousha ada di Bandung

Okonomiyaki

Yang ini kayaknya menu favorit sepanjang masa. Perpaduan dari sayuran, telur, adonan terigu dan isiannya yang disesuaikan dengan selera, mengembalikan kenangan waktu kuliah dulu. Walau jauh dari kampus, Momi dan kawan-kawan suka makan ke sini.

Ada beraneka ragam pilihan isi untuk okonomiyaki seperti keju, octopus, crab stick, salmon, dll. Waktu itu kita pesan okonomiyaki keju dan octopus. Penampakan dari luar sih gak keliatan ya isinya apa, tapi KLL ini gak pelit isi kok.

Saus khas okonomiyaki-nya ini enak banget loh! Bikin ketagihan. Harga seporsi Okonomiyaki Rp.

Baca juga: Makan Dimsum Sepuasnya di Bamboo Dimsum

Takoyaki

Bola-bola dengan isian Octopus ini memang menarik hati. Siapa yang bisa menolak coba camilan ini? KLL memiliki Takoyaki yang enak sejajar dengan menu Okonomiyakinya.

Isian Takoyaki mirip dengan okonomiyaki. Harga seporsi takoyaki adalah Rp.

Baca Juga: Ramen Sensei, Bandung. Murah, Meriah, Mantap!

Mango Dessert

Sebenarnya ada satu menu lagi yang jadi favorit di KLL ini. Waktu itu kita udah mulai kekenyangan dan lupa juga buat pesen ini. Mango Dessert namanya.

Dessert yang terbuat dari mangga segar yang diblender dengan es batu dan disimpan di freezer untuk menghasilkan tekstur yang sedikit padat, dengan tambahan berbagai macam topping diatasnya selalu menarik perhatian. Dimakan pas panas-panas, duh rasanya nyes sekali!

Bukan hanya Mango, ada juga rasa lain seperti Lechy, Vanilla, Berries, dan lain-lain.

***

Bandung memang layak disebut sebagai kota kuliner. Berbagai jenis makanan di Bandung pasti ada, apa aja bisa jadi makanan. Dimulai dari Cireng, Cimol, Cilung, semua per-ACI-an sampai baso tahu, batagor. Untuk restopun tersedia dari berbagai macam negara, cari makanan western, ada. Makanan Sunda, jelas. Makanan India, ada. Makanan Jepang. Pasti ada!

Yuk cobain!

Ayam SPG! Ayam Goreng Serundeng dengan Sambal Yang Menggoda

Hah? SPG? Sales Promotion Girl? Tapi jualan ayam? Gimana-gimana?

Dari namanya pasti banyak yang nebak kalau Ayam SPG ini merupakan ayam yang dijual melalui SPG, atau mungkin ada yang berpikiran SPG ini singkatan lain. Nyatanya Ayam SPG ini hanyalah ayam goreng serundeng biasa yang dijual dipinggir jalan. Denger cerita sih kenapa akhirnya disebut ayam SPG karena dari dulu yang makan di warung makan ini kebanyakan SPG Yogya Kepatihan. Iya, kedai ayam SPG ini dekat sekali dengan Grand Yogya Kepatihan.

Awalnya kenal ayam SPG ini pas pertengahan kuliah sekitar tahun 2011-an. Ada ayam goreng enak dengan sambal yang mantap. Lupa siapa yang pertama kali mengenalkan ayam SPG ini, tapi aku berterima kasih karenanya aku jadi kenal ayam goreng dengan sambel terendeus!

Sebenernya ayam ini udah terkenal dari dulu. Tahun 2011 aja kedainya punya 2 apa 3 cabang ya lupa. Uniknya, cabang mereka ini gak jauh-jauh dari tenda aslinya, masih sejajaran. Jadi kayak tetanggaan gitu. Jadi, sepanjang Jl. Balong Gede isinya didominasi sama Ayam SPG.

Ayam SPG dan cabangnya

Sekarang, ayam SPG makin banyak cabangnya. Di Balong Gede sendiri, ayam SPG udah punya tempat makan yang berbentuk rumah. Gak usah ditanya deh kalau yang berupa kedai ada berapa. Nambah banyak! Bahkan, ayam SPG mulai ekspansi ke daerah yang dekat kampus. Contohnya di UNPAD DU dan UNIKOM. Cari deh ayam SPG, pasti ada.

Yang bikin laku apa sih? Mungkin selain doa ibu dan kerja keras selama bertahun-tahun, ayam SPG ini terkenal dengan harganya yang murah dan sambalnya yang pedas. Tahun 2011 nasi+ayam dihargai cuma Rp11.000 sajaaa. Murah banget kan? Cocok buat kantong mahasiswa dan para pegawai sekitar Balong Gede.

Ayam SPG ini besar-besar lho! Kadang suka gak abis saking kegedean. Nasinya juga bebas refill, ambil sepuasnya. Mantap! Sambalnya juga! Tapi, kalau cabe lagi mahal, biasanya sambalnya dijatah. Haha.

Nasi, ayam, serundeng dan sambal udah cocok banget! Maunya lagi dan lagi. Duh, jadi ngiler. Oiya, selain ayam dan serundeng ada tambahan lainnya kayak tumisan sayur dan tempe mendoan.

Sambalnya yang pedas dan endeus banget!

Semenjak ayam SPG makin terkenal untuk khalayak umum. Jl. Balong Gede mulai dijadikan kawasan wisata kuliner Balong Gede. Seharusnya dari dulu sih! Soalnya kan lokasinya dekat kemana-mana seperti Alun-Alun Bandung, Masjid Agung Jawa Barat, Kantor Pendopo Walikota Bandung dan pusat keramaian lainnya.

Kalau kalian ke Bandung dan berencana main ke tempat-tempat itu, harus banget nyobain ayam SPG ini! Carinya ayam SPG! Mau pilih yang mana pun rasanya sama aja! Endeuuuss!

Price:

Nasi+Ayam Paha Rp20.000

Nasi+Ayam Dada Rp22.000

Sayur Rp1.000

Address: Jl. Balong Gede, Bandung

Segarnya Menikmati Garang Asem Semarang di Bandung

Selamat siaaang!

Bentar lagi udah jam makan siang nih. Biasanya kalau mendekati jam makan siang gini otak udah mulai muter mikirin mau makan apa. Seperti biasa Momi kasih rekomendasi makan siang hari ini.

Garang Asem, awalnya Momi pikir ini makanan khas Cirebon, ternyata makanan ini berasal dari Semarang. Kalau Cirebon ya empal gentong. Hehe.

Ekspektasi pertama pas diajakin makan garang asem ini masih kebayang empal gentong. Sampai akhirnya tiba di resto-nya dan mulai melihat gambar menunya. Loh, kok beda ya sama yang dibayangkan? Ya jelas..

Sebenarnya masih agak maju mundur mau pesen garang asem atau soto ayam kampung. Karena dari gambarnya kurang menarik. Memang udah rejeki Momi yang harus nyobain garang asem ini, karena pas saat itu hanya tersedia menu garang asem daging sapi.

Ketika datang, dari wanginya agak menyengat. Gimana ya? Momi kurang suka makanan yang wangi serai dan daun salam terlalu menyengat. Kurang enak aja dicium.

Tapi pas dicoba, ternyata rasanya enak banget! Segeeerrr.. kirain bakalan enek sama santan. Ternyata, gak pake santan sama sekali. Garang asem dibuat pake kemiri, jadi yang putih-putih itu kemiri. Isinya menurut Momi sih terlalu banyak rempah, apa memang seperti itu? Soalnya dari semangkuk penuh garang asem, dagingnya cuma setengah. Sisanya rempah-rempah semua. Hehe.

Rasa asam segarnya, berasal dari belimbing wuluh. Baru kali ini loh Momi makan belimbing wuluh. Ternyata, selama ini Momi belum terlalu banyak menjelajah wisata kuliner nusantara!

Baca juga: Bebek Sinjay di Bandung

Ada yang menarik dari resto garang asem ini. Mereka punya emping dengan ukuran yang besar dan dibalut gula merah. Rasanya enak banget. Gurih-gurih. Gak tahu deh ini namanya apa dan apakah khas Semarang juga atau cuma ada di resto ini aja. Yang pasti enak banget nyemilin ini.

Resto garang asem ini terletak di Jl. Indrayasa, Mekar Wangi, Bandung. Sejajaran dengan ruko jasa pengiriman.

Baca juga: Pengalaman Berkunjung ke Kampoeng Sawah Bandung

Harga:

Garang asem sapi: Rp 28.000/porsi

Nasi: Rp 5.000

Sate: Rp 4.000/tusuk

Emping: Rp 2.500/keping

Kerupuk: Rp 1.000/bh