Menikmati Jajanan Asal Jepang di Kedai Ling Ling, Bandung

Beberapa yang lalu, secara tiba-tiba Momi pengen banget makan Takoyaki. Rasanya udah lama sekali gak makan ini. Gak sengaja pas berkunjung ke rumah teman, ada Kang Takoyaki keliling lagi beberes. Pikirku, ntar aja deh ke rumah temen dulu pulangnya baru beli. Tapi ternyata nasib buruk datang, Kang Takoyakinya keburu ilang. Huhu.

Tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan, akhirnya kita memutuskan pergi ke Kedai Ling-Ling (KLL) yang menjual jajanan khas Jepang. Cus!

Kedai terbaru dan terluas dari KLL ini terletak di Jl. Sukajadi, sejajaran dengan mal PVJ. Beruntung saat itu gak macet, karena biasanya daerah sana suka macet.

Pas kita datang suasanya sepiii banget. Sepertinya pamor KLL Sukajadi mulai menurun semenjak kedai di Jl. Sultan Agung mulai direnovasi. Saat itu pengunjung yang datang hanya kita dan sekelompok pengunjung yang gak lebih dari 5 orang.

Gak pakai lama, kita langsung pesan Ramen dan Okonomiyaki. Saat itu kita datang dengan keadaan perut lapar sekali. Beruntung waktu itu lagi ada program beli Okonomiyaki buy one get one. Ihiy!

Suasana di KLL Sukajadi ini sebenarnya sangat enak. Luas dan adem, gak perlu desek-desekan kayak di KLL Sultan Agung. Area makan terbagi menjadi dua, indoor dan outdoor. Waktu itu kita datang pas lagi hujan. Padahal suasana dibagian outdoor-nya nyaman sekali ya?

Untuk pelanggan yang cuma kita ini, menurut Momi pelayanannya cukup lama. Kita menunggu hampir setengah jam untuk ketiga makanan itu hadir di meja. Hmm..

Setelah menunggu cukup lama akhirnya pesanan kita jadi juga.

Ramen KLL

Saat itu pilihan kita pertama jatuh ke Ramen KLL. Ramen ini beneran enak lho! Bisa pilih level kepedasannya. Seperti biasa Momi pilih level paling tinggi. Penambahan level pedas pada ramen membawa rasa tersendiri. Makin wenaaak!

Porsinya juga banyak banget! Kenyang makan ramen berdua. Harga untuk satu porsi ramen KLL ini sebesar Rp 38.000 belum termasuk pajak. Worth it lah malah terbilang murah, kalau mau nyobain ramen authentic Jepang dengan modif dikit.

Baca juga: Ramen Hakata Ikkousha ada di Bandung

Okonomiyaki

Yang ini kayaknya menu favorit sepanjang masa. Perpaduan dari sayuran, telur, adonan terigu dan isiannya yang disesuaikan dengan selera, mengembalikan kenangan waktu kuliah dulu. Walau jauh dari kampus, Momi dan kawan-kawan suka makan ke sini.

Ada beraneka ragam pilihan isi untuk okonomiyaki seperti keju, octopus, crab stick, salmon, dll. Waktu itu kita pesan okonomiyaki keju dan octopus. Penampakan dari luar sih gak keliatan ya isinya apa, tapi KLL ini gak pelit isi kok.

Saus khas okonomiyaki-nya ini enak banget loh! Bikin ketagihan. Harga seporsi Okonomiyaki Rp.

Baca juga: Makan Dimsum Sepuasnya di Bamboo Dimsum

Takoyaki

Bola-bola dengan isian Octopus ini memang menarik hati. Siapa yang bisa menolak coba camilan ini? KLL memiliki Takoyaki yang enak sejajar dengan menu Okonomiyakinya.

Isian Takoyaki mirip dengan okonomiyaki. Harga seporsi takoyaki adalah Rp.

Baca Juga: Ramen Sensei, Bandung. Murah, Meriah, Mantap!

Mango Dessert

Sebenarnya ada satu menu lagi yang jadi favorit di KLL ini. Waktu itu kita udah mulai kekenyangan dan lupa juga buat pesen ini. Mango Dessert namanya.

Dessert yang terbuat dari mangga segar yang diblender dengan es batu dan disimpan di freezer untuk menghasilkan tekstur yang sedikit padat, dengan tambahan berbagai macam topping diatasnya selalu menarik perhatian. Dimakan pas panas-panas, duh rasanya nyes sekali!

Bukan hanya Mango, ada juga rasa lain seperti Lechy, Vanilla, Berries, dan lain-lain.

***

Bandung memang layak disebut sebagai kota kuliner. Berbagai jenis makanan di Bandung pasti ada, apa aja bisa jadi makanan. Dimulai dari Cireng, Cimol, Cilung, semua per-ACI-an sampai baso tahu, batagor. Untuk restopun tersedia dari berbagai macam negara, cari makanan western, ada. Makanan Sunda, jelas. Makanan India, ada. Makanan Jepang. Pasti ada!

Yuk cobain!

Roti John Resep Peranakan Yang Fenomenal

Pernah denger Roti John? Apa baru denger? Sebenarnya, Momi juga baru denger tentang roti ini sekitar sebulan yang lalu. Waktu itu, di twitter sempat lewat thread tentang Roti John ini. Kenapa sempet hits? Karena bentuknya yang unik dan antriannya yang panjang serta tidak buka cabang. Setidaknya itulah yang disampaikan si pembuat thread waktu itu. Pas lihat fotonya, Momi cukup ngiler ya, tangtingtung murah juga untuk roti sepanjang lengan tangan (yang buat thread), harganya cuma sekitar Rp 40.000 lengkap dengan isian yang komplit dan bisa dimakan sama banyak orang. Makanya Roti John ini bisa juga disebut Roti Monster, karena ukurannya gede banget!

Lalu, apa itu Roti John?

Menurut wikipedia Roti john adalah roti lapis dengan isian telur dadar yang merupakan cemilan yang menjadi salah satu hidangan populer, utamanya di Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Seperti saudaranya Es Kepal Milo, ternyata Roti John ini masih berasal dari Negeri Jiran Malaysia. Hmm… atas nama makanan, kita hidup damai!!

Sebenarnya, Roti John ini udah ada dari dulu kok. Kalau main ke Eatboss bisa ketemu sama roti lapis panjang dan besar ini. Pas tahun 2014-an Momi pernah mesen ini rame-rame. Kalau mau makan dengan prosi besar dan murah bisa mampir ke sana.

Baca juga: Eatboss, feel like a boss.

Tapi kok baru viral sekarang ya? Yha, namanya juga Indonesia. Apa aja bisa dibikin viral sekarang ini.

Kebetulan, deket rumah Momi di komplek sebelah ada stand Roti John yang baru buka sekitar 2 bulanan ini. Pertama tahu di sini ada Roti John, Momi gak langsung beli, karena saat itu ada nasi padang menanti. Tapi karena udah sempet liat menunya, jadilah penasaran dan kemarin akhirnya Momi beli juga! Yeay!

Lokasi Roti John ini terletak di halaman depan sebuah cafe (lupa namanya) berdampingan dengan JNE Mekar Wangi. Disampingnya ada banyak jajanan lainnya, ada Thai Tea Hayang Tea juga lho di sini. Kalau kalian main ke komplek Mekar Wangi, di sini udah jadi tempat nongkrong sore-sore. Terbukti dari banyaknya jajanan enak dan murah-murah. Kalau mau cari Roti John ini search aja JNE Mekar Wangi di Google, nah disitu tempatnya.

Sebenarnya ada apa dengan warna ungu ya? Beberapa merk Roti John lain yang pernah dilihat menggunakan warna ungu sebagai warna dasar logonya, padahal mereka beda lho. Hmm…

Untuk menunya cukup terjangkau ya? Paling mahal Rp 38.000, itupun disesuaikan dengan isiannya. Menarik. Tapi saat itu Momi cuma beli yang isinya ditambah sayuran, biar tahu rasa aslinya gimana.

Ukuran rotinya cukup besar. Sepanjang talenan. Jadi inget roti Baguette yang panjang khas Perancis itu. Cuma bedanya, roti Baguette keras dan roti John ini lembut banget.

Awalnya Momi kira roti ini bakalan dibakar, jadi kayak roti bakar gitu. Ternyata rotinya hanya dilapisi telur yang dipanaskan diatas ketel. Jadi telurnya langsung meresap ke rotinya. Kemudian langsung ditaburi daging olahan yang katanya resep peranakan itu dan sayuran, ditutup dengan saus sambal, tomat dan mayonais. Sudah. Langsung dipotong jadi 8 bagian. Lumayan banyak juga ya!

Dibungkusnya lucu banget, gak mainstream. Kayak beli Baguette di toko roti gitu.

Ukurannya gede banget ya, kalau dimakan sendirian gak shanggup. Enak dimakan rame-rame sambil ditemani cokelat panas. Duuhh…

Rasa

Ini yang terpenting nih, Rasa! Gimana rasanya? Sebenernya agak bingung ya sama rasanya, diawal jelas sekali ada telur yang melapisi roti, tapi pas dimakan telurnya gak berasa. Mungkin karena 1 telur dipakai untuk satu buah roti yang besar jadinya lapisannya tipis banget. Untuk dagingnya, sepertinya pakai daging ayam, karena seratnya halusss banget (atau kebanyakan bahan lainnya? 😆). Tapi rasanya kurang menonjol, kayak kurang bumbu gitu, kalau bukan karena saosnya, rasanya mungkin akan hambar dan sayurannya itu masih mentah. Sayuran memang mentah ya, tapi mungkin pemilihan sayurnya harus tepat. Wortel yang digunakan terlalu tua, sehingga agak keras.

So far, rasanya standar ya. Cenderung kurang bumbu. Kalau dagingnya dibuat lebih manis lagi sedikit saja kayaknya rasanya bakalan lebih mantap lagi.

Buat yang penasaran boleh dicobain. Roti John lagi menjamur sekarang, gak perlu ke Mekar Wangi buat nyobain, kalau deket sih ya gak apa-apa. 😆

Kalau sudah coba Roti John dan recommended bisa kasih tahu ya di komen!

Indomie Salted Egg. Mie Instan Zaman Now!

Rasa-rasanya inovasi kuliner itu tidak pernah ada matinya ya. Setelah demam Green tea beberapa waktu yang lalu, kali ini giliran makanan dengan bahan dasar telur asin yang mulai menggemparkan dunia. Yup! Nama kerennya Salted Egg. Kalau Momi tidak salah ingat, makanan berbahan dasar kuning telur asin ini mulai booming ketika banyak wisatawan Indonesia yang plesiran ke negeri tetangga, Singapore pulangnya membawa oleh-oleh keripik kulit ikan (fish skin) dengan balutan salted egg ini. Masih ingat banget ketika banyak sekali artis-artis dan jastip-jastip di Instagram yang berlomba-lomba nyobain dan jualin si kulit ikan ini. Hingga akhirnya keluar merk-merk lain dan juga bahan lain selain kulit ikan. Jujur, Momi sendiri belum nyobain keripik kulit ikan rasa salted egg si pioneer itu. Selain susah didapat, harganya juga cukup mahal. Etapi sekarang udah ada di departemen store besar deng. Tapi Momi gak minat juga belinya, soalnya isinya sedikit. Takut ketagihan. Kan gawat! 😂 Momi pernahnya nyobain yang bahan dasarnya itu Cassava/Singkong. Enakkk banget sih serius..

Karena popularitasnya ini, saus salted egg telah menggeser kedudukan green tea sebagai makanan fenomenal saat ini. Selain keripik-keripik, KFC juga mengeluarkan menu salted egg, rice box eatlah juga. Momi pernah review makanan dengan saus salted egg di sini. Ternyata, bukan hanya fish skin, singkong dan ayam saja yang ada variasi salted egg-nya, ternyata mie juga bisa! Jangan khawatir dengan harganya yang mahal ya! Kali ini kita tengok perusahaan mie instan terbesar di Indonesia, apalagi kalau bukan Indofood. Seolah tidak mau ketinggalan zaman, Indofood juga mengeluarkan varian Mie Keriting rasa Salted Egg, untung aja gak bikin Mie Rasa Green tea juga yaa.. hehe.

Mie instan zaman now!

Dari kemasannya bisa kita lihat sangat premium, lengkap dengan tulisan Premium Collection “Mi Keriting dengan Rasa Lebih Mantap, Lengkap dengan Bumbu Pasta dan Daun Kari” wuidiiihh… udah self branding banget ya Indomie ini. Kemasannya juga sangat menjual dengan warna kuning mendominasi. Ukuran mienya agak besar ya dibandingkan dengan mie yang biasa. Karena memang varian lain dari mie keriting ini besar-besar.

Cara buatnya, sama kayak bikin mie biasa.

Taraaa! Gak sempet foto proses pembuatannya. Yasudah lah ya, semua orang pasti tahu. Masak air, rebus mie, tiriskan, aduk-aduk, sajikan! Hmmm… wanginya sudah kecium banget. Wangi-wangi saus salted egg-nya. Ketara banget. Cuma kok lama-lama eneg ya, kalau Momi nyiumnya lama kelamaan kayak wangi karet dibakar. Haha. Mungkin hanya perasaan Momi aja kali ya soalnya Papi G pas ditanya gak cium apa-apa. Dasar lelaki tidak peka!

Gak sempet foto cantik, keburu laperrr..

Mulai deh kita coba rasanya ya. Pas beres masak pas Ilya kebangun. Alhasil mienya keburu dingin, ngembang sedikit dan agak kering. Balada mamak-mamak. Pas dicobain, bau karet kebakarnya masih kecium. Tapi lama-lama hilang kok dan tergantikan dengan wangi saus salted egg-nya. Rasanya melting banget deh, rasanya gurih-gurih mirip dengan saus salted egg punya KFC. Pas dimakan ada rasa daunnya gitu, ternyata itu daun Kari. Rasanya unik dan pas banget jika dipadukan dengan bumbu mienya.

Menurut Momi, rasanya enak sih. Sebanding lah dengan kehebohan salted egg ini. Oiya, mie ini belum masuk ke ritel-ritel besar ya. Momi dibeliin Papi G dari temen kantornya. Harganya lupa, sekitar Rp 7.000-Rp 9.000 an. Jadi, kalau mau beli Momi gatau beli di mana. Temen Momi juga jual sih, katanya ada di CFD Arcamanik. Kalau mau coba paling sabar dulu ya sampai ada di ritel-ritel.

Seperti fenomena-fenomena sebelumnya, segala sesuatu yang diberi <insert fenomenal dish, such as green tea, salted egg, etc> pasti harganya selalu diatas rata-rata. Tapi, Indomie Mie Keriting rasa Salted Egg ini menjawab rasa penasaran kalian yang belum pernah nyobain dan kepengen banget nyobain kayak gimana sih rasa salted egg itu dengan harga yang murah tentunya. Biar bisa disebut anak zaman now! Indomie ini tidak begitu mengecewakan, tapi tidak begitu istimewa juga rasanya, lagi pula memang varian mana sih dari Indomie yang mengecewakan? Haha. Tapi balik lagi ya, selera setiap orang berbeda.

Best Regard

Momi Kippo!

Lomie Pangsit Ayam Enak di Bandung!

Holaaa… siapa disini yang suka makan Mie? Sayaaa!! Sayaaa!! Kayaknya hampir gak ada ya yang gak suka makan mie, siapapun pasti suka. Mulai dari anak kecil sampai dewasa, tua-muda semua suka mie. Dari yang instant sampai organik, dari yang polosan sampai dikasih topping ini itu. Semua pasti suka! Karena memang mie ini mudah sekali ditemukan dimana-mana, hampir disetiap rumah ada, disetiap komplek pasti punya kang Mie Bakso langganan dan termasuk makanan yang murah sih ya. Harga mie instan bisa didapat hanya dengan Rp 2.000 saja, semangkuk mie bakso bisa Rp 15.000, semua bisa menjangkaunya. Tapi, jangan keseringan yaaa! Yang berlebihan itu selalu tidak baik! Hihi..

Selain mudah ditemukan dan murah, mie bakso juga ada banyak macamnya loooh… Ada Mie Ayam, Mie Bakso Kuah, Yamin Manis, Yamin asin, Mie tektek dan lainnya sesuai daerah. Tapi, ada yang pernah nyobain Lomie gak?? Lomie ini makanan yang khas dengan Negeri Tirai Bambu, keliatan dari namanya yang kelihatan seperti Chinesse food. Di Bandung ada banyak sekali Lomie, setiap tempat ada ciri khasnya masing-masing. Sebenernya, apa sih Lomie itu?

Lomie adalah makanan yang terbuat dari Mie (biasanya Mie gepeng) dikasih topping bakso dan pangsit ayam, kemudian disiram dengan kuah kental (mirip papeda, tapi lebih encer tapi kental, nah loh!) yang biasanya kuahnya ini ada rasa-rasa seafoodnya gitu, karena sebelumnya memang direbus dengan udang, ebi, juhi dll. Jangan lupa kangkung sebagai sayurannya. Duuhh.. ngiler banget ini bayanginnya.. huhu..

Kalau bicara Lomie, di Bandung ini memang udah gak asing dengan keberadaan makanan ini. Ada banyak tempat yang menyediakan Lomie, tapi kali ini Momi mau rekomendasiin dua tempat yang biasa Momi kunjungi ya. Dijamin ueeeennaaak!

Lomie Imam Bonjol

Yang pertama kita bahas Lomie di Jalan Imam Bonjol ya. Yah, sebenernya siapa sih yang gak tahu Lomie di sini? Semua orang yang le Bandung dan cari Lomie pasti selalu ke sini. Karena memang rasanya itu enak banget. Selain rasanya, porsinya pun buanyak banget.. harganya sekitar Rp 25.000-30.000. Tapi beneran deh porsinya gede. Dijamin kenyang!

Dulu, Momi dikenalin Lomie sama Almh Mama. Setiap jemput pulang kerja, suka mampir ke sini. Dulu harganya masih murah sekitar Rp 11.000. Rasanya dari dulu sampai sekarang masih sama, tak pernah berubah. Wangi kuahnya menggoda banget, kadang kalau beruntung suka nemu potongan-potongan seafoodnya kayak udang atau juhi. Disini bisa milih mie, mau mie besar/kecil. Eh, beneran bisa gak ya? Soalnya kalau dulu pas jajan bareng Almh. Mama suka milih mie. Hihi. Pilihan toppingnya standar, ada isi bakso, pangsit kuah, atau polos. Bebas milih.

Jam buka kayaknya mulai jam 10.00-16.00 bisa tutup lebih cepat kalau abis. Imam Bonjol ini kayak foodcourt gitu, biasanya kalau jam makan siang selalu rame, makanya sering banget kalau datang kesorean suka gak kebagian atau paling menu seadanya. Oiya, jangan datang di hari Jumat ya! Soalnya tutup! Hehe. Alasan tutupnya patut diacungi jempol. Mereka tutup dihari Jumat karena kagok atau nanggung, kepotong sama Jumatan, jadi mending tutup aja, fokus ibadah. Hihi. Tapi Lomienya buka setiap hari kok, kecuali hari Jumat!

Lomie Jalan Lombok

Nah, kalau Lomie disini Momi makannya baru-baru, katanya sih terkenal juga dan bisa dijadikan alternatif kalau gak mau desek-desekan makan Lomie di Imam Bonjol. Lomie jalan Lombok ini tempatnya gak terlalu besar, standar ukuran gerobak bakso kaki lima dengan meja dan kursinya. Satu tenda juga dengan gerobak es campur. Duh, es campurnya itu enak bangeett.. segeerr…

Terakhir Momi ke sini itu hari Sabtu lalu, tiba-tiba pengen makan Lomie tapi mau yang santai karena bawa Ilya. Akhirnya memutuskan ke sini. Pas udah sampai Ilya agak cranky, mungkin masih ngantuk kali ya, jadinya kita memutuskan untuk makan di mobil, seadanya. Seadanya disini, maksudnya gak bisa nambah bumbu ini itu, yang penting perut kenyang. Udah aja.

Papi G turun dan mesen, setelah sampai wuihh wangii….

Ngiler kan?? *nelen ludah*

Momi agak kaget dengan toppingnya, ternyata kalau disini sudah include kerupuk kulit atau dorokdok. Waahh… makin ngiler kan lihatnya. Untuk porsinya sebenernya agak tidak sesuai ekpektasi, karena Momi kebayangnya kan porsi Lomie Imam Bonjol, yang sampe tumpeh-tumpeh kuahnya. Soalnya udah kelaperan banget kan, belum makan siang. Tapi gapapa, kalau kurang kan bisa nambah! Haha.

Momi tuh team makan bakso tidak diaduk dan makan bakso/pangsit terakhir, dan termasuk team bubur tidak diaduk juga. Hehe. Jadi, kalau makan bakso sama Momi jangan heran kalau makan Yamin Pisah, mienya abis duluan baru deh lanjut makan bakso dan kuahnya. Nah, pas kemarin tuh Momi seruput dulu kuah kentalnya itu. Aduuuhhh enak banget.. gurih-gurih. Udah lama gak makan Lomie, rasa kangennya langsung dibayar lunas! Kuah gurih dari kaldu seafoodnya kerasa banget, bagi sebagian orang ada yang kurang suka dengan kuah Lomie, selain kaldu yang digunakan adalah kaldu seafood yang bikin jadi berbau khas, kuahnya juga kental kan, karena dikasih tepung jagung sebagai pengental jadi rasanya memang unik sekali. Dulu temen kerja Momi sepanjang hidupnya baru makan Lomie pas bareng Momi itu juga dia masih susah nelen, karena ya memang Lomie itu diciptakan bagi pecinta mie bakso! Biar ada variasi gitu dalam hidupnya. Tapi tenang kok, kuah Lomie ini hanya akan mengental ketika Lomie masih dalam keadaan panas dan belum diaduk. Kalau sudah dimakan sih, lama kelamaan kuah Lomie akan mencair dan makin cair kayak bakso lainnya.

Untuk mienya sih standar ya, menggunakan mie gepeng. Tapi enak. Momi tuh orang yang paling suka mie telor, kalau mie yang kuning kayak buat dimie kocok gitu gak suka! Tapi Lomie ini mienya gepeng dan terbuat dari campuran telor juga. Jangan lupa pake perasan jeruk nipis dan sambelnya! Beuuhh!! FYI, Momi jatuh cinta banget sama sambal Lomie jalan Lombok ini. Seriusan deh, pedesnya poooll! Campur jeruk, aduuhh asem pedes. Seger!

Kuah kentalnyaa! Favorito!

Yang bikin unik selain kuahnya itu adalah sayurnya, ketika bakso yang lain sayurnya pakai daun sosin, Lomie ini pakai kangkung, jadi rasanya itu krauk-krauk. Oiya, Momi pesen Lomie Pangsit, gak pake bakso karena sejujurnya Momi kurang suka Bakso. Kalau pangsit, suka banget! Saran Momi, kalau mau makan pangsit harus pas mie dan kuahnya masih ada yaa.. soalnya kemarin Momi makan pangsitnya aja jadinya keasinan. Emang udah paling pas makan bareng sama mie dan kuah yang asem pedas ituu.. pangsitnya gede-gede isi ayam. Enaakk… mungkin karena dikukus terus jadinya kaldu ayamnya keluar terus dan jadinya agak sedikit asin. Tapi it’s okay karena masih enak..

Kayaknya cukup segitu dulu aja review Lomienya. Momi paling suka Lomie dikedua tempat itu. Adakah disini yang punya rekomendasi tempat makan Lomie lain ya enak juga? Boleh tulis dikolom komentar yaaa!

Jadi lapeer, nanti siang makan Lomie yuk! 😉

Eatlah, Nasi Bento yang dikemas dengan kekinian!

Lagi beres-beres, ga sengaja liat jam! Kok jarum panjang dan pendeknya mulai menuju ke angka 12 ya.. ya ampun! Ternyata sudah siang saudara-saudara! Keasyikan beberes menyebabkan perut lupa untuk diisi. Kali ini Momi Kippo ga masak, soalnya pas cek kulkas ga ada apa-apa, lupa belum ke pasar. Hihi.

Hari ini Momi mau makan yang simple aja. Tapi pengen yang aneh. Hmm… apa yaa… lihat-lihat aplikasi online, akhirnya Momi tertambat pada Nasi Bento premium, Nasi Bento atau bahasa lainnya Rice Box ini mengingatkan Momi zaman kerja dulu. Lagi nabung buat meniqah, Momi tiap hari makan yang murah meriah mantap! Di tempat kerja Momi ada Nasi Bento Korea/Jepang yang sebenernya isinya sama aja, ayam fillet krispy dipotong kecil-kecil yang ngebedain cuma sausnya. Harganya cuma 15rb sajaaaa saudara-saudara.. hemat kan? Tapi kali ini nemu di aplikasi ojek online ada Nasi Bento tapi premium! Iyaaa! Premium!! Sausnya aja pake salted egg sauce. Harganya juga cukup mahal kalau dibandingin sama Nasi Bento yang biasa Momi beli.. hiks hiks.

Adalah Eatlah! Nasi Bento premium yang daritadi Momi bahas! Salted Egg Chicken Rice jadi pilihan Momi untuk makan siang hari ini. Sekali-kali makan mahal gapapa kali yaaaa….

Ternyata Momi baru sadar Eatlah ini sempet booming banget beberapa waktu lalu, sampai antriannya panjang banget! Ditengah dagdigdug takut datengnya lama ditambah perut udah krubuk-krubuk. Momi cari tahulah tentang Eatlah ini. Ternyata Eatlah ini dibuat oleh mahasiswa asal Indonesia yang sedang berkuliah di Singapore yang kangen sama masakan Indonesia, tapi kok kebanyakan menunya salted egg ya? Harusnya sambel cobek terasi.. hmm.. 🤔

Akhirnya babang Ojol datang! Yeay!!

Penampakan Eatlah!

Dari penampakannya agak kurang menarik ya untuk difoto, ya maklumlah namanya juga beli lewat ojol. Menurutku apapun yang delivery pasti hasilnya takkan seindah makan di tempat. Hihi..

Sempet nanya sama abang ojolnya, katanya ga terlalu penuh. Untunglaaah… datangpun sangat cepat! Love abang ojol! Digeplak Papi G!

Untuk rasanya Momi harus menghibur diri, harganya mahal cyiinn! Harganya 40rb belum termasuk ongkos kirim yaa!! Menurut lidah Momi ini, rasanya plain, salted egg-nya kurang greget. Malahan cenderung kurang banyak. Kalau agak banyak enak kali ya… terus dikasih kecap asin+cabe rawit sebagai penambah rasa. Momi sih pake BonCabe aja level 15 biar “nyambung” soalnya pas pake kecap asin itu agak kemana-mana rasanya.

Oh, mungkin maksud dikasih kecap asin itu buat nambah rasa yang dulu hilang kali yaa biar ga hambar. Baru ngeh.. 😂

Porsinya juga ternyata kurang buat Momi, busui yang selalu kelaparan ini.. harus beli 2!! Tapi harus siap-siap rogoh kocek lebih dalam..

Tuh kan bener, setelah habis ada ajakan untuk nambah lagi

Hakata Ikkousha, Ramen asli dari Jepang ada di Bandung!

Sore-sore emang enaknya makan yang berkuah-kuah. Pengen makan sesuatu yang authentic banget, tapi apa ya.. sempet bingung antara ramen atau udon. Akhirnya Momi dan Papi G sepakat buat makan ramen aja! Iya, di Bandung ini ada ramen yang katanya asli dari Jepang. Rasanya mirip. Tapi Momi ga bisa verifikasi ya beneran mirip apa engga, soalnya Momi sendiri belum pernah ke Jepang. Huhu… Papi G ajak Momi ke Jepang pleaseeee….

Ini kedua kalinya Momi makan di sini, Hakata Ikkousha. Cuma sekarang baru nulis reviewnya. Menurut sumber, Hakata itu merupakan nama daerah di Jepang. Jadi, Hakata Ikkousha ini bisa dibilang kayak ramennya Hakata, kalau di Indonesia semacam Bakso Malang kali ya…

Analogi yang aneh..

Sebenernya ada banyak ramen Hakata, pernah baca juga ada ramen dari daerah Jepang juga di 60gourmet. Tapi Momi belum pernah nyobain, karena kalau ga salah ramennya non halal. Hakata ini juga aslinya non halal. Kalau di Jakarta, ada beberapa cabang yang memang menyediakan menu non halalnya, kaldu ramennya terbuat dari rebusan kaldu babi. Tapi kalau di Bandung bisa dipastikan halal! Karena menunya hanya menjual dari kaldu Ayam. Yang datang juga banyak yang muslim. Momi jadi tenang kalau begini..

Pertama kali nyoba Hakata itu sekitar 2 tahun lalu, Momi sampai lupa pernah beli rasa apa. Sampai akhirnya kemarin ini Momi balik lagi ke sana dan jatuh cinta sama si Naga Merah.

Ramen Naga Merah dan pendampingnya

Iya, nama ramennya itu Naga Merah.. lucu ya? Berasa lagi didunia persilatan! Hihi..

Ramen ini terbuat dari kuah kaldu ayam pedas yang dicampur sama kocokan telur. Aduuhh… Momi ngiler ngebayanginnya. Rasanya enak banget!!

Porsi Naga 🐉🐲

Momi udah bilang kan pengen yang seger, nanya ke pelayannya, katanya kalau suka pedes menu ini pedes tapi ga begitu. Momi paham sih, soalnya kan yang suka pedes cuma orang Indonesia aja. Makanya pas pesen Momi ga ekspektasi bakalan pedes, pasti biasa aja kayak yang sudah sudah..

Tapi ternyataaaa!! Semua prasangka Momi itu salah!! Ramen Naga Merah ini bener-bener Nagaaaaa!! 🐉🐲

Pedesnya nampol bangeet!! Ga perlu pakai irisan cabe lagi, udah cukup! Enak banget asliii… aduuhh Momi mau lagiiiiii…..

Kuahnya yang pedes dicampur sama kocokan telur, aduhay.. Momi saking pengennya sampai belajar loh cara bikin mie instan dengan kuah telur kayak gitu.. ternyata boros terus cyiinn… harus bikin minimal 3 biar bisa kentel banget kayak gitu.

Porsi Naga Merah ini jumbo sekali! Harus dipastikan kalian yang makan ini dalam keadaan perut lapar atau punya perut karet. Momi aja yang doyan makan ga shanggup ngabisinnya, soalnya emang gede banget. Kenyaaaang banget. Mana kuahnya isinya telur semua kaan?

Satu mangkuk ramen Naga Merah ini sekitar 60rb. Momi lupa. Pokoknya siapkan uang segituan aja ya kalau mau nyoba. Walau harganya cukup lumayan, pasti bakalan terpuaskan dengan ke-aunthetic-an ramennya. Ga perlu jauh-jauh ke Jepang, tapi kalau mau liburan juga gapapa. Sirik aja Momi Kippo! Hihihi..

Weekend Escape: Dapoernya Paberik

Sebagai full time mom (baca: Ibu Rumah Tangga), yang namanya me time itu merupakan sesuatu hal yang langka sekali.. Rasa-rasanya video yang pernah viral beberapa waktu lalu yang menceritakan tentang curhatan seorang istri sudah dandan full make up yang meminta diajak oleh suaminya ke Alfamart seperti merepresentasinya diriku yang sekarang. Huhu. Iya, mamak rindu jalan-jalan. Seharian pake daster dan ga dandan lama-lama bisa ga waras.. Karena sudah mulai menunjukkan tanda-tanda ga waras, akhirnya akhir minggu lalu Papi G ngajakin Momi malam mingguan, pengen makan enak tapi dengan suasana yang beda, kids friendly dan yang pasti ga bikin kantong jebol. Memang ada??

Yaaa ada dooong!!

Dapoernya Paberik!

Tempat baru? Yups! Ini adalah tempat baru dengan konsep yang unik. Nature in the house! Begitulah sebutanku untuk tempat ini. Kok ngasih julukan kayak gitu?  Kenapa tidak? Kalau kamu ke sini pasti bakalan setuju dengan pendapatku. Berada satu kawasan dengan Paberik Badjoe, resto ini menawarkan paket kumplit. Gedung bekas pabrik diubah jadi resto-foodcourt yang asyik banget. Dipenuhi dengan tanaman-tanaman hidup, Dapoernya Paberik bener-bener bisa membuat kita kabur dari rutinitas yang monoton. Memang Bandung dengan segala tim kreatifnya.

Instagramable banget!!

Konsep restonya lebih ke foodcourt ya, jadi pas masuk kita bakalan disamperin sama mbak-mbak terus dikasih meal card lucu ini.. cara pesannya juga unik, tinggal datang kemasing-masing booth. Kemudian pesan (harganya sudah ada tertera ditiap-tiap booth). Setelah mereka mencatat (atau order via tab) nanti keluar menu yg kamu pesan dan mereka akan membubuhkan stempel lucu ini. Cutee banget kaaan??

Jatuh cinta banget sama stampel di meal card ini

Setelah selesai makan, kamu bisa langsung ke kasir dan nunjukin kartu ini terus kasir akan menyebutkan menu yang dipesan lalu tinggal bayar deh. Aduuhh suka deh sama konsepnya.

Untuk makanannya, bener deh ya. Resto ini ga main-main dengan makanan. Rasanya enak banget! Serius deh ga bohong. Pesen Dori Crispy dan Mix grill, dipadu dengan saus Barbeque dan Mushroom khas saus pendamping steak, bisa disandingkan dengan saus steak di resto steak kenamaan tapi dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk steaknya, harga mulai dari 35rb! Selain steak, atau western food. Di Dapoernya Paberik ini ada juga menu makanan dari negara lain, seperti Asian (Sushi, Ramen), Nasi Goreng, dan masih banyak lagi.

Mix grill dan Dori steak

Yang bikin paling jatuh cinta selain makanan itu adalah minumannya! Mango booster dan Red Dragon booster! Jus Mangga dan Jus buah naga yang diblend dengan ice yg ga terlalu banyak kemudian ditambah yakult! Aduuhhh rasanya enak banget buat ngeboost mood seharian! Pas banget buat mamak yang hampir ga waras gara-gara seharian diem di rumah! Harganya juga cukup murah, hanya 18rb saja. Untuk minumannya mulai dari 5rb.

Red Dragon Booster

Rasanya betah banget diem di resto ini, selain emang fresh karena pemandangan baru dan banyak tanaman hidup. Resto ini luasssss banget!! Jadi kalau mau arisan atau kumpul keluarga besar bisa banget! Banyak spot yang instagramable banget.. siap-siap deh stok foto buat diupload diinstagram bakalan nambah. Hihihi

Oiya!! Setiap 30 menit, jangan kaget ya kalau tiba-tiba ada percikan-percikan air kesegaran yang keluar dari atas dan bikin seger ke muka. Itu bukan hujan atau atapnya bocor yaaa! Tapi, itu merupakan suatu teknologi (kalau ku bilang ya, abis gak tahu bahasanya apa. Haha) yang digunakan untuk menyiram tanaman. Seperti yang dibilang tadi, tanamannya hidup semua! Bener-bener seger deh! Kalo Ilya udah besar dikit aja, kayaknya seru liat dia lari-larian di sana. Aduuhh udah ga sabar nunggu Ilya gede!! Hihi..

Dari yang awalnya ragu buat mampir ke sini, malah sekarang jadi pengen balik lagi ke sini. Bener-bener bikin ketagihan.. 😆😆

Eatboss, eat like a boss!!

Bingung mau sarapan apa? Bisa nih cobain Nasi Goreng Cikur versi Jumbooooo!! Huwoow!! 😱

Ini salah satu varian menu sharing di @eatboss Dago. Harganya kalo ga salah 45rb semangkok besar ini. Bisa dimakan 2-3 orang pria atau 6 orang ciwik-ciwik yang selalu beralasan ingin diet. Ini porsinya emang banyak bangeeett, kita aja makannya sampe ga abis..

Mungkin untuk menu sharing banyak yang kepikiran kalo rasanya ga enak, biasa aja, kurang bumbu atau seadanya. Tapi nasgor ini beda. Rasanya enak, cikur/kencur-nya kerasa. Citarasa aslinya tetep dijaga walau dibuat dalam versi jumbo. Ga pelit bumbu deh pokoknya!

Di Eatboss ini banyak banget menu sharingnya. Dari nasi, pizza ukuran 0.5-1 m, hotdog ukuran raksasa, minuman satu pitcher dan banyak lainnya.. Kalo mau hemat nraktir temen-temen langsung cuss ke sini! *malah promosi* 😂


#irrajajan

P.S: Pizza ukuran setengah meternya enak juga lho. Rotinya lembut, toppingnya cukup walau agak jarang-jarang. Harganya juga sekitar 45rban. Dapet 8 slice ukuran besaaar..


P.S.S: Mango Lychee Sodanya ena’ (lupa nama menunya 😂) suegeeerrr.. Satu pitcher harganya 35rb. Pas banget buat diminum ramean. Pokoknya kalo mau traktir hemat. Cuss langsung ke sini!