5 Rekomendasi Perawatan Medis Untuk Bekas Jerawat

Meski mengobati bekas jerawat dapat dilakukan di rumah, untuk mendapatkan hasil terbaik seringkali diperlukan perawatan medis yang disarankan oleh dokter kulit.

Bekas jerawat akan muncul saat jerawat mulai membaik dan sembuh, pada kasus ringan bekas jerawat akan meninggalkan bekas luka kemerahan atau kehitaman pada kulit.

Namun pada beberapa kasus, jerawat dapat menyebabkan bekas yang cukup parah seperti munculnya jaringan parut dan warna kulit yang tidak merata.

Untuk mengatasi bekas jerawat dengan kondisi seperti itu, diperlukan perawatan medis khusus yang disesuaikan dengan jenis kulit dan tingkat keparahan bekas jerawatnya.

Melalui artikel ini aku mau memberikan 5 rekomendasi perawatan medis untuk menghilangkan bekas jerawat. Yuk kita simak bersama-sama!

Rekomendasi Perawatan Medis Untuk Bekas Jerawat

perawatan bekas jerawat

Terdapat berbagai perawatan medis yang dapat dilakukan di klinik kecantikan yang disarankan oleh dokter kulit, diantaranya:

1. Platelet Rich Plasma (PRP)

Metode pertama untuk menghilangkan bekas jerawat yang dapat kamu coba adalah metode Platelet rich plasma (PRP).

Metode ini merupakan salah satu metode penghilang bekas jerawat yang cukup efektif. 

PRP bekerja dengan mengambil sejumlah kecil darah yang kemudian darah ini ditempatkan ke dalam mesin yang memisahkan darah dan trombosit. Kemudian dokter kulit akan menyuntikkan trombosit ke area yang dirawat.

Metode ini merangsang pergantian sel kulit mati menjadi sel kulit yang sehat sehingga prosesnya membutuhkan waktu yang cukup lama. Hasil dari metode PRP ini dapat terlihat setelah melakukan 3 kali perawatan.

2. Mikrodermabrasi

Selanjutnya ada perawatan medis dengan mikrodermabrasi. Metode perawatan non invasif ini bekerja dengan mengelupas kulit secara lembut.

Dalam penerapannya, dokter kulit akan menggunakan alat khusus yang dapat mengikis kulit mati sekaligus menghisapnya. Merangsang pertumbuhan kulit yang lebih sehat dan halus.

Meskipun tidak dapat mengobati bekas jerawat secara langsung, metode mikrodermabrasi ini digunakan untuk meratakan warna kulit, mengurangi kerutan serta menyamarkan stretch mark.

3. Intense Pulsed Light (IPL)

Intense pulsed light (IPL), merupakan salah satu metode menghilangkan bekas jerawat paling umum di klinik kecantikan.

Metode ini dipilih untuk menghilangkan bekas jerawat yang dapat menyebabkan perubahan warna kulit. IPL mirip dengan metode laser, yang membedakan keduanya adalah gelombang cahaya yang digunakan.

Metode perawatan laser menggunakan gelombang infrared, sedangkan IPL menggunakan kombinasi dari berbagai jenis gelombang cahaya (biru, kuning dan inframerah) untuk mengusir bakteri, mengurangi peradangan, dan membantu meratakan warna kulit. 

Perawatan IPL memiliki getaran sehingga cakupan area perawatannya yang lebih luas. Sehingga, selain digunakan untuk menyamarkan bekas jerawat, IPL juga dapat merontokkan rambut, memudarkan stretch mark dan memperbaiki kerutan pada wajah.

4. Perawatan Laser

perawatan laser

Perawatan laser untuk bekas jerawat bekerja dengan menargetkan area dengan permasalahan kulit seperti bekas jerawat dengan pancaran cahaya pada tingkat energi tertentu.

Energi ini yang akan menstimulasi jaringan pada kulit dengan memproduksi kolagen dan elastin yang dapat mengurangi munculnya bekas luka. 

Terdapat dua jenis perawatan laser untuk bekas jerawat, yaitu laser ablatif dan laser non ablatif. 

Laser ablatif bertujuan untuk menghancurkan lapisan bekas jerawat di kulit, sehingga sel-sel kulit baru bisa tumbuh. Sedangkan, laser non ablatif dilakukan untuk merangsang produksi kolagen dan pertumbuhan sel kulit baru.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, perawatan dengan menggunakan metode laser memerlukan sesi perawatan lebih banyak dibandingkan yang lain.

5. Filler Injection

Terakhir ada filler injection yang merupakan salah satu metode perawatan medis untuk mengatasi bekas jerawat. Metode perawatan ini bekerja dengan menambahkan volume pada bekas luka jerawat seperti bopeng.

Dalam prosesnya, perawatan ini dilakukan dengan cara menyuntikkan bahan kimia tertentu ke dalam kulit untuk meratakan bekas jerawat. Metode ini membantu tubuh untuk memproduksi lebih banyak kolagen dan elastis untuk mengisi bekas luka.

Metode perawatan ini memberikan hasil yang sementara, berkisar antara 3 bulan hingga 2 tahun tergantu bahan yang digunakan oleh dokter kulit.

Untuk mempertahankan hasil filler injection, diperlukan serangkaian perawatan lain yang dapat mendukung metode ini. Hasil terbaik dapat terlihat setelah melakukan beberapa kali kunjungan.

Kesimpulan

perawatan medis bekas jerawat

Beberapa jenis bekas jerawat tidak dapat diobati dengan hanya menggunakan produk perawatan kulit di rumah saja.

Kasus bekas jerawat yang parah diperlukan perawatan medis atas rekomendasi dokter kulit untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Itulah 5 rekomendasi perawatan medis paling umum yang dapat kamu lakukan untuk menghilangkan bekas jerawat membandel. 

Sebelum melakukan perawatan medis, sebaiknya kenali terlebih dahulu jenis-jenis jerawat dan juga berbagai jenis bekas jerawat yang dapat membuat kepercayaan diri menurun. 

Dengan begitu banyaknya pilihan untuk mengobati bekas jerawat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit untuk menentukan perawatan yang tepat bagi permasalahan kulitmu.

Logo irraoctavia com baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *