#AksiFlashBunda Ketika Anak Terjatuh Dari Tempat Tidur

Sebagai orang tua pasti pernah dong panik ngeliat anak bayinya jatuh dari kasur? Anak bayi yang selalu diapik-apik jangan sampai terjatuh dari kasur, sudah dilengkapi pengaman sedemikian rupa, tapi tetap aja kecolongan. I feel you, mommies!

Iya, kejadian ini baru saja terjadi semalam. Ketika baby Kippo lagi mau ganti pospak sama Papi G, secara tiba-tiba aku melihat dia udah terbaring di lantai, nangis. Panik sekaligus marah dan sedih melihat anak bayi kita jatuh dari kasur. Seketika langsung merasa gagal menjaga anak.

Baby Kippo sekarang udah banyak gaya, dia udah bisa muter, membolak balikkan badan dengan berbagai gaya. Kita sebagai orang tua sering kali lalai dan malah masih tetap menidurkannya dipinggir kasur. Menganggap dia masih bayi, padahal duduk udah tegak. Dengan dua kali balikan badan saja Baby Kippo bisa langsung terjatuh. And it’s happened.

Terus anaknya malah dijadiin konten. 🤣 (reka adegan)

Terus apa sih yang harus dilakukan orang tua ketika anaknya jatuh dari kasur? Sebelumnya, mari perhatikan hal-hal berikut:

1. Jangan panik!

Walau sempat panik, marah dan sedih. Aku berusaha untuk mengendalikan emosi dengan tidak memperkeruh suasana. Buah hati kita tahu ketika ibunya sedih atau marah, ia akan menangis semakin kencang. Hal ini malah membuat kita semakin panik. Oleh karena itu sebisa mungkin kita tetap tenang dan berusaha menenangkan bayi kita.

2. Observasi 1×24 jam

Perhatikan kondisinya apakah setelah terjatuh si anak ada muntah, kejang, demam, perubahan perilaku, mata dan anggota gerak (tangan dan kaki) jadi tidak simetris pergerakannya, menjadi lebih cepat atau lambat. Jika mommies melihat tanda-tanda tersebut, segeralah membawa anak ke dokter atau rumah sakit. Jangan ditunda lagi!

Lalu, bagaimana cara mengantisipasi agar anak tidak terjatuh dari kasur?

  • Selalu awasi anak kita.

Perhatikan perilakunya, apakah ia sudah mulai aktif berguling, sudah bisa merangkak atau belum. Kenali anak kita agar kita dapat mempersiapkan segalanya.

  • Buat pagar pengaman disekitar kasur.

Temanku memilih opsi ini sebagai langkah proteksi anaknya. Sebenarnya ini agak ribet ya. Harus pasang pagar pengaman di sekeliling kasur dan membuat orang dewasa agak kesulitan untuk naik ke kasur. Iapun bilang begitu. Tapi menurutnya cukup safety mengingat anaknya yang sudah toddler dan cukup aktif.

  • Hilangkan dipan kasur.

Sebenarnya hal ini sering dilakukan oleh para orang tua. Mereka memilih untuk menghilangkan dipan kasur dan menempatkan matras kasur langsung diatas lantai. Hal ini memang dapat mengurangi resiko anak terjatuh dari kasur, tapi kita sebagai orang tua harus tetap memperhatikan kebersihan kasur, jangan sampai debu lantai masuk ke dalam kasur.

  • Siap sedia Thromboflash di rumah

Terkadang walau sudah dipersiapkan sedemikian rupa, yang namanya kecelakaan tidak dapat kita hindari. Kalau sudah terjadi, kita harus sedia pertolongan pertama. Biasanya anak yang terjatuh dari kasur suka meninggalkan luka lebam di beberapa bagian tubuh. Lebam terjadi karena pecahnya pembuluh darah kapiler dibawah kulit akibat benturan benda tumpuk. Tapi jangan panik moms! Sekarang luka lebam bisa dihilangkan dengan menggunakan Thromboflash!

Thromboflash merupakan anti thrombosis/anti coagulant, berbahan dasar Heparin Sodium 200 IU yang berasal dari mocusa sapi. Heparin bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, mengurangi peradangan, dan melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan. Thromboflash menjadi sahabat keluarga yang aman dan nyaman karena telah bersertifikat HALAL.

Sekarang udah gak takut lebam lagi deh kalau anak terjatuh dari kasur. Thromboflash ini wajib ada di kotak P3K di rumah.

***

Jadi, itulah hal-hal yang harus mommies perhatikan ketika anak terjatuh dari kasur. Apakah ada yang punya pengalaman yang sama denganku? Yuk sharing di komen.