Rumah Makan Padang Enak di Bandung Yang Harus Kamu Tahu

Halo!

Selamat tahun baru 2019!! Selamat membuka lembaran baru dari kehidupan. Semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Tahun baru itu selalu identik dengan yang namanya liburan, apalagi waktunya bertepatan dengan libur semester anak sekolah maupun kuliah, pasti banyak banget dong yang pergi liburan. Bandung masih merupakan tempat tujuan wisata terfavorit, lengkap banget kalau mau liburan di Bandung. Mulai dari wisata alam, wisata mall, wisata taman sampai wisata selfie ada semua. Kulinernya pun gak kalah seru! Oleh karena itu, dalam rangka menyambut wisatawan lokal maupun internasional yang sedang liburan tahun baru, Momi mau berbagi tempat makan Masakan Padang ter-enak di Kota Bandung! 😆

Siapa sih yang gak suka Masakan Padang? Kayaknya masakan Padang ini selalu bisa diterima oleh lidah manapun. Rasa makanan yang pedas dan kaya akan rempah ini selalu jadi pilihan ketika kita bingung mau makan apa. Ya kan? Dikesempatan kali ini, Momi kasih tahu nih Rumah Makan Padang mana aja yang terkenal di Bandung dan harganya bersahabat! Yuk simak!

Baca juga: 5 Tempat Makan Favorit di Bandung ala #irrajajan!

1. RM Malah Dicubo

Kayaknya semua orang udah pada tahu ya dengan rumah makan ini? Selain RM Padang (RMP) yang katanya Sederhana itu, salah satu RMP paling terkenal di Bandung adalah RM Malah Dicubo! Apa sih yang buat RMP ini terkenal? Konon ceritanya, RMP ini menggunakan rempah-rempah yang dikirim dari Padang langsung. Rasanya mencerminkan Masakan Padang yang sesungguhnya.

Ada banyak cerita yang Momi dengar dari teman-teman asli Padang, mereka yang pertama kali mencoba masakan Padang di Bandung merasa kalau Nasi Padang di tempat lain tidak seperti Nasi Padang di tempat mereka. Entahlah apa bedanya, karena Momi belum pernah ke Padang sama sekali. Tapi, lain ceritanya ketika mereka langsung diajak makan ke RM Malah Dicubo ini. Semua sepakat kalau rasa masakan Padang disini sama kayak masakan Padang di sana. Tanggapan yang sama juga datang dari keluarga besan sepupu yang orang Padang, mereka suka makan di sini. So, kalau kalian mau makan masakan Padang Asli, disini tempatnya!

Untuk ragam makanannya ada banyak khas masakan Padang, tapi yang jadi favorit Momi dan Papi G adalah Daging Cincang dan Dendeng Balado! Rendang-nya juga enak, rasanya lekoh kalo bahasa Sunda. Aduh! Bayanginnya langsung ngiler nih. Nasi yang dipiring cuma dikasih satu porsi, tapi jangan sedih, selalu disediakan satu porsi tambahan dipiring kecil. Jangan khawatir kemahalan, harga nasi tambahannya cuma Rp 1.500 sajaa, eh apa Rp 2.000 ya? Ya sekitar segituan yaa! Haha.

Setelah makan yang pedas-pedas, jangan lupa ditutup dengan Es Timun Serut. Segarnya parutan timun ditambah cincau hitam, dikasih gula dan es batu. Duh, rasanya itu segeeerr banget. Menenangkan perut dan lidah yang habis bertarung melawan pedas. Nyam!

Untuk lokasinya terletak di Terminal dekat Stasiun Bandung. Tempatnya kecil, gak terlalu besar. Biasanya pengunjung yang datang ke sini pegawai PT KAI, penumpang kereta yang kelaperan, warga yang habis berbelanja di Pasar Baru atau warganet kayak Momi yang ingin merasakan citarasa masakan Padang Asli! Kalau lagi rame suka gak kebagian tempat. Siapin camilan untuk menemani nunggu tempat tersedia! Dijamin worth the wait! Seenak itu masakanannya.

Harganya cukup terjangkau, untuk dua porsi makanan sekitar Rp 50.000-75.000 tergantung dengan lauk yang dipilih.

Vedrict: yang punya RM Malah Dicubo mirip penyanyi grup vokal Lingua!

Baca juga: Bebek Sinjay ada di Bandung

2. RM Padang Tanpa Nama

Kalau disini, RMP langganan Momi! Soalnya dekat dengan rumah dan rasanya enak banget walau warnanya tidak terlalu mencolok. Menurut Momi, RMP Tanpa Nama ini merupakan dupe-nya RM Malah Dicubo. Soalnya rasanya juga khas masakan Padang, pemiliknya orang Padang asli.

Yang bikin RMP ini masuk list RMP ter-enak karena, mereka menyediakan Telor Dadar Padang!! Terharuuu.. soalnya, selama ini Momi sudah melakukan perjalanan kuliner mencari telor dadar yang dimasak dengan cara Padang kemana-mana itu susah. Even RM Malah Dicubo-pun gak punya, eh punya deng tapi kayaknya dicampur tepung. Agak lupa, soalnya seringnya gak ada si telur dadar ini. Nah! Tau kan perbedaannya? Kebanyakan RMP lain selalu mencampur telor dadarnya dengan tepung supaya tebal, sedangkan RM Tanpa Nama ini pure telor dadar tebal yang entah bagaimana caranya dimasak dengan cara Padang. Rasanya itu enak banget!!

Ada kepala kakap juga lho! Source

Telor dadar favoritkuu.. source

Masakan di RM Tanpa Nama ini kayaknya favorit semua deh. Soalnya kalau datang kesorean atau pas jam makan siang, masakannya suka habis tak bersisa. Nunggu dimasak kloter berikutnya. Rasanya memang seenak itu. Kaya akan rempah tapi gak bikin enek. Kalau mau makan makanan Padang versi lebih light, bisa ke Tanpa Nama.

Jam 20.00 dan udah mulai abis

Lokasinya berada di Jalan Moh.Toha No. kalau keluar dari pintu tol Moh.Toha, maju terus sampai kurang lebih 200 meter sebelum lampu merah, tengok ke kanan! Posisinya ada di kanan jalan. Tempatnya kecil sebenarnya dan plang namanya juga kecil dan sering ketutup pohon besar di depannya. Jadi harus lebih teliti ya nyarinya!!

Baca juga: Segarnya Menikmati Garang Asem Semarang di Bandung

3. Kedai Padang Ajo

Yang satu ini sebenernya tidak termasuk Rumah Makan Padang, masuknya Kedai karena tempat penyajian makanannya berada roda gitu. Kedai Ajo ini merupakan rumah makan portable! Haha.

Agak susah kalau mau makan di sini. Soalnya kedai ini hanya buka setiap hari Senin-Sabtu saja dan biasanya lewat dari jam 12 suka habis. Hari Minggu dan tanggal merah tutup. Jadi cuma punya waktu hari Sabtu aja buat makan di sini. Bener-bener kejar-kejaran. Haha. Tapi Kedai Ajo ini bikin penasaran. Kakak Ipar selalu cerita betapa enaknya masakan padang di sini. Sampai akhirnya minggu lalu berhasil juga makan di sini. Setelah sebulan lamanya bolak balik ke sini tempatnya tutup terus! Haha.

Lokasinya berada tepat di samping Kobe Tepanyaki. Siang-siang Kobe tutup tapinya.

Untuk menunya standar menu nasi padang. Mereka juga menyediakan kepala ikan kakap sebagai menu andalannya. Jujur, sampai sekarang Momi belum nyobain kepala ikan kakap kayak gimana rasanya. Geli. Hiii..

Kita memesan menu standar aja, rendang, ayam sayur dan cincang. Pas pertama kali mencicipi, rasa kuat rempahnya terasa banget. Bener kata Kakak Ipar kalau rempahnya disini tuh kuat banget. Tapi lama kelamaan kok berasa kayak rasa bumbu rendang instan cap pohon mangga ya? 😂

Untuk harga rendang, ayam dan cincang seporsi Rp18.000, kalau kepala ikan kalap harga seporsi Rp45.000 kalau gak salah.

***

Kesimpulannya, nasi padang favorit masih ditempati RM Tanpa Nama yang punya telur dadar padangnya itu. Malah Dicubo ada diurutan ketiga dan ternyata Nasi Padang Ajo ada diurutan ketiga karena tidak sesuai ekspektasi.

Kalau kalian? Punya RM Padang favorit juga kah? Yuk share di komen.