[Review] Ponds x Maudy Ayunda: Lemon Glow and Exfoliating Kiwi

Halo! Kali ini #reviewcantik mau bahas pembersih wajah yang menarik perhatian beberapa waktu lalu karena kemasannya yang gemes banget dan seger dilihat. Rangkaian pembersih wajah Ponds yang berkolaborasi dengan Maudy Ayunda. Ponds X Maudy Ayunda.

Ada 3 varian yang tersedia, semangka, kiwi dan lemon. Ponds edisi ini bertema buah-buahan yang pasti bikin seger. Summer edition gituu. Masing-masing dari variannya memiliki fungsi yang berbeda. Seperti:

Brightening Watermelon

Seperti namanya, varian yang satu ini bertugas untuk mencerahkan wajah. Kandungan Moisture Balancing Formulanya dapat melembabkan, serta menutrisi kulit sehingga menghasilkan wajah yang cerah, mulus dan halus.

Exfoliating Kiwi

Yang satu ini merupakan exfoliating scrub. Yang memiliki kandungan Purifying Natural Scrub berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori kulit secara menyeluruh dan membantu mengangkat komedo serta sisa make up di wajah.

Lemon Glow

Memiliki keunggulan membuat wajah glowing, bebas kilap seketika dan segar sepanjang hari. Kandungan Antioxidant Lemon Extract membuat wajah lebih cerah, menghilangkan kusam dan minyak berlebihpada wajah.

Review

Pertama kali beli sih yang Lemon, tapi yang pertama dipakai malah yang Kiwi. Haha. Soalnya beberapa waktu kebelakang lagi rutin banget pakai Sabun Pepaya. Akhirnya dipake sama Papi G sampai setengahnya.

Baca juga: [Review] Dream, Sabun Pepaya Andalanku

Pertama coba yang kiwi, hasilnya wajah jadi kenceng dan segar. Muka berasa bersih banget. Enak dipake sebelum tidur. Bikin relax. Wanginya soft dan yang bikin gemes itu isinya mirip banget sama kiwi beneran ada butiran-butiran scrub yang berwarna hitam!

Lemon Glow enak banget dipakai dipagi hari setelah bangun tidur. Muka langsung berasa bersih dan siap menghadapi hari ini. Ketika hari mulai menjelang sore, ketika polusi dan minyak mulai muncul dipermukaan kulit wajah langsung cuci muka pake Pond’s Lemon Glow, minyak diwajah langsung diangkat seketika.

Untuk kedua produk ini aku pakainya bergantian. Pagi hari sebelum beraktivitas biasanya pakai yang Lemon Glow malam sebelum tidur pakai Exfoliating Kiwi. Perpaduan kedua produk ini bener-bener mantul! Mantap betul! Pemakaian rutin dapat membantu meremajakan kulit wajah serta meningkatkan khasiat skincare. 2019 bisa say good bye deh sama kulit kusam!

Keduanya memiliki wangi yang soft dan menyegarkan. Menarik banget Pond’s mengeluarkan produk dengan tema buah-buahan.

***

Jadi, itulah review tentang Ponds X Maudy Ayunda. So far suka banget sama semua variannya. Next mau coba yang Brightening Watermelon biar bisa koleksi semua produknya.

Price: Rp25.000-30.000+

Where to buy: Supermarket

Repurchase: Yes, try another varian!

Ponds X Maudy Ayunda ini limited edition lho! Grab it fast while in stock!

Ramen Sensei, Bandung. Murah, Meriah, Mantap!

Selamat siang! Siang-siang gini suka bingung ya mau makan apa. Jangan khawatir, aku mau berbagi menu makan siang yang pasti seger banget buat menemani siang mendung ini.

Ceritanya sekitar pertengahan tahun 2018 lalu ada tempat makan Ramen baru dideket rumah. Ramen Sensei namanya! Awalnya agak pesimis, ah paling gak lama! Karena orang Inhoftank sini suka bosenan, makanan baru, aneh dan mahal suka gak bertahan lama. Maklum lah range pengeluaran buat makanan kayak gitu masih kecil, warganya suka yang murah-murah, termasuk Momi! Wkwk. Etapi ternyata pikiran itu dipatahkan dengan bertahannya si Ramen ini. Sampai sekarang tempatnya tetap rame! Setelah diselidiki ya gimana gak rame, wong menunya banyak dengan harga yang bervariasi dan terhitung murah. Seneng dong jadi punya tempat baru buat nongkrong.

Sebenernya udah sering Momi ke sini, karena suka dengan citarasa kuahnya dan tekstur mie ramennya yang mirip ramen-ramen premium. Lembut banget! Toppingnya juga banyak banget tinggal pilih!

Baca juga: Hakata Ikkousha, Ramen Asli Jepang Ada di Bandung

Ada banyak pilihan kuah di Ramen Sensei ini, lengkap dengan levelnya. Kalau lagi pusing dan pengen yang pedas-pedas bisa pilih yang level 5. Kuahnya semua enak! Biar kebayang Momi jelaskan dikit ya rasa dari masing-masing kuahnya.

Kuah Original Chicken: rasa ini mirip kayak kuah Ind*mie Ayam Bawang. Gurih kaldu ayamnya kerasa banget.

Kuah Kare: kalau yang ini rasa kari ya. Gak terlalu rempah banget kok rasanya dan gak kental. Rasanya tetap light walau namanya Kare.

Kuah Oriental: kalau kuah ini agak asam gurih gitu dan sedikit kental. Harusnya ya kalau kuah asli dikasih daging kepiting gitu ya. Disini juga ada tulisannya dikasih daging kepiting, tapi jangan terlalu berharap banyak banget. Rasanya mirip telur kocok soalnya. Hehe.

Kuah Tomyam: yang ini kayaknya kuah kesukaan semua orang deh ya. Kuah asam manis gurihnya ini kerasa banget.

Kuah Suju: nah ini kalau dilihat dari deskripsinya agak bikin enek ya. Kuah Susu Keju. Tapi kalau dicobain rasanya enak dan gak bikin enek kok. Bisa dicoba buat yang penasaran rasa Susu dan Keju.

Varian Ramen

Ramen Sensei ini memiliki 2 ukuran porsi. Ada porsi jumbo dan reguler. Sebenarnya harganya gak terlalu berbeda jauh. Hanya saja porsinya itu loooh.. banyaaak banget. Kalau lagi laper banget bisa makan Ramen Jumbo. Kalau lapar biasa, yang reguler juga cukup kok.

Ramen Jumbooooo

Selain ada menu ramen kuah, di sini juga ada ramen goreng dan menu nasi kayak donburi gitu. Tapi Momi belum pernah coba. Masih setia dengan ramen kuah kesayanganku.

Baca juga: Mie Bakso Miskam Legend!

Apakah menu ramen favorit Momi Kippo? Jawabannya adalah Ramen Akhir Bulan!! Yeay! Ramen ini yang selalu memikat hati. Toppingnya sangat sederhana, hanya tahu dadu tepung dan sosis dan tidak lupa nambah kerupuk batagor dan kuah apapun level 5. Mantap tenan! Enak! Sebenernya bukan setiap akhir bulan aja kok makan ramennya, tapi memang ramen ini yang toppingnya pas! Pernah coba topping yang lain, pasti rasanya aneh. Ada yang bau kulkas, kayak kelamaan disimpen dikulkas gitu rasanya, padahal digoreng. Ada yang rasanya asin banget+bau tanah. Duh, gak lagi deh.. mending ganti-ganti kuah aja kalo bosen. Topping tetap tahu dadu+sosis aja sama tambahan kerupuk batagor kering. Pedas dan niqmat!

Ramen Akhir Bulan Superzoom

***

Verdict: Ternyata, Ramen Sensei ini tersebar di Bandung dengan banyak nama yang berbeda-beda, diantaranya Ramen Bajuri dan Shifu Ramen. Kalau kalian berkunjung ke ketiga tempat ini, kalian akan menemukan satu kesamaan. Yaaaa! Buku menunya sama persiiissss…. Kirain ya bakalan ada beda apa gitu, ternyata sama persis plek ketiplek tiplek cuma ganti nama aja. Jadi memudahkan untuk mendapat konsumen lain.

Movie Review: Hereditary (2018)

Siapa yang suka nonton film horor? Dulu banget, sejak zaman SD aku suka banget nonton film horor. Dari zamannya Suzzana sampai hantu-hantu iconic Indonesia, semua ditonton tanpa rasa takut sedikitpun! Haha. Sampai dulu nontonin acara uji nyali dan kepengen ikutan. Emang aneh Irra ini.

Tapi kok entah kenapa sekarang jadi males banget nonton film horor. Apakah semakin tua umur ini, jantung jadi semakin gak kuat menghadapi jumpscare? Entahlah. Yang pasti gamau buang-buang waktu buat nonton film horor yang bikin ‘capek’.

Tapi, kalau ada film horor yang oke sih masih ditonton. Lho? Gak konsisten! Haha. Semacam love-hate relationship gituu..

Jadi, beberapa waktu lalu sempet liat trailer film ini di twitter. Menarik sih, soalnya banyak orang yang ngomongin film ini. Awalnya ku kira ini film thriller, eh ternyata film horor. Setelah membaca ulasan film ini yang katanya must watched! Jadi makin penasaran dong sama filmnya.

Attention!

SPOILER ALERT! Kalau yang gak suka nonton terus kena spoiler bisa skip postingan ini tapi jangan lupa baca postingan yang lain yaa! Haha. Tapi, kalau butuh referensi tentang film ini bisa baca dengan tenang sampai beres ya. Insha Allah gak akan terlalu banyak spoilernya. Haha.

Oiya! Ini bukan review expert yang akan menjelaskan detail sampai ke teknik pengambilan gambar dan review akting ya. Cuma review dari seorang penonton aja. So, here we go!

Hereditary (2018), film ini bercerita tentang keluarga Graham yang baru saja ditinggalkan oleh Ellen, ibunda dari Annie Graham (Toni Collete). Di pemakaman ibunya Annie bercerita kalau ia tidak mengenali semua tamu yang hadir di sana. Ia bercerita kalau hubungannya dengan ibunya memang tidak begitu baik. Ibunya memiliki suatu perkumpulan spiritual dan seluruh tamu yang hadir merupakan anggota dari perkumpulan tersebut.

Setelah kepergian Ibu-nya, Annie kembali ke kehidupan normalnya sebagai pembuat miniatur untuk sebuah galery.

Charlie Graham (Milly Shapiro) merupakan anak kedua Annie yang menjadi cucu kesayangan Ellen. Neneknya tidak pernah membiarkan Charlie diurus oleh siapapun selain dirinya. Charlie merasa kehilangan sekali dan mulai bertanya “siapa yang akan mengurusnya sekarang?” Annie datang ke kamarnya untuk menghibur Charlie. Ketika akan meninggalkan kamar, Annie melihat tumpukan barang-barang peninggalan ibunya, ia melihat sebuah buku dengan tulisan “Buku Spiritual” dan mendapati ada surat didalamnya. Surat permintaan maaf dan meyakinkan bahwa segala pengorbanan yang (akan) mereka lakukan tidak akan sia-sia. Hmm.. bener-bener bikin penasaran!

Anak pertama Annie, Peter Graham (Alex Wolff) merupakan seorang pelajar yang suka sekali menghisap ganja. Halusinasinya seringkali membawa petaka baginya. Kisah film ini dimulai disini, ketika Peter akan menghadiri sebuah pesta di rumah temannya, Annie menyuruhnya untuk mengajak adiknya. Charliepun terpaksa ikut. Ketika di pesta, secara tidak sengaja Charlie memakan kue coklat kacang yang menyebabkannya alerginya kambuh dan dia jadi tidak dapat bernafas. Peter panik dan langsung membawanya pergi. Efek sehabis mengisap ganja, panik dan takut membuatnya mengemudi dengan sangat cepat. Malang adiknya tidak tertolong.

Keesokan harinya ketika Annie akan pergi ke supermarket, ia dikejutkan dengan mayat anaknya Charlie yang sudah menghitam karena didiamkan semalaman. Annie menangis meraung-raung dan terpukul sekali.

Annie memiliki kelompok sharing di kota. Setiap malam ia selalu datang ke kelompok itu dan berbagi cerita tentang keluarganya yang ‘ajaib’. Hingga malam itu, ketika akan menghadiri kelompok itu setelah kematian putrinya, ia bertemu Joan (Ann Dowd) yang mengaku sebagai temannya di kelompok itu. Ia memiliki cerita yang hampir mirip dengan Annie. Karena merasa memiliki kisah yang sama, Anniepun berkunjung ke rumah Joan dan berbagi cerita tentang kisah sedihnya.

Hari terus berlalu, hubungan Annie dan Peter semakin renggang. Konflik demi konflik mulai datang. Sampai suatu ketika secara tidak sengaja Annie bertemu dengan Joan lagi dipelataran supermarket. Joan dengan antusias bercerita mengenai pengalaman spiritualnya tentang bertemu arwah cucunya. Joan sangat bahagia dan meminta Annie untuk menyaksikannya. Annie yang sedang dalam keadaan tidak stabil menuruti kemauan Joan dan mulai mengikuti proses ritual itu. Berhasil! Joan berhasil mendatangkan arwah cucunya.

Annie yang masih dalam kesedihan karena kehilangan putrinya mulai mencoba ritual pemanggilan arwah itu. Keadaan mulai memburuk ketika ritual ini dilakukan. Jawaban demi jawaban atas pertanyaan yang muncul diawal mulai terungkap. Sebenarnya apakah yang diwariskan oleh Ellen sehingga membawa petaka bagi Annie dan keluarganya?

***

Hereditary ini memang cocok jadi film horor terbaik 2018. Film ini tidak memunculkan jumpscare yang bikin penonton capek berteriak. Film ini justru memberikan kesan menakutkan bahkan sampai detik ini ketika review ini ditulis. Iya, aku setakut itu sebenarnya untuk mengingat setiap adegannya. Simbol spiritual didalamnya merupakan benang merah dalam setiap kisahnya.

Film ini sukses bikin kepikiran sampai berhari-hari. Bukan, bukan karena karakter hantunya. Bahkan hampir tidak ada sosok hantu. Hanya pas diawal saja ketika kematian ibunya Annie. Setelahnya kita hanya disuguhi aura-aura mistis yang rasanya masih kerasa sampai sekarang. Ngeri.

Film ini berhasil membawa aura kelam dan menegangkan lewat karakter pemeran yang kuat dan pemilihan tone yang kelam. Make up artis-nya pun berhasil menyulap semua pemeran sesuai dengan karakternya. Beneran keren!

So, kalau kalian berani. Cus tonton film ini. Banyak pertanyaan yang akan muncul difilm ini. Enjoy the movie!

PS: all picture source from google.com

Waroeng Steak n Shake Konsep Baru Yang Kekinian

“Yuth, besok sibuk gak?”

“Hmm.. gak sih kayaknya, kenapa?”

“Ke WS yang baru yuk!”

“Ooo yaa Ayok!”

Itulah sepenggal percakapan dari sepupu Momi yang ngajakin makan ke Waroeng Steak yang baru di jalan BKR, Bandung. Dimanapun kalau udah diajak makan, Momi seneng aja. Langsung hayuk-hayuk. Haha.

Sebenarnya siapa sih yang gak pernah makan Steak Waroeng Steak (WS)? Kayak ya semua pernah ya, soalnya WS ini setahu Momi sudah tersebar di berbagai kota. Bukan hal baru sebenarnya makan di WS. Steak Sirloin tepungnya dan saus khas WS itu sudah menjadi signature WS. Menu favorit sepanjang masa.

Tapi bahasan kali ini ada yang berbeda, Waroeng Steak (WS) ini ada yang baru buka di dekat rumah Momi sekitar beberapa minggu lalu. Hampir sebulananlah. Hadir dengan konsep baru yang kekinian. Terkesan lebih modern dan hype banget. Berbeda dengan konsep sebelumnya yang cuma resto steak murah aja.

Desain interior yang kekinian membuat WS jadi sedap dipandang. Betah lho lama-lama nongrong di sini. WS ini deket banget dari SMPN 11 Bandung dan SMAN 11 Bandung yang dua-duanya merupakan almamater Momi. Tau bangetlah dulunya apa tempat ini. Haha. Jadi, jangan heran kalau banyak anak sekolahan makan di sini. Selain itu juga WS punya promo khusus setiap jam 14.00-20.00 untuk Sirloin Steak Single dan Chicken Steak Single harganya jadi sekitar Rp 18.000-an sesudah pajak. Lumayan terjangkau kan untuk anak sekolahan.

Kenapa ya dulu gak ada tempat nongkrong seenak ini? Nasib.

Baca juga: Weekend Escape, Dapoernya Paberik

Untuk proses pemesanan makanannya, sebenarnya sudah berubah dari lama. Konsumen diwajibkan memilih menu sendiri dan langsung bayar di kasir.

Yang bikin gemes itu adalah tempat kasirnya. Kesannya kayak lagi pesan menu fast food terkena. Desainnya ituloh, kekinian banget!

Setelah selesai bayar, kita tinggal nunggu deh waiters-nya nganterin makanan ke meja. Simple bukan? Iya kalau sepi, kalau rame? Haha.

Jadi, selama seminggu kemarin ini Momi lagi suka-sukanya makan di WS ini, terhitung tiga kali makan di sini. Hari terakhir zonk banget! Karena orang-orang pada makan di sini dan antriannya itu panjaaaang sekali. Alhasil kita nunggu dua kali. Pas antri dan pas dianterin makanan. Alhasil menu yang dipengen habis dan seadanya. Hiks.

Tapi, tetap gak kapok kok buat makan di sini. Soalnya Momi emang suka banget sama steak WS yang pake tepung itu. Unik! Mungkin bagi beberapa orang gak suka ya steak bertepung. Yaiyalah.. apaan coba steak pake tepung? Tapi itulah uniknya WS. Gak ada steak tepung yang lebih enak selain WS, untuk saat ini.

Paduan tepungnya yang krispi diaduk dengan saus khas WS. Menciptakan citarasa yang luar biasa. Momi udah terlalu lama banget gak makan WS, mungkin ini yang dinamakan rindu.

Untuk rasa Cordon Blue (padahal harusnya Bleu ya?) menurut Momi kejunya kayak udah asem gitu. Entah karena memang seperti itu rasanya karena melalui serangkaian proses memasak yang menyebabkan ya jadi berubah rasa atau kejunya tidak dalam kondisi baik? Hmm.. gak tahu deh.

Selain konsep restonya yang baru, WS juga mengeluarkan menu baru, yaitu Wagyu Steak dan Steak Saus Keju! Wagyu steak jadi menu premium di sini. Momi belum minat sih, (selain karena harganya yang mahal) juga karena menurutku WS itu ya steak tepung! Titik! 😋

Baca juga: Konro Bakar Marannu dan Nasi Goreng Merah

Steak Chicken Double Hot Cheese ini sebenarnya menu seadaanya yang Momi ceritain sebelumnya. Steak Crispy dengan saus WS keburu habis, jadilah menu ini dipilih. Ternyata, walau ini menu pengganti, rasany enak juga! Mirip saus keju yang di Fire Chicken itu loh.

Menu barunya menempati posisi kedua dihati Momi!

So far suka banget sama konsep baru dari WS ini yang lebih kekinian. Banyak spot foto yang keren-keren. Oiya, di sini juga menyediakan meeting room yang sekelilingnya dikelilingi kaca. Jadi kalau mau kumpul bareng temen-temen bisa milih ruangan itu tanpa harus mengganggu pengunjung yang lain. Wuah! Seru!

Baca juga: Eatboss, Eat Like a Boss!

***

Habis nulis ini, malah jadi laper nih. Haha. Ntar makan WS lagi ahh.. mumpung belum bosen. Hihi.

5 Tahap Daily Skincare Dengan Raiku Beauty (review)

Aloha!

Sebagai seorang wanita yang namanya skincare dan kosmetik pasti tidak pernah terlewatkan, kan? Secuek apapun yang namanya wanita itu pasti gak jauh-jauh deh dari perawatan wajah, minimal cuci muka pake sabun wajah.

Semenjak demam K-Pop, Drama Korea (drakor), pokoke all about Korea mulai menyebar ke hampir seluruh dunia, pasti sering kali kita bertanya dalam kalbu, “Apa sih yang dipakai sama artis Korea itu sampai mukanya licin banget kayak gitu?” Sampai-sampai yang namanya skincare Korea mulai booming dari beberapa tahun lalu.

Sekarangpun yang namanya skincare-an udah banyak banget tahapnya sampai njelimet.

Sumber: Pinterest

Pernah denger 10 step skincare, Double cleansing, dll? Itu adalah rangkaian tahapan merawat wajah ala Korea. Saat ini sudah mulai banyak wanita-wanita yang mulai memperhatikan penampilan dan menjaga perawatan wajah.

Sebagai wanita yang (lagi) centil ini, mulai merasa perawatan wajah jadi prioritas. Secara ya udah late 20, harus mulai menjaga penampilan biar suami tak berpaling. Mulai semangatlah Momi menerapkan metode 7 step skincare Korea itu. Ke-7 bahkan 10 step itu jujur bagi Momi yang notabenenya jarang skincare-an ini susah banget buat diingat. Terlebih untuk setiap tahapannha, biasanya, produknya berbeda-beda macamnya. Makin pusinglah awak!

Beruntung, beberapa waktu lalu Momi dikirimin sepaket komplit skincare lokal dari Raiku Beauty yang super duper lengkap! Setiap tahapan ala skincare Korea ada di sini. Terdapat dua jenis rangkaian produk dari Raiku, yaitu Brightening Series dan Anti Aging Series. Karena sudah late 20 dan mulai kepikiran untuk menjaga dan memperhatikan kulit muka. Maka Momi memilih rangkaian Anti Aging Series.

Pas pertama kali buka paket ini cukup kaget, karena produk yang diberikan lengkap sekali. Kan jadi semakin semangat ya buat ngerawat kulit muka. Dari awal tahu produk Raiku, udah langsung jatuh cinta sama kemasannya yang bernuansa warna pastel itu, sayang Momi gak dapet pouchnya. Padahal lucu banget pouchnya. Oke skip! Total ada 6 produk untuk rangkaian Anti Aging ini. Yaitu:

  • Cleansing cream
  • Cleansing foam
  • Cream pagi
  • Cream malam
  • Toner
  • Serum

Pas banget kan? Resolusi tahun depan harus bisa punya muka bak artis Korea. Haha. Setelah mengenal rangkaian produk Raiku, sekarang kita langsung bahas satu persatu yuk!

Cleansing Product

Awalnya sempat bingung, kenapa ada warna yang berbeda dari serangkaian produk Anti Aging ini. Ternyata botol berwarna tosca itu merupakan varian cleansing. Ada dua jenis cleansing yang diberikan, cleansing cream dan cleansing foam. Fungsi keduanya sama untuk membersihkan, hanya saja tekstur dan cara pakainya yang berbeda.

  • Cleansing cream

Seberapa sering sih kalian denger cleansing cream? Momi baru kali ini mendengar produk cleansing cream. Raiku ini penganut faham double cleansing kalau di dunia per-skincare-an. Terbukti dengan mereka membuat cleansing cream yang digunakan sebelum mencuci muka.

Tekstur yang creamy memudahkan kita untuk mengaplikasikannya ke wajah. Cara menggunakannya juga cukup mudah. Tinggal oleskan merata keseluruh wajah sambil dipijat lembut sampai kotoran atau sisa make up mulai terangkat. Lalu usap perlahan dengan kapas sampai benar-benar bersih dan voila! Hasilnya cukup mengejutkan! Kotoran-kotoran diwajah langsung terangkat! Love banget sama produk ini!!

  • Cleansing foam

Setelah membersihkan muka dengan menggunakan cleansing cream kita dapat langsung menyempurnakan tahap double cleansing dengan mencuci muka menggunakan cleansing foam. Setelahnya kulit muka terasa lebih segar dan bersih.

Berbeda dengan cleansing cream, untuk cleansing foam ini teksturnya lebih kental dan padat sehingga agak sulit untuk dikeluarkan dari tube-nya.

Kandungan rice extra didalamnya dapat membantu kulit wajah tampak lebih cerah serta menjaga kelembaban kulit

Momi suka sama wangi dari kedua produk ini. Soft banget dan gak ganggu. Hasilnya juga memuaskan. Muka kerasa bersih banget rasanya. Kulitpun tetap kenyal dan lembut, gak ketarik. Kandungan chamomile didalamnya bikin kulit muka tetap moist.

Anti Aging Product

Produk anti agingnya ini dikemas dalam tube berwarna pink-ungu. Memiliki 4 jenis skincare yang fungsinya berbeda-beda. Ada langkah-langkah yang harus kamu perhatikan sebelum menggunakan produk ini, yuk kita simak.

  • Step 1: Toner

Setelah selesai dengan tahap cleansing, sekarang kita lanjut ke rangkaian produk anti agingnya. Step pertama yaitu penggunaan toner. Toner diaplikasikan merata ke seluruh wajah yang sudah bersih. Kesan pertama pakai toner Raiku ini langsung nyess banget adem, lumayan cepet keringnya, tapi agak grenyem dikit sih wajahnya, walau cuma sebentar. Mungkin efek baru pertama kali coba, soalnya besok-besoknya rasa grenyem yang kurang nyaman itu lama-lama berkurang.

Yang Momi suka dari Raiku ini, hampir semua produknya tidak memiliki bau yang menyengat. Jadi kita bisa skincare-an tanpa harus terganggu dengan bau yang menusuk.

Kandungan Toner
  • Step 2: Serum

Selanjutnya, kita gunakan serum untuk anti aging ini. Ternyata teksturnya diluar perkiraan. Yang Momi tahu serum itu biasanya encer kan? Ternyata berbeda dengan yang satu ini, serum dari Raiku ini bentuknya mirip lotion atau ternyata cuma Momi aja yang kudet hanya tahu dan punya serum yang tekturnya cair aja? Haha. Dengan botol dan pipet yang biasa digunakan untuk mengaplikasikan serum, menurutku justru malah mempersulit pengaplikasiannya ke wajah. Serum jadi sedikit susah dikeluarkan karena teksturnya yang kental. Alhasil harus agak dicolok-colok dulu terus oles ke wajah biar mudah diratakan.

Awalnya ketika mengoleskan serum, kulit muka agak lengket dan berminyak ya. But it’s okay karena ternyata serum ini cepat meresap ke wajah. Hasilnyapun bikin kulit wajah terasa lebih lembab. Oiya, jangan lupa ditepuk lembut ya, konon katanya cara ini dapat membantu proses penyerapan serum ke wajah jadi lebih terserap dengan sempurna. Kalau Momi sih sehabis pakai serum, sambil tepuk manjha suka tunggu beberapa detik dulu sebelum lanjut ke step selanjutnya.

  • Step 3: Morning Cream & Night Cream

Step terakhir ditutup dengan mengaplikasikan Morning Cream SPF15 sebelum beraktivitas seharian dan menggunakan Night Cream sebelum tidur. Karena Morning Cream dari Raiku ini sudah ada SPF-nya, kita jadi gak usah pakai sunblock lagi.

Kandungan dalam Morning Cream dan Night Cream

Itulah tahapan-tahapan skincare menggunakan Raiku Beauty. Ada yang merhatiin gak apa yang menarik dari rangkaian produk Raiku ini? Momi kasih clue deh! Coba perhatikan warna kemasan, berbeda-beda berdasarkan fungsinya ya? Konsep yang menarik dari Raiku dengan membedakan variasi produk berdasarkan warna kemasannya. Untuk varian brightening, kemasannya berwarna pink, anti aging berwarna ungu dan cleansing berwarna tosca. Konsep ini memudahkan konsumen untuk membeli produk sesuai warnanya, jadi gak ada alasan untuk salah beli nih! Hehe.

Conclusion!

So far, I’m so in love with this product!! Suka banget sama rangkaian produk anti aging dari Raiku ini. Semua produknya sudah memenuhi kebutuhanku untuk merawat kulit muka. Terlebih lagi setiap kemasan raiku diberi seal/pelindung yang membuat produk Raiku ini more hygiene.

Sebenarnya waktu menerima produk ini Momi lagi breakout karena masalah hormonal bulanan. Tapi selama kurang lebih seminggu menggunakan Raiku. Hasil yang didapat cukup menyenangkan, noda bekas jerawat mulai memudar. Walau pada awalnya ngerasa kurang PD karena pakai skincare dimuka yang berminyak dan sedang breakout ini. Tapi ternyata dengan penggunaan lebih rutin Momi bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Karena ternyata Raiku tidak memperparah breakout, malahan membantu mengurangi noda-noda bekas jerawat. Well done, Raiku! Request varian acne dong! Hehe.

For your information, semua rangkaian Raiku No Added Paraben, dibuat dengan standar yang tinggi dan terpenting sudah mendapat sertifikat Halal! So it’s very safe for preggo and dbf moms!

Where to buy?

Untuk yang penasaran dengan rangkaian produk Raiku ini, bisa beli langsung di webnya Raikubeauty.com

***

So, itulah reviewku untuk produk skincare lokal Raiku Beauty. Sampai jumpa direview beauty selanjutnya yaa! See you!

5 Channel Youtube Kuliner Ter-Bikin Ngiler Versi Irra!

Haloha, kalau kalian mendengar Youtube, yang ada diotak kalian apa? Kalau Momi sih keinget video seorang gadis manis yang baru lulus SMA nangis-nangis gara-gara diputusin pacarnya, kemudian bertransformasi menjadi selebgram dengan predikat ‘nakal’ dan sempet bikin heboh sama lagu yang liriknya:

Pasti tahu dong? Awkarin, selebgram yang beberapa waktu lalu memutuskan untuk menjual akun instagramnya dan bikin heboh (lagi) dunia maya dengan unggahan di akun Youtube-nya yang menjelaskan kepada siapa dia menjual akun instagramnya. Ternyata, dia menjual kepada…….

Yup! Akun Instagramnya dijual kepada dirinya yang baru. Wow! Sungguh 40 menit yang menguras kesabaran. Haha.

Baca juga: 10 Akun Instagram Yang Bikin Timeline-mu Lebih Bermakna

Selain Awkarin, ada Gamers Ganteng Idaman yang juga menghapus akun media sosial tempat dia meniti karir. Dialah Reza ‘Arap’ Oktovian yang menghapus akun Youtubenya yang sudah disubscribe oleh 2 juta orang. Katanya sih Arap menghapus akun youtube-nya karena dia mau fokus berbisnis. Well, zaman sekarang ini banyak banget hal yang bisa dijadikan konten. Apalagi youtube sekarang sudah jadi platform kesayangan semua orang. Youtube juga digadang-gadang lebih baik dari TV sampai ada lagunya kan.

Saking banyaknya yang suka nonton youtube atau bahkan menjadikan youtube sebagai pengganti TV, jadi gak aneh ya kalau mulai banyak youtuber-youtuber baru. Apalagi anak-anak sekarang kalau ditanya cita-citanya mau jadi apa pasti ada aja yang jawab mau jadi youtuber. Sebegitu menjanjikannya memang. Nah, kali ini kita bahas yuk siapa aja youtuber favorit Momi yang pastinya gak jauh-jauh dari channel kuliner. Check this out!

1. Hari Jisun

Siapa yang tahu channel youtube Hari Jisun? Youtuber cantik asal Korea ini sempat menarik perhatian warganet beberapa waktu lalu. Pasalnya, Jisun, panggilan akrabnya, sempat bersitegang dengan presenter Deddy Corbuzier melalui video yang diunggahnya di media sosial. Permasalahan dimulai ketika ada miskomunikasi antara Mama Jisun dan Crew acara Hitam Putih yang dimana ada segmen balapan makan mie goreng Abang Adek dengan 100 cabe rawit. Sampai akhirnya Mama Jisun harus dirawat di rumah sakit. Ya kurang lebih seperti itu ya kisah fenomenalnya.

Mari kita lupakan pertikaian itu. Alasan yang bikin Momi suka sama Jisun dia ini orang Korea yang suka sekali kulineran di Indonesia. Mama Jisun juga suka kuliner Indonesia yang pedas-pedas, sebutannya juga Cabe Mama.

Yang bikin seru nontonin channel dia adalah ketika dia ngomong pakai bahasa Indonesia dan menjelaskan semua makanannya. Sebenernya bahasa Indonesianya cukup lancar karena dia lama tinggal di Indonesia, makanannya pun cuma jajanan biasa aja seketemunya di jalan. Tapi isi kontennya itu seru, apalagi ngeliat ekspresinya ketika baru pertama kali nyobain makanan itu. Lucuu! Momi juga suka ketika Jisun mengenalkan kuliner Indonesia sama teman-temannya di Korea. Seneng liat orang-orang Korea itu kebingungan dan bahkan suka memuji makanan Indonesia. Coba deh sekali-kali tonton. Suka ngiler sendiri liatnya sama mupeng pengen belajar budaya Korea Selatan lebih jauh.

2. Anak Kuliner

Kalau yang ini, sempet rame juga ketika lagi review kue artis yang fenomenal yang terkenal dengan fans militannya yang sering disebut Bala Jaer. Haha. Yup! Akun anak kuliner ini sempat diserang sama Bala Jaer gara-gara ngasih review kurang baik mengenai kue artis junjungannya itu. Walau sebenernya bahasa yang digunakannya itu memang apa adanya berdasarkan celetukan kita-kita yang lagi makan terus bilang “Ini enak! Itu engga!” Tetap saja mereka gak luput dari komentar pedas netizen yang bilang kalau mereka ini panjat sosial. Duh! Sebenernya yang Momi suka dari mereka ini, mereka kalau review apa adanya. Jadi reviewnya bener-bener jujur. Enak ya enak, engga ya engga. Tapi kan namanya enak gak enak itu selera yaa..

Baca juga: Roti John Resep Peranakan Yang Fenomenal

Yang ngisinya dua orang lelaki yang kayaknya sih masih temen satu kantor gitu. Jarang kan ya ada youtuber kuliner laki-laki dua-duanya yang suka bahas makanan sampai rinci. Lucu!

3. Fun Cooking with Yackikuka

Duh, gak usah dibahas lagi deh ya kalau ini. Yang pasti suka nontonin channel youtubenya karena pengen belajar masa lebih pintar. Haha. Video pertama yang ditonton itu ketika Yackikuka mempraktekkan bikin Topoki! Duh! Udahlah gak usah ditanya ya.. besoknya langsung bikin saking ngilernya.

Dari akun ini Momi jadi belajar masak terus. Oiya, resepnya ini udah banyak dicoba orang dan dijadikan ladang usaha lho! Lumayankan nonton youtube buat hiburan sekalian menghasilkan uang.

4. Elisabeth Wang

Kalau ini Neng Eli orang Kopo yang bisa menarik perhatian dengan challenge belanja ke Pasarnya hanya dengan uang Rp 10.000 saja bahkan pernah cuma Rp 5.000 saja dan harus bikin makanan buat 2 orang tapi tetap memenuhi nilai gizi dengan tetap ada lauk, sayur, dll. Menantang sekali kan? Apalagi sekarang ada yang bilang-bilang ke Pasar Rp 50.000 gak bisa jadi apa-apa. Padahal dari dulu Neng Eli sudah membuktikan kalau dengan uang minimalpun bisa dapat makanan maksimal, walau cuma buat 2 orang aja dan sekali makan.

Neng Eli ini jago banget bikin makanan pedes. Aduh, setiap liat videonya pasti selalu ngiler pengen langsung bikin. Yang masih belum kesampean sampai sekarang itu bikin pentol pedes gila. Belum sempeeet.. next semoga bisa bikin.

Baca juga: 5 Tempat Makan Favorit di Bandung ala #irrajajan!

5. Boengkoes Network

Yang ini youtuber kuliner tapi konsepnya beda dari yang lain. Makanan yang direview pasti selalu dibungkus dan dimakan di mobil. Pasangan kekasih ini selalu kompak untuk berbagi review makanan. Dengan adanya channel ini kita jadi tahu kalau makanan itu tetap enak walau gak makan di tempat.

Menurutku ini konsep youtube ter-unik sih. Review makanan di mobil.

6. The Princess Syahrini

Terakhir ini bukan channel kuliner. Melainkan channel junjunganku Syahrini. Haha. Semenjak heboh bongkar tas Syahrini, Momi ni jadi keranjingan nontonin videonya. Soalnya kelakuan incess ini kocak banget. Mana kalau pas di youtube ini, incess Syahrini gak ada jaim-jaimnya.

Momi suka dengan kesan Syahrini yang apa adanya dan sederhana, walaupun menurut sebagian orang itu berlebihan ya.

“Lebih baik uangnya disumbangkan saja daripada dipakai beli mobil mewah atau liburan mewah” – Netizen Julid

Tapi ya gimana dong? Emang uangnya Syahrini banyak banget. Memang begitulah adanya, cuma kita aja kaum missqueen biasa aja yang kadang can’t relate dengan kebiasaan kaum borjuis itu. Segiti Syahrini sudah membantu korban travel umroh bodong itu, masih aja dijulid-in. Hey anda! Beramal kan gak perlu diumbar. Ibarat kata tangan kanan memberi tangan kiri tak perlu tahu. Ngomong pake gaya Syahrini.

Kalau nontonin videonya, Momi gak pernah tuh merasa iri, malahan kita suka diajak untuk terus bekerja keras demi mewujudkan impiannya. Hasil tak akan pernah mengkhianati prosesnya. Gitu ceunah kata Incess. Video-video Incess Syahrini yang penuh kemewahan itu cukup layak buat dijadikan hiburan. Jangan dijulidin ya buibu..

***

Nah, itulah youtubers kuliner favorit Momi. Sebenernya udah agak jarang nonton youtube, karena keasyikan ngeblog! (Blog membawa berkah). Sampai detik inipun Baby Kippo gak pernah nonton youtube, dia gak tertarik. Nonton tv juga dia gak suka, sukanya dibacain cerita dan diajak ngobrol. Efek terlalu dini dibelikan buku bejibun. Haha.

Kalian punya youtuber favorit juga? Yuk share siapa youtuber favorit kalian!

5 Tempat Makan Favorit di Bandung ala #irrajajan!

Tema kali ini kesukaan banget! Dari sekian banyak postingan mengenai tempat makanan, belum pernah merangkum tempat makan mana saja yang jadi favoritnya #irrajajan! Karena lagi semangat banget, yuk simak 5 tempat makan favorit ala #irrajajan, mostly ini semua di Bandung ya! Bisa dijadikan alternatif kalau kalian main ke Bandung! Yuk disimak!

1. Giggle Box

Source: Tempat wisata di Bandung

Yang pertama dan paling berkesan itu adalah Giggle Box! Restoran dengan konsep shabby chic ini hadir di Bandung sebagai restoran pertama yang menjual menu western tapi harga mahasiswa! Masih ingat sekali dulu ketika cafe di Bandung belum semenjamur sekarang, orang-orang pada antri di Giggle Box. Kalau mau keren makannya di Giggle Box. Kumpul-kumpul sekedar rumpi ya kemana lagi selain Giggle Box! Benar-benar sahabat mahasiswa kala itu! Sampai harus Waiting List kalau mau makan di sini.

Restoran pertamanya buka di jalan Progo, jalan yang cukup elit di Bandung, karena tempatnya ditengah kota. Waktu itu di sini sudah ada beberapa petahana yang diantaranya ada Kopi Progo dan Humming Bird, kedua resto ini cukup terkenal di Bandung. Jalan Progo merupakan daerah yang strategis untuk dijadikan meeting poin. Ya karena itu tadi, tengah kota dan banyak cafe. Dulu, sebagai mahasiswa kere, ketemuan di Kopi Progo atau Humming Bird itu keren banget! Ngafe gituloh! Hal yang mewah bagi kami, mahasiswa kere. Lalu Giggle Box hadir dan memberikan warna di Bandung. Sampai sekarang, Giggle Box telah hadir di banyak kota di Indonesia. Rupanya pasarnya bukan cuma Bandung, walau di Bandung sekarang restonya banyak bener.

Sekarang, Giggle Box memang tidak seramai dulu. Kelihatannya sih banyak tempat yang sepi, atau mungkin karena lokasinya banyak di mana-mana, maka keramaiannya juga menyebar di mana-mana. Ini teori marketing sotoy sih. Wkwk.

Baca juga: Eatboss eat like a Boss!

Oiya! Kalau ke sini jangan lupa pesan Chicken Snitzel. Ayam fillet bagian dada yang dibalur tepung, digoreng crunchy ini jadi pilihan #irrajajan, karena porsinya yang besar! Kentang gorengnya juga enak banget! Jajan di Giggle Box selalu membawa kenangan!

2. KOBE Tepanyaki

Nah, kalau ini kayaknya sudah banyak yang tahu ya? Tempat makan di daerah Cibadak Bandung ini mulai menarik perhatian netizen Bandung beberapa tahun terakhir ini. Pertama kali ke sini tuh pas bulan Oktober 2014 apa 2015 ya. Pas lagi ulang tahun, diajakin temen makan di sini. Traktiran katanya,?yasudah gapapa. Katanya lagi makan di sini murah dan porsinya banyak! Cocok buat traktir geng. Tapi ternyata? Beneran banyak banget dan cukup murah!

Steamboat Kuah Tomyum

Yang terkenal di sini adalah rangkaian steamboatnya yang bisa dimakan oleh 2-3 orang, harganya sekitar Rp 35.000 untuk 1 panci steamboat original kalau dibagi 2 cuma sekitar Rp 17.500 aja… di sini menunya banyak banget! Rata-rata menu Asian, ada Steamboat kuah Tomyum, Sushi, Chinesse food dan banyak lainnya. Jangan heran kalau tempat ini selalu penuh. Sampai-sampai kalau rombongan harus sabar menanti karena mejanya selalu penuh, padahal udah ada tambahan meja di luar. Terakhir ke sini, tempatnya lagi direnov mau jadi 2 lantai. Belum tahu udah beres apa belum. Oiya, makanan di sini termasuk tempat makan halal, walau tidak ada sertifikat MUI tapi hampir semua pekerjanya itu muslim dan tidak menjual babi. Cibadak terkenal dengan daerah kuliner non halal-nya, karena berdekatan dengan Sudirman Street. Jadi, harus hati-hati. Tapi jangan khawatir kalau mau makan di Kobe, soalnya ada stiker halal besar di kaca etalase bebek panggang! Hehe.

Yang uniknya lagi, dapurnya itu di luar. Jadi kita bisa lihat atraksi api keatas-atas wajan, atau wajan panas isi cah kangkung dibawa dari dapur menuju meja. Seru deh liatinnya. Jadi terjamin kebersihannya, karena kita melihat proses memasaknya secara langsung!

3. Margana Bakso Solo

Kali ini kita bahas Bakso Solo ter-endolita di Bandung versi #irrajajan! Margana! Kalau diperhatiin, Margana ini banyak sekali cabangnya lho! Pernah lihat di beberapa tempat. Tapi yang menurut #irrajajan ter-enak adalah Margana cabang Moh. Toha. Kalau jajan Bakso Margana di lain tempat suka beda banget rasanya. Aneh ya padahal satu grup!

Kalau ke sini bisa pesen apa saja sesuai selera. Bakso urat, bakso cincangnya enak dua duanya. Yamin atau kuah, bebas. Mie Ayam-nya juga enak lho! Harganya relatif murah. Oiya! Jus alpukatnya kentel banget lho! Enak!!

Baca juga: Lomie Enak di Bandung

4. Dapur Laut

Kalau mau makan ikan laut tapi yang masih seger dan punya sambal yang juara, di sini tempatnya!! Yup! Dapur Laut. Kedai makanan yang berada di Jl. Gelap Nyawang ini buka dari jam 19.00-23.00 atau sampai persediaan habis. Ini warung tenda favorit sedari kerja dulu. Ikan lautnya masih pada seger, favoritku itu ikan Kerapu, bisa pilih antara di goreng atau di bakar. Dua-duanya enak! Tapi biasanya minta dibakar! Sambalnya ada 2 jenis, yang gak pedes dan pedes banget! Jangan lupa minta acarnya, karena acarnya juara banget!! Bukan acar biasa, ada potongan nanas yang bikin acar makin seger! Harganya relatif murah untuk ukuran ikan laut segar. Di sini jualnya perporsi ya! Ikan Kerapu kalau gak salah sih sekitar Rp 27.500 belum sama nasi. Nasinya nambah Rp 4.000. Ya sekitar segituan. Sudah cukup lama soalnya terakhir makan di situ. Karena bukanya malam dan cukup jauh dari rumah, jadi udah gak sesering dulu ke sininya.

Minusnya kalau makan di sini, kenyamanan kalian akan terganggu sama pengamen yang selalu bolak balik terus. Setiap 10 menit sekali. Kadang suka males ya kalau lagi makan enak tau-tau diganggu terus tiap 10 menit.

5. Ayam Bakar Gobang

Kalau ini legenda Ayam Bakar! Semoga bener! Haha. Ayam Bakar Gobang ini cukup terkenal. Kalau di tanya lokasinya di mana, lokasinya di Jl. Moh. Toha. Keluar tol Moh.Toha, maju terus dampai lewatin lampu merah, arah PT Inti, nah Gobang ada ditengah-tengah situ. Kedai ini terkenal sama Ayam Bakarnya yang enak. Bisa pesan satuan atau satu ekor! Dulu sih Gobang jualan sate juga. Tapi sekarang cuma jualan Ayam Bakar dan Sop Iga Sapi.

Papi G suka banget Sop Iga dari gobang. Karena gurih-gurih kaldu sapinya itu nendang banget!! Porsinya juga buanyaaak banget! Bisa dimakan berdua. Harganya juga murah buat ukuran iga sapi sebanyak itu, sekitar Rp 35.000. Kalau kalian pikir makan Iga Sapi itu dagingnya paling dikit. Kalian salah besar!! Karena Iga Sapi Gobang ini dagingnya banyak banget dan gede-gede. Kadang tulangnya yang dikit. Daging Iganya lembuuut banget. Sekali gigit langsung rontok dari kulitnya. Duuh!! Enaaaaak!

Baca juga: Bebek Sinjay ada di Bandung!

Walah, malam-malam nulis tema ini jadi laper deh. Gimana? Cukup bikin ngilerkan ke-5 tempat makan ala #irrajajan? Coba kalian share juga dong tempat makan favorit kalian di mana, tulis di kolom komen yaaa!

Azalea, Rangkaian Perawatan Rambut Berhijab. [#reviewcantik]

Pernah gak sih ngerasa sebel sama rambut rontok dan kadang suka nyalahin hijab? Padahal dulu pas sebelum berhijab rambut oke-oke aja? Hey, ukhti! Janganlah kau menyalahkan hijab atas apa yang kau perbuat. (Ngomong sama diri sendiri). Yhaa itu sih karena mungkin aja kamu gak perawatan rambut atau mungkin salah shampoo? Yha, bisa jadi. Semenjak memutuskan untuk berhijab 4 tahun lalu, Momi sudah mulai jarang melakukan perawatan rambut, padahal kalau dulu sering banget tuh perawatan, pake masker rambut, creambath dan kegiatan merawat rambut lainnya, kok ya sekarang rasanya malas banget ya? Mungkin karena sudah pakai hijab dan rambut cuma dilihat suami kali ya makanya malas merawat rambut. Tapi ternyata pola pikir seperti itu salah besaaar! No no Momi, ingat! Mau memakai hijabpun, rambut tetaplah mahkota wanita, masa suami pulang kerja disuguhi dengan rambut rusak, ngembang kayak singa? Apalagi kalau udah rontok dimana-mana? Bisa-bisa gak dielus manjha nih sama Papi G. Aduh, gawat!

Ngomong-ngomong soal rambut rontok, semenjak melahirkan Momi mengalami rambut rontok atau yang biasa disebut postpartum hair loss tapi sebenernya memang dari sebelum melahirkan sudah rontok sih, diperparah dengan postpartum hair loss ini. Lengkap sudahkan? Stress lah Momi, rambutku sudah tak seindah dulu.

Beruntungnya, minggu lalu diajakin teman buat datang ke acara gathering Blogger Muslimah Bdg X Azalea, ceritanya ada di sini. Azalea yang merupakan sister brand Natur ini tak lupa menghadiahi yang hadir dengan goodie bag yang berisi Shampoo, Hair and Body Mist dan Masker Rambut Natur. Azalea hadir sebagai jawaban atas permasalahan rambut rontok Momi. Selama seminggu ini, Momi langsung coba produk Azalea.

Azalea with her sister brand

Inspirasi Azalea.

• Shampoo Azalea

Dimulai dari keramas menggunakan shampoo ini, dari awal dibuka Momi udah suka banget sama wanginya. Serius deh, seger banget bikin relaks.

Warnanya mirip sama kakaknya, Natur.

Busa yang dihasilkan memang gak terlalu banyak ya, tapi dari penjelasan Teh Sarah kemarin justru shampoo yang busanya banyak itu yang jelek, bisa mencemari bumi. Oh my.. Semenjak tahu hal itu, Momi mulai berusaha nyari produk yang tidak banyak sabunnya. Busa sedikit ini sebenernya gak jadi masalah buat Momi, hanya belum terbiasa aja. Setelah bilas, Momi gak langsung sisir ya! Karena kegiatan menyisir ketika rambut masih basah itu malah bikin rambut makin rontok. Dikeringkan alami aja sambil mandiin Ilya. Pas udah mau kering, Momi baru sisir. Udah degdegan ya beneran ngaruh gak ya shampoonya, ternyata ngaruh doong! Biasanya Momi kalau sisiran suka rontok banyaaak banget, sekarang mulai berkurang. Padahal baru coba sekali. Amazing!! Kandungan minyak zaitun dan ekstrak ginseng ini yang membantu merawat kekuatan akar rambut dan menjaga kesegaran rambut berhijab.

Karena jatuh cinta sejak percobaan pertama, Momi langsung mengganti shampoo di rumah dengan Azalea. Beberapa kali pergi ke luar seharian, rambut tetap segar walau kepanasan dan berhijab. Ternyata selain ada kandungan minyak zaitun dan ekstrak ginseng, Azalea juga memiliki cooling sensation sehingga memberikan sensasi dingin sepanjang hari dan mengurangi rasa gatal. Rambut rontokpun semakin berkurang. Semakin dipakai semakin jatuh cinta, seriusan deh..

Hari ketiga pakai, rambut jadi makin lembut, wangi dan gak lepek lagi. Sempet under estimate, tapi semua keraguan dibayar kontan sama Azalea! Serius banget Momi makin jatuh cinta..

Kandungan didalamnya:

Morus alba extract, Thuja orientalis extract, Eclipta prostrate extract, Sodium Laureth Sulfate, Vitex trifolia fruit extract, Water,  Swrtia japonica extract, Cocamidopropyl betaine, Crataegus oxyachanta extract, motinga oreifera leaf extract, Cocamide DEA, Lauryl Glucoside, Artemisia capillaris extract, Fragrance, ginseng extract, glycerin, Phenoxyethanol, Angelica dahurica extract, imidazolidinyl urea, Climbazole, Dimethiconol, Peg-200 Hydrogenated Blyceryl Palmate, menthol, Dicaprylyl Ether, Lauryl Alcohol, Olive oil Peg-7 Esters, PEG-7 Glyceryl Cocoate, Glutamic Acid, lysine HCl, Panthenol, Zinc Gluconate, Zinc Undecylenate, TEA-Dedocylbenzenesulfonate

Hair and Body Mist Azalea

Yang satu ini favorit banget!! Udah pernah coba sebelumnya, suka banget sama wanginya. Botolnya yang mungil, cocok buat dibawa kemana-mana. Jadi salah satu benda wajib yang harus selalu ada di tas. Biar kalau sudah beraktivitas seharian, tinggal semprot-semprot aja deh ke hijab dan ke badan, niscaya sisa harimu akan tetap bahagia.

Harus selalu ada di tas!

Kok ke hijab? Iya, beneran semprot ke hijab. Hal ini karena kandungan didalamnya selain menyegarkan juga menyehatkan rambut. Dipakai di rumah sebelum pakai hairdryer juga bisa kok. Kandungan Minyak Zaitun dan ekstrak Aloe Vera dapat membantu melembutkan, menyehatkan dan melindungi rambut. Wanginya juga cocok banget dipakai kalau lagi gak bawa parfum. Gak ada alasan lagi mood rusak karena rambut lepek, gatek dan bau asem!

Kandungan Hair and Body Mist yang lebih lengkap:

Water, alcohol, PEG-40 hydrogenated castor Oil, propylene glycol, Fragrance, D-panthenol, Olive Oil PEG-7 Esters, Butylene Glycol, Aloe Barbadensis Extract, polyquaternium-10, Imidazolidinyl Urea, Phenyl Trimethicone, Simmondsia Chinensis Seed Oil, Allantonin, Phenoxyethanol, biosaccharide gum-1

Semenjak bawa pulang produk Azalea ke rumah, shampoo dan Hair and Body Mist beneran jadi favorit keluarga. Terutama Papi G, dia yang cuek jadi suka muji “wangi apa ini? Kok enak? Rambutnya wangi ya, lembut lagi”. Hijabpun yang asalnya lepek dan bau apek kepanasan langsung dihempas sama rangkaian produk Azalea ini. Papi G juga makin seneng elus-elus rambut. Khan gemes yaaa! Haha.

Oiya, kedua produk ini cocok bagi kalian yang pengen bebas dari paraben, soalnya produk ini paraben free! Keren khaan… Kalian bisa dapatkan produk ini di supermarket terdekat ya! Harganya sekitar Rp 18.000 sajaaaa.. worth to buy laaah dibandingkan jajan bakso semangkuk. Hihi…

Salam,

Momi Kippo!

Review Diapers: Mamypoko, GOO.N, Sweety

Halo-halo…

Dipostingan ini, Momi mau review Diapers. Sebenernya ada foto-fotonya, tapi Momi hapus karena menuhin hp. Huhu.. maklum hp Momi udah butut, memory penuh sama foto Baby Kippo.

Jadi, sebagai ibu baru, pasti banyak Mommies sekalian yang bingung milih diapers buat babynya. Sama kayak Momi Kippo dulu. Bingung milih yang mana, yang ga bikin diapers rash, juga hemat di kantong. Karena percaya atau tidak, diapers ini ngabisin hampir setengah jatah bulanan. Huhu. Sebenernya kalau mau hemat bisa pake clodi, tapi Momi terlalu males kalau banyak cucian. Kalau orang tua dulu nyaraninnya pake popok kain, waktu Ilya lahir sempet tuh dibeliin popok kain sama Neneknya, tapi emang dasar Momi pemalas. Itu popok masih terbungkus rapi aja tidak tersentuh sama sekali.. akhirnya Momi bandel aja dari newborn sampai mau 5 bulan ini Momi pakein disposable diapers/popok sekali pakai (pospak). Nah! Bagi yang masih bingung mau milih diapers yang cocok bagi babynya, boleh dicek yaaa!

Disclaimer:

Semua produk yang direview merupakan produk yang digunakan oleh Ilya, ada yang masih dipakai ada yang sudah tidak. Diapersnya beli sendiri yaa! Insha Allah honest review!

Mamypoko

Siapa yang babynya dipakein Mamypoko?? Pasti hampir semua ibu pakai Mamypoko. Soalnya memang diapers ini yang harganya paling cocok dikantong ibu. Soalnya kualitasnya juga cukup lumayan. Mamypoko ini ada banyak sekali pilihannya, dari yang tape buat newborn sampai celana ukuran xxl. Dari yang standar dengan harga paling ekonomis sampai paling mahal. Nah, Mamypoko ini memang hadir untuk semua kalangan, murah, sedang, mahal. Makanya peminatnya banyak sekali…

Ilya pake ini pas persediaan diapers di rumah habis. Cukup sering karena memang harga di supermarket cukup terjangkau. Tapiii, Mamypoko ini diapers yang menurut Momi bulky ya, atau bahas Indonesianya gendut, ga slim gitu. Hal ini dirasakan ketika Momi coba diapers merk lain. Karena Ilya anaknya jijikan, jadi diapers belum penuh dia udah nangis minta diganti. Akhirnya agak boros diapers, tapi gapapa, selama ga kena ruam..

Tapi kok, merah-merah?

Pernah pake diapers ini ga ganti-ganti (biasanya suka selang seling sama diapers merk lain) karena waktu itu stock cuma ada ini satu jadilah Momi pakein terus. Ternyata lama-lama kemaluam Ilya ada merahnya gitu. Panik karena Ilya dulu pantatnya sempet lecet gara-gara pupnya asam. Akhirnya dihentikan sementara pemakaian diapers merk Mamypoko. Pas ganti merk lain, ternyata bener Ilya kena diapers rash. Akhirnya lama-lama sembuhndengan sendirinya tanpa diobatin.

Stock Mamypoko masih ada lumayan banyak, tapi karena masih kegedean dan sempet kena diapers rash jadi pemakaiannya masih jarang-jarang.

Tapi ini pengalaman di Ilya ya..

kemarin Ilya main ke rumah temennya dede Irham, de Iam pake Mamypoko juga yang extrasoft. Dengan teknologi baru sepertinya. Soalnya diapersnya tipis ga bulky kayak punya Ilya.. semoga nanti makin diperbaiki kualitasnya, Mamypoko idola ibu-ibu..

GOO.N

Jadi, sewaktu Ilya kena diapers rash, Goon ini jadi penyelamat hidup. Beli ukuran newborn, tapi kok ya gede banget.. 😅 diapers goo.n ini ukurannya memang gede buat newbornnya, mungkin buat baby yang ndud.. bahannya enak banget goo.n ini, aluuusss banget.. ga bulky, tipis. Tapi sayang, karena masih kegedean Ilya kalau pake ini suka bocor merembes dari samping. Hiks.

Untuk harga, goo.n ini affordable banget. Kalau beli online. Yang premium harganya cukup terjangkau untuk tipe tape. Rencananya kalau Ilya udah agak ndud mau nyoba lagi pake goo.n. Semoga aja ga bocor lagi.

goo.n ini bisa jadi pilihan yang ekonomis dengan kualitas premium. Ada indikator pee nya juga. Ga perlu dibuka dulu buat tahu udah penuh atau belum, tinggal lihat garisnya aja kalau garisnya sudah berubah warna, berarti diapers sudah penuh.

Sweety

Kalau ini, diapers yang udah dipakein ke Ilya semenjak dari rumah sakit. Sweety ini juga kayak Mamypoko, banyak jenisnya. Yang tape ekonomis, tape gold sampai ke celana ekonomis dan gold juga. Kayaknya untuk mamak-mamak millenial Sweety jadi alternatif pilihan yang cocok, soalnya ramah di kantong dengan pilihan diapers yang banyak. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Kebetulan Ilya pernah pake yang comfort dan gold. Comfort itu produk sweety kualitas tengah-tengah dan gold kualitas premium ya… Ilya pas di Rumah Sakit pakenya yang gold, terus Momi iseng beli yang comfort. Ternyata bedanya lumayan yaaa.. selain harganya yang beda jauh, dari kualitas diapersnya juga cukup berbeda.

Awalnya pas pake sweety ini ngerasa tipis banget, apalagi kalau dibandingkan dengan Mamypoko. Tapi setelah nyoba goo.n, semua terbantahkan. goo.n paling tipissss….

Momi pribadi lebih suka sweety gold, ada pee indicatornya kayak Mamypoko dan goo.n. Selain itu bahannya juga lembut sekali. Kalau baca dibungkusnya ada kandungan Aloe Vera. Sensasi lembut selembut bajupun ditawarkan ole Sweety. Sweety gold bisa jadi alternatif lain.

Kalau Sweety comfort, Momi kurang suka. Karena bahannya menurut Momi kasar banget. Kurang enak dan malah bikin ga nyaman ke Ilya. Momi suka coba-coba, tapi untuk jangka panjang Momi gamau main-main. Hihi..

Ps: minggu lalu beli Sweety gold. Harganya murah ukuran S50 cuma 78rb. Ada yang aneh dari kemasannya, ternyata kemasannya baru, ditambah ukurannya yang baru. Ukuran S dengan kemasan baru sekarang sama dengan ukuran Newborn kemasan lama..

Segitu dulu yaa review diapers part 1 nya, Ilya banyak nyobain diapers lain. Nanti kita sambung lagi! Babay..