Movie Review: Hereditary (2018)

Siapa yang suka nonton film horor? Dulu banget, sejak zaman SD aku suka banget nonton film horor. Dari zamannya Suzzana sampai hantu-hantu iconic Indonesia, semua ditonton tanpa rasa takut sedikitpun! Haha. Sampai dulu nontonin acara uji nyali dan kepengen ikutan. Emang aneh Irra ini.

Tapi kok entah kenapa sekarang jadi males banget nonton film horor. Apakah semakin tua umur ini, jantung jadi semakin gak kuat menghadapi jumpscare? Entahlah. Yang pasti gamau buang-buang waktu buat nonton film horor yang bikin ‘capek’.

Tapi, kalau ada film horor yang oke sih masih ditonton. Lho? Gak konsisten! Haha. Semacam love-hate relationship gituu..

Jadi, beberapa waktu lalu sempet liat trailer film ini di twitter. Menarik sih, soalnya banyak orang yang ngomongin film ini. Awalnya ku kira ini film thriller, eh ternyata film horor. Setelah membaca ulasan film ini yang katanya must watched! Jadi makin penasaran dong sama filmnya.

Attention!

SPOILER ALERT! Kalau yang gak suka nonton terus kena spoiler bisa skip postingan ini tapi jangan lupa baca postingan yang lain yaa! Haha. Tapi, kalau butuh referensi tentang film ini bisa baca dengan tenang sampai beres ya. Insha Allah gak akan terlalu banyak spoilernya. Haha.

Oiya! Ini bukan review expert yang akan menjelaskan detail sampai ke teknik pengambilan gambar dan review akting ya. Cuma review dari seorang penonton aja. So, here we go!

Hereditary (2018), film ini bercerita tentang keluarga Graham yang baru saja ditinggalkan oleh Ellen, ibunda dari Annie Graham (Toni Collete). Di pemakaman ibunya Annie bercerita kalau ia tidak mengenali semua tamu yang hadir di sana. Ia bercerita kalau hubungannya dengan ibunya memang tidak begitu baik. Ibunya memiliki suatu perkumpulan spiritual dan seluruh tamu yang hadir merupakan anggota dari perkumpulan tersebut.

Setelah kepergian Ibu-nya, Annie kembali ke kehidupan normalnya sebagai pembuat miniatur untuk sebuah galery.

Charlie Graham (Milly Shapiro) merupakan anak kedua Annie yang menjadi cucu kesayangan Ellen. Neneknya tidak pernah membiarkan Charlie diurus oleh siapapun selain dirinya. Charlie merasa kehilangan sekali dan mulai bertanya “siapa yang akan mengurusnya sekarang?” Annie datang ke kamarnya untuk menghibur Charlie. Ketika akan meninggalkan kamar, Annie melihat tumpukan barang-barang peninggalan ibunya, ia melihat sebuah buku dengan tulisan “Buku Spiritual” dan mendapati ada surat didalamnya. Surat permintaan maaf dan meyakinkan bahwa segala pengorbanan yang (akan) mereka lakukan tidak akan sia-sia. Hmm.. bener-bener bikin penasaran!

Anak pertama Annie, Peter Graham (Alex Wolff) merupakan seorang pelajar yang suka sekali menghisap ganja. Halusinasinya seringkali membawa petaka baginya. Kisah film ini dimulai disini, ketika Peter akan menghadiri sebuah pesta di rumah temannya, Annie menyuruhnya untuk mengajak adiknya. Charliepun terpaksa ikut. Ketika di pesta, secara tidak sengaja Charlie memakan kue coklat kacang yang menyebabkannya alerginya kambuh dan dia jadi tidak dapat bernafas. Peter panik dan langsung membawanya pergi. Efek sehabis mengisap ganja, panik dan takut membuatnya mengemudi dengan sangat cepat. Malang adiknya tidak tertolong.

Keesokan harinya ketika Annie akan pergi ke supermarket, ia dikejutkan dengan mayat anaknya Charlie yang sudah menghitam karena didiamkan semalaman. Annie menangis meraung-raung dan terpukul sekali.

Annie memiliki kelompok sharing di kota. Setiap malam ia selalu datang ke kelompok itu dan berbagi cerita tentang keluarganya yang ‘ajaib’. Hingga malam itu, ketika akan menghadiri kelompok itu setelah kematian putrinya, ia bertemu Joan (Ann Dowd) yang mengaku sebagai temannya di kelompok itu. Ia memiliki cerita yang hampir mirip dengan Annie. Karena merasa memiliki kisah yang sama, Anniepun berkunjung ke rumah Joan dan berbagi cerita tentang kisah sedihnya.

Hari terus berlalu, hubungan Annie dan Peter semakin renggang. Konflik demi konflik mulai datang. Sampai suatu ketika secara tidak sengaja Annie bertemu dengan Joan lagi dipelataran supermarket. Joan dengan antusias bercerita mengenai pengalaman spiritualnya tentang bertemu arwah cucunya. Joan sangat bahagia dan meminta Annie untuk menyaksikannya. Annie yang sedang dalam keadaan tidak stabil menuruti kemauan Joan dan mulai mengikuti proses ritual itu. Berhasil! Joan berhasil mendatangkan arwah cucunya.

Annie yang masih dalam kesedihan karena kehilangan putrinya mulai mencoba ritual pemanggilan arwah itu. Keadaan mulai memburuk ketika ritual ini dilakukan. Jawaban demi jawaban atas pertanyaan yang muncul diawal mulai terungkap. Sebenarnya apakah yang diwariskan oleh Ellen sehingga membawa petaka bagi Annie dan keluarganya?

***

Hereditary ini memang cocok jadi film horor terbaik 2018. Film ini tidak memunculkan jumpscare yang bikin penonton capek berteriak. Film ini justru memberikan kesan menakutkan bahkan sampai detik ini ketika review ini ditulis. Iya, aku setakut itu sebenarnya untuk mengingat setiap adegannya. Simbol spiritual didalamnya merupakan benang merah dalam setiap kisahnya.

Film ini sukses bikin kepikiran sampai berhari-hari. Bukan, bukan karena karakter hantunya. Bahkan hampir tidak ada sosok hantu. Hanya pas diawal saja ketika kematian ibunya Annie. Setelahnya kita hanya disuguhi aura-aura mistis yang rasanya masih kerasa sampai sekarang. Ngeri.

Film ini berhasil membawa aura kelam dan menegangkan lewat karakter pemeran yang kuat dan pemilihan tone yang kelam. Make up artis-nya pun berhasil menyulap semua pemeran sesuai dengan karakternya. Beneran keren!

So, kalau kalian berani. Cus tonton film ini. Banyak pertanyaan yang akan muncul difilm ini. Enjoy the movie!

PS: all picture source from google.com

5 Rekomendasi Film Terbaik Buat Kamu!

Apa sih yang suka dikangenin kalau udah nikah dan punya anak? Kalau Momi sih kangen banget nonton di Bioskop! Huhu. Terhitung 8 bulan sudah nih belum pernah menginjak lantai Bioskop lagi. Mana sekarang-sekarang banyak film bagus lagi. Sedih.

“Bawa aja anaknya nonton, aku juga suka kok bawa anak nonton!”

Pernah denger kalimat ini dari sepupu. Tapi, kita masih memegang prinsip jangan dulu bawa Baby Kippo ke Bioskop sebelum keadaannya benar-benar baik. Yang kita belum tahu kapan. Yaa lebih baik mengorbankan kesenangan sesaat daripada menyesal dikemudian hari. Untungnya punya suami yang doyan nonton juga dan persediaan film juga banyak banget! Jadi masih aman kalau mau nonton film jadul, ada 2 hardisk full isinya film semua. Haha. Cuma agak susah aja kalau mau nonton film baru, untung Kakakku tersayang suka update film juga. Tinggal cus melipir ke rumahnya minta film. Hihi.

Nah! Kalau kalian suka nonton juga gak? Suka genre yang gimana? Horor? Action? Romance? Heist? Ada banyak banget film yang Momi udah pernah nonton dan suka diulang-ulang karena memang sebagus itu! Kali ini mau bahas satu-satu ya film yang wajib kalian tonton versi Momi Kippo! Cus kepoin sampai habis!

1. The Next Three Days (2010)

Bercerita tentang keluarga harmonis yang memiliki kehidupan bahagia seperti keluarga pada umumnya. Namun semuanya mulai berubah ketika Laura (Elizabeth Banks) dituduh telah melakukan pembunuhan terhadap bosnya dan menyebabkan ia masuk penjara. Tahun demi tahunpun berlalu. Ketika banding yang diajukan ditolak oleh pengadilan dan tidak ada kesempatan lagi untuk membebaskan Laura dari tuduhan itu, saat itulah John Brennan (Russell Crowe) berniat untuk mengeluarkan Laura dari penjara. Sayang, dalam 3 hari ke depan Laura akan dipindahkan ke penjara lain di luar kota. Brennan yang sudah siap dengan rencananya, mulai melakukan aksinya untuk mengeluarkan Laura dari penjara. Dan petualanganpun dimulai di sini. Penasaran? Langsung tonton filmnya!

Ini film rekomendasi Momi paling pertama!! Walau film ini udah lama banget! Tapi gak pernah hilang dari ingatan betapa greget dan gemesnya ketika melihat suaminya berusaha untuk mengeluarkan istri dari penjara. Betapa perjuangan dan cinta seorang suami itu nyata adanya. Serius! Film ini bergenre Action-Romance tapi gak lebay. Semuanya pas! Gak ada action yang berlebihan dan romantisme yang terlalu, semua cukup dan sama rata. Wajib banget ditonton!!

2. Trilogy Ocean’s (Ocean’s Eleven (2001), Ocean’s Twelve (2004), Ocean’s Thirteen (2007))

Kalau suka genre film Heist atau Caper film yang merupakan subgenre dari genre Crime. Film yang fokus pada planning, eksekusi dan akhir dari aksi pencurian mereka yang seru. Wajib nonton rangkaian film Ocean’s ini! This movie will blow up your mind! Seriously! Mau diputer berapa kalipun gak pernah bosan! George Clooney di sini Charming banget! Gemes! Film ini tipikal film dengan banyak plot twist. Jangan harap akan ada tembak-tembakan atau kejar-kejaran heboh kayak Fast and Furious. Di sini hanya akan terjadi aksi cerdik dengan alur yang menarik dan jalan cerita yang khas dengan memfokuskan cerita pada pembuatan rencana, eksekusi dan bagaimana cara mereka lolos dengan barang curiannya.

Film Ocean’s ini memiliki cerita yang berbeda tetapi ada satu benang merah yang saling berhubungan. Pemerannya pun masih ikut terlibat sampai Ocean’s Thriteen dan terus bertambah. Semua bermula ketika Daniel Ocean (George Clooney) baru keluar dari penjara dan mulai menghubungi semua rekannya termasuk Rusty (Brad Pitt) untuk merencanakan pencurian disebuah Kasino yang pada akhirnya akan membawa mereka pada petualangan seru!

Pokoknya kalau lagi nyari tontonan action tapi ringan wajib nonton ini!!

3. The Invisible Guest (2016)

The Invisible Guest atau dengan judul Spain-nya Contratiempo ini, pasti sudah banyak yang nonton ya? Film Spain yang sempet booming pas awal tahun 2017 lalu ini bikin greget! Out of mind banget filmnya. Berkisah mengenai pembunuhan yang terjadi di ruangan tertutup yang dimana didalamnya hanya ada korban dan seorang pria yang terkapar pingsan. Pria ini dituduh telah membunuh korbannya yang merupakan wanita cantik teman dekatnya ini. Pria ini mencari pembelaan dengan cara menyewa pengacara kondang yang dapat membantunya untuk lepas dari tuduhan itu. Karena bagaimana bisa dia jadi pembunuh sedangkan dia juga korban?

Pokoknya kalau ada yang belum nonton ini, buru-buru deh minta tolong teman atau siapa kek untuk minta film ini. Karena memang sekeren itu filmnya!

4. Chef (2014)

Siapa yang doyan makan atau masak pasti bakalan suka film ini! Chef! Film yang berkisah tentang seorang Chef disebuah restoran fine dining yang dimana ia tidak bisa berkreasi terhadap menunya karena tuntutan sang pemilik restoran. Sampai akhirnya mengundang kritikan dari kritikus mengenai makanannya yang monoton. Setelah berdebat dan terjebak twitwar, Chef menantang Kritikus untuk kembali ke restorannya, namun aksi pembuktian itu harus gagal gara-gara pemilik restoran kekeuh harus pakai menu lama. Akhirnya chef keluar dan mulai mendirikan food truck yang menjual Cubanos!

Jujur ya! Setelah nonton, Momi jadi ngiler banget pengen makan Cubanos! Sebelum nonton film ini udah pernah makan Cubanos di acara Keuken 6 (2015) yang merupakan festival makanan di Bandung. Baru ngeh kayaknya pas acara Keuken itu si foodtruck yang jual Cubanos kayaknya terinspirasi dari film ini deh. Cuma sekarang kalau pengen makan lagi gak tahu harus kemana. Sad!

Dokumentasi Cubanos di Keuken 6

Setiap adegan difilm ini foodgasm semua! Rasanya bikin nyicipin satu-satu. Apalagi ketika adegan Chef bikin sarapan buat anaknya! Sandwich yang isinya berbagai macam keju. Beuuh… pengen ikutan mangap aja deh rasanya! Haha! Yang doyan makan dan masak, wajib nonton ini!

5. Posesif (2017)

Kalau yang ini film Indonesia! Percaya gak makin sini perfilman Indonesia lagi bagus-bagusnya? Yup! Sekali-kali kalian harus nonton film Indonesia! Mengapresiasi karya anak bangsa.

Udah pada tahu belum sama film ini? Film ini banyak sekali mendapatkan Penghargaan dari dunia perfilman Indonesia lho! Mengalahkan filmnya Joko Anwar, Pengabdi Setan. Keren! Film ini bercerita tentang sepasang anak SMA yang sedang memadu kasih. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja, hingga akhirnya Yudis (Adipati Dolken) mulai menunjukan sifat aslinya. Lala (Putri Marino) mulai menjadi korban dari sifat posesif Yudis. Kisah cinta anak SMA membawa mereka dalam keadaan love-hate relationship. Bener-bener udah gak sehat lagi pacarannya. Sudah main tangan, ujungnya baikan dan sayang-sayangan lagi. Bener-bener romantisme masa SMA banget. Tapi ternyata, ada kisah lain dibalik sifat posesifnya Yudis. Apakah itu? Kalian harus nonton sendiri! Awalnya pas nonton ini biasa aja, agak sotoy-greget gitu kayak yang udah ketebak banget endingnya gimana. Ternyata eh ternyata…. gitu tooh! Nah! Kalau pernasaran harus nonton ya! Beneran keren filmnya! Pantes aja dapet banyak penghargaan.

***

Sekiranya itu 5 film yang direkomendasikan oleh Momi Kippo. Hampir semuanya action ya? Soalnya emang suka film yang aktif (apa sih) dibandingkan film menye-menye (tapi kalau nonton drakor juga mau aja kok! Any recommendation? Haha). Kalau kalian punya rekomendasi film juga gak? Yuk share!