Petani Newbie: Menanam Cabe (Part.1)

Semenjak sering nonton video tentang tanam menanam dan follow @petanirasional di twitter, rasanya kok ya jadi petani itu kasihan ya. Pasalnya, saat harga cabe mahal banyak ibu-ibu demo pemerintah bilang turunkan harga sembako, sedangkan ketika harga cabe murah kok ya adem ayem aja, padahal petani pada menjerit. Salah satunya @petanirasional itu sendiri. Sedih juga ya kalau lihat harga cabe di petani itu dihargai cuma Rp 6.000/kg, sedangkan sampai ke konsumen bisa Rp 25.000/kg, rantai distribusi yang panjang yang bikin harga cabe jadi mahal ketika sampai ke tangan konsumen. Tapi bukan hal ini yang mau dibahas, karena itu ranahnya @petanirasional, kalian kalau penasaran kenapa bisa seperti itu dan kenapa petani menjerit semuanya dibahas tuntassss sama @petanirasional, go check his tweet! Hitung-hitung belajar menghargai petani dan jangan suka ngeluh apalagi sampai demo buang-buang waktu, tenaga dan uang kalau harga pangan mahal. Semua ada alasannya.

Lalu yang mau dibahas pada sesi ini apa? Ketertarikan Momi untuk mulai menanam cabe. Momi ini suka banget makan pedes, cabe rawit domba itu harus aja selalu ada di kulkas. Entah buat dibikin sambel, garnish, atau makan mie instan rebus sekalipun rasanya gak pernah salah. Karena sekarang lagi hobi banget masak jadinya sering belanja di pasar sampai hapal harga-harga. Yang paling hapal ya si cabe rawit domba/merah ini. Dulu selalu mengira harganya diatas Rp 12.000 seperempat, ternyata harga wajar itu ya dibawah Rp 10.000 seperempat. Lalu sering juga kan baca tweet-nya @petanirasional hingga tersentil dengan kalimat “Harga cabai sekarang murah, siap-siap saja musim penghujan tiba, harga cabai bisa melambung, lebih baik mulai menanam cabai sendiri sekarang dari pada nanti pada ngeluh harga mahal.” kurang lebih seperti itu. Yang intinya mengajak kita menanam cabe sendiri daripada nanti ngeluh harga cabe mahal, gitu.

Yhaaaaa ugaaa yaa.. kenapa gak nanam sendiri aja?

Kebetulan, awal menikah lalu sempat mengontrak rumah di Arcamanik. Rumahnya rimbun sekali, banyak pohon dan pot-pot bunga. Yang menarik ada satu pot yang isinya pohon cabe rawit merah. Berbuah ketika sedang musim. Karena pengalaman singkat dan didukung dengan baca tweet-nya @petanirasional itulah semakin membuat Momi pengen belajar menanam. Ya tanam apa ajaa… pengennya bikin kebun sendiri, di rumah. Jadi gak perlu beli lagi kalau mau masak-masak. Tapi, karena belum cukup ilmu sampai sana akhirnya Momi memutuskan buat nanam cabe dulu aja deh, kayaknya cocok buat petani newbie macam Momi ini. Haha.

Oiya, kalau mau tahu cara namam cabe atau menanam apapun bisa cek timelinenya @petanirasional, semua dibahas dari awal sampai akhir, ada channel youtubenya juga, sekalian lihat aja keluh kesah beliau dalam mengkritik pemerintah dari mata seorang petani, biar ada sudut pandang lain, gak asal kritik.

Jadilah minggu lalu ke Cihideung, karena memang udah niat banget kan mau beli tanah Lembang, bibit dll. Ternyata, kalau di Cihideung itu kebanyakan jual bunga, kalau bibit yang masih biji itu salah tempat!! Akhirnya pulang cuma beli 2 sak tanah Lembang dan pohon cabe keriting. Semuanya cuma Rp 30.000, murah yaaa.. abis dari Cihideung, karena waktu masih pagi kita memutuskan lanjut ke toko Tani Sugih, di Lengkong. And you know what? Di sini tuh lengkap bangeeett… cari apa juga ada, tapi yang berhubungan sama pertanian yaa.. dan harganya lebih murah, lebih dekat pula gak perlu ke Cihideung. Akhirnya Momi beli bibit cabe rawit merah, NPK dan pupuk.

Di rumah sudah ada pot, kirain potnya besar ternyata kecil sekali. Pas buat pohon cabe yang kecil itu. Tahu gitu kan beli yang lebih gede yaaa.

Dan beginilah penampakan tanaman cabe pertama Momi. Kegiatan sekarang selain mengurus anak bayi, Momi bisa buang bosan dengan menanam cabe! Semoga berhasil yaa!! Deg-degan banget nih mau jadi petani newbie. Haha.

Pohon cabe
Penampakan cabe keriting hijau

Nantikan cerita selanjutnya ya dari Petani Newbie!

You Might Also Like

24 Replies to “Petani Newbie: Menanam Cabe (Part.1)”

  1. Bapak ku pernah nanam cabe rawit / cengek tai ga keurus akhirnya kering trus mati deh.. sayang yaa, btw aku baru tau ada toko pertanian di tengah kota 😀 biasanya aku berburu bibit ke daerah Lembang

  2. Aku juga suka nanem2an..tp yg gampang2 kayak cabe kriting, cabe rawit, daun kunyit, daun serai, jeruk.. Percayalah, itu bikin nagih hahahah… Tp sayangnya cabe kriting hanya bagus sampai 2-3x panen.. Abis itu panennya kuyus2 kering.. Beda sama cabe rawit..
    Anyway, goodluck yaaa semoga subuuurrr

  3. Sebenernya kadang yg mainin harga tuh tengkulaknya yah. Dari petani sih kadang udah murah. Tp kadang klo lgi musim hujan dikit dinaikin, musim kemarau dinaikin. Ada banjir dinaikin. Karna alasan langka dan bla bla bla. Padahal ke petani mah segitu2 juga. *aduh maaf yah emak2 jd curcol. Btw aku juga nanem sendiri dirumah. Enak klo mau nyambel tinggal petik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *