Penyebab Demam Berdarah Menjangkiti Anak

Penyakit demam berdarah memiliki resiko kematian apabila tidak dilakukan penanganan secara cepat dan tepat. Hal ini dikarenakan serangan virus dengue sebagai penyebab demam berdarah dapat menyebabkan kerusakan fatal di sejumlah organ tubuh. Beberapa diantaranya pembesaran organ hati, kerusakan dan pecahnya pembuluh darah, kerusakan kelenjar getah bening dan lainnya. Hal ini perlu menjadi perhatian apalagi Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis. Jenis iklim dengan tingkat perkembang biakan nyamuk sangat tinggi.

Hal tersebut dikarenakan kondisi lembap dengan curah hujan tinggi merupakan kondisi paling baik untuk masa bertelur nyamuk. Demam berdarah dapat diidap oleh siapapun baik anak-anak remaja maupun orang tua. Namun, demam ini paling banyak terjadi pada anak-anak. Hal tersebut dikarenakan imunitas tubuh anak cukup rentan dan masih dalam masa pembentukan pertahanan tubuh.

Baca juga: Pertolongan pertama ketika anak jatuh

Apa Penyebab Demam Berdarah yang Sering Menjangkiti Si Kecil?

Penyakit demam berdarah dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang terbawa asuk ke dalam tubuh saat nyamuk menghisap darah dengan menggigit. Virus dengue terdiri atas 4 macam yaitu, DEN1, DEN2 DEN3 dan DEN4. Indonesia memiliki resiko tinggi dengan persebaran penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan kondisi lembap dan iklim tropis adalah keadaan yang paling disukai oleh nyamuk.

Penyakit ini bisa menjangkiti siapapun termasuk anak-anak. Masa inkubasi virus untuk menginfeksi tubuh terbilang cepat. Apalagi kondisi hangat memungkinkan virus berkembang lebih cepat. Hal ini membuat sistem imunitas tubuh terancam dihancurkan oleh virus dengue. Nyamuk bisa menjadi vektor abadi selama masih mampu hidup. Hal ini bisa menyebabkan jumlah kasus DBD bisa naik tajam di tanah air.

Musim hujan adalah waktu yang tepat untuk berkembang biak. Terdapat banyak genangan air yang bisa dijadikan tempat paling cocok untuk pertumbuhan jentik-jentik nyamuk. Maka dari itu, sangat disarankan untuk selalu menutup bak penampungan agar tidak dijadikan sebagai tempat perkembang biakan nyamuk.

Baca juga: Manfaat konsultasi untuk ibu hamil

Bagaimana Cara Diagnosa DBD pada Si Buah Hati?

Gejala penyakit demam berdarah pada anak dapat diketahui apabila muncul ruam, muntah, suhu yubuh meninggi dan keluarnya darah melalui hidung. Hal ini bisa Anda segera rujuk ke rumah sakit terdekat. Pihak medis akan melakukan beragam pemeriksaan untuk menentukan diagnosis penyakit DBD melalui gejala yang dialami oleh si anak.

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan berupa pemeriksaan secara fisik, pemeriksaan laboratorium jika diperlukan dan wawancara secara medis untuk menanyakan riwayat kondisi kesehatan. Pengambilan sampel darah dilakukan uji laboratorium untuk memastikan adanya virus penyebab demam berdarah atau dengue. Selain itu, uji ini juga dilakukan untuk mengetahui keadaa kekebalan tubuh si buah hati Anda. Hasil pemeriksaan bisa dijadikan sebagai bahan acuan untuk menentukan apakah si buah hati perlu dirawat di rumah sakit atau rawat jalan di rumah.

Baca lagi yang ini: Young Living Essential oil: Digize, Peppermint, lavender dan Stress Away

Bagaimana Cara Mencegah DBD Menjangkiti Si Anak?

Anda perlu melakukan beberapa cara pencegahan DBD agar tidak menjangkiti si kecil. Menjaga ingkungan rumah agar tetap bersih sangat penting untuk Anda lakukan. Hal tersebut dilakukan agar nyamuk pembawa penyebab demam berdarah tidak tinggal nyaman di rumah Anda. l

Lakukan pengurasan bak mandi secara berkala. Hal ini penting agar bak penampungan tidak dijadikan sebagai sarang jentik-jentik. Usahakan untuk mengubur kaleng-kaleng maupun botol yang memiliki indikasi mampu menampung air genangan. Anda juga bisa memberikan lotion untuk si buah hati sebelum tidur maupun saat berangkat sekolah. Hal ini penting sebagai langkah pencegahan terkena DBD.

Sumber gambar

https://www.sehatq.com

irraoctavia

You Might Also Like

54 Replies to “Penyebab Demam Berdarah Menjangkiti Anak”

  1. Selain corona, Demam Berdarah juga sedang mengacam kita. Kemarin sempet baca berita ada bayi meninggal karena DBD. Hiks sedih sekali. Makanya memang kita harus benar-benar menjaga kebersihan ya mbak, terapin juga cara-cara mencegah BDB.

  2. Tapi sekarang ini memang demam berdarah juga lagi banyak ya, aku teringat waktu anakku dirawat bulan Feb. Suster rumah sakit bilang, beberapa anak disini rawat karena demam berdarah. Jadi ingat beberapa tahun lalu aku juga pernah DBD, kita yang dewasa saja merasa gak enak banget apalagi anak-anak.

  3. Selain pandemi Civid 19, Demam Berdarah ini pun termasuk wabah yang sedang perlu banget kita waspadai saat ini.

    Lebih bahaya lagi kalau sampai menjangkiti anak anak. Duh, jangan sampai ya.

  4. Pendemik Covid-19 sedang menyerang DBD pun sedang mengancam. Ada 2org teman ku di rawat ini nih mbak kena DBD. Tp aku pun ga berani besuk dan memang ada larangan untuk besuk. Duh jgn sampai anak2 terjangkit ya mbak, kasihan hiks

  5. Gila sih serem deh DBD bisa merusak organ dalam kayak bikin pembesaran organ hati, kerusakan dan pecahnya pembuluh darah, kerusakan kelenjar getah bening. Pantes aja bisa ada sampai yang tak tertolong ya 🙁 Bener-bener harus waspada dan jaga kebersihan di rumah terus rajin nguras bak penampungan air biar gak ada jentik yang berkembang biak yah

  6. Selain corona, saat ini kita juga mesti waspada dengan DBD ya mbak…nggak kalah populer juga nih penyebarannya. Sulung saya pernah kena dulu, dan jujur itu pengalaman yang sangat menakutkan buat saya pribadi. Semoga kita selalu dilindungi dan terhindar dari DBD yaa

  7. DBD ini ditularkan oleh virus Dengue dengan perantara nyamuk Aedes Aegepty. Bisa menular ke siapa saja, termasuk anak-anak lewat gigitan nyamuk. Sebaiknya kalau udah ada demam periksa ke dokter dan cek Laboratorium, buat lebih pasti. Jangan lupa pencegahan dengan 3M

  8. Hal yang juga perlu diantisipasi orang tua adalah DBD ini ya Mbak. Karena rentan banget kalau sempat terkena anak. Di tempat tinggal saya sudah ada beberapa anak yang kena sampai akhirnya dilakukan penyemprotan untuk mencegah penyakit ini

  9. Baru semalam tetangga Mpo kena DBD. Kalau sudah begitu yang paling repot adalah petugas jumantik.

    Selain petugas jumantik masalah ini jadi maslah kita bersama maka lakukan 3M

  10. Jadi ingat pengumuman dari ketua RT dai WAG, kalau DBD juga mengancam DKI Jakarta selain Corona. Hiks, nyesek jadinya, ada wabah berombongan datangnya. Memang mesti waspada dan peduli dengan kebersihan lingkungan dan kesehatan diri kita ya…

  11. Indonesia ini emang potensial banget bagi nyamuk aedes aegyptie buat berkembang biak yah mom. Tiap tahun kasusnya selalu banyak. Anakku kemarin jadi korbannya smapai dirawat d RS, alhamdulillah hanya tiga hari aja

  12. Nah betul banget kak DBD sepertinya harus diwaspadai ya apalagi sama anak2 . Jadi tetap kunci nya jaga kebersihan ya kak. Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan

  13. Di tempatku juga lagi musim DBD. Yang tua, yang kecil, bahkan bayi juga ada yang kena. Sampe ada yang meninggal. Semoga Corona enggak membuat kita lengah dengan ancaman DBD yang juga membahayakan.

  14. Demam berdarah salah satu penyakit yang bikin was-was tiap anakku mulai demam. Sepertinya tiap musim pancaroba demam berdarah jadi wabah ya mba.. balik lagi, jaga kebersihan rumah jadi kunci untuk antisipasi awalnya. Terimakasih sharingnya mbak Irra 🙂

  15. DBD juga berbahaya, bukan hanya Corona saja. Saya pernah kena dbd dan harus dirawat seminggu di rumah sakit Fatmawati.

    Awalnya demam tinggi, pusing luar biasa, mual (karena punya maag), lemas dan badan ngilu.

    Bintik merah justru muncul di hari ke-4, saat itu udah gak pusing dan demam, tapi mual dan lemes makin menjadi.

    Trombosit turun drastis, kalo kelamaan penanganannya, pembuluh darah bisa pecah, yang mengakibatkan darah keluar dari hidung, telinga.

    Jadi, jangan anggap sepele dan tetap waspada.

    Dan anak-anak yang dirawat inap satu ruangan dengan saya, rata-rata bisa pulih lebih cepat loh. Mereka check out duluan dibanding saya.

    Terima kasih

  16. Di Balikpapan sudah mewabah selain corona ada sekitar 369 lebih yng kena DBD dan 4 yang meninggal dunia karena tak tertangani.

  17. Bener mbak, saat musim hujan kita dihadapkan pada penyakit dbd. Makanya saat musim hujan kita perlu menjaga kebersihan lebih ekstra. Terutama terhadap bak mandi dan juga saluran air. .. Terima kasih atas sharingnya

  18. Benar mbak, saat musim hujan kita dihadapkan pada penyakit demam berdarah. Makanya kita perlu menjaga kebersihan lebih ekstra. Terutama pada bak mandi dan saluran air. Terima kasih atas sharingnya

  19. Duh liat gambarnya gemes banget ya k. Pengen cubit nyamuknya hihi. Betul banget k, beberapa minggu lalu di daerah rumah saya pun sedang gencar pemberantasan nyamuk. Karena dikhawatirkan sedang wabah corona ada juga DBD.

  20. Demam berdarah ni penyakit yang tengah merajalela juga ya mba selain corona. Kudu hati-hati dan tahu cara pencegahannya. Makasih infonya semoga kita dijauhkan dari segala marabahaya. Aamiin

  21. Penyakit yang mengerikan apalagi kalau kena anak2 dan skrng musim pancaroba biasanya juga wabah ini makin banyak, blm lagi wabah corona, hiks.
    Makanya kudu bener2 dijaga ya mbak kebersihan lingkungan supaya gak ada nyamuk bekeliaran lagi

  22. Bulan kmren teman kmar di dormitory terdiaknosa dbd saat Program pembeljaran lagi gencar²nya huhuhu di RS aku pun lihat adek bayi Meski dbd tak seviral corona, tapi ini juga sangat berbahaya. Kalau orang dewasa yg kena aku masih bisa toleran tapi klau dedek bayi gak kuat aja lihatnya airmataku langsung aja menetes saking gk kuat lihat kondisinya

  23. Selain COVID, ketari-ketir juga sama penyakit yang satu ini. Apalagi udah masuk ke musim peralihan dari hujan ke panas. Rasa khawatir bertambah ketika ada temen yang terserang DBD. Mudah-mudahan kita semua sehat selalu. Amiin.

  24. Makasih mba untuk diingatkan kembali dengan wabah yang satu ini. Kebetulan di rumah saya masih banyak nyamuk. Mungkin karena masih ada kebun walau tak seberapa. Jadi PR banget karena lingkungan rumah juga harus sering-sering dibersihkan.

  25. Musim hujan itu serba was-was, apalagi dengan DBD ini ya, hikss.
    Emang harus lebih rajin lagi bebersihnya di saat musim hujan tiba. Ponakanku pernah 2x harus nginap RS karena DBD.

  26. Belakangan ini kita banyak fokus ke Covid-19 sehingga nyaris terlupa bahwa ada satu wabah lagi yang rutin hadir terutama di musim penghujan
    Semoga dengan menjaga pola hidup yang bersih dan sehat, kita semua terhindar dari penyakit demam berdarah

  27. Di Hong Kong selain corona, penyakit DBD juga lagi meneror kota kecil ini. Apalagi sekarang sedang musim penghujan. Kemarin kasusnya sudah 36 an. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya

  28. Duuh, melihat fotonya tanganku gatel pengen tepokin. Kesel banget liat nyamuknya. Memang nih DBD ga bisa dianggap remeh. Semoga kita semua selalu terlindungi dari penyakit ini, ya.

  29. Dulu waktu SD aku pernah kena DBD. Dan saat itu pengetahuan ortu tentang DBD masih awam, jadi ya sempet dikira demam biasa sampe akhirnya cek darah. Ternyata positif DBD. alhamdulillah berhasil sembuh seminggu kemudian.

  30. Demam berdarah memang salah satu yang susah juga di prediksinya karena cepet banget menyerangnya, ada anaknya bos aku sudah besar padahal terus gemuk ga dalam hitungan minggu dan bulan, saat kena DBD malah ga tertolong.

  31. Kenapa sekarang ini banyak sekali penyakit yang mematikan, lagi heboh dengan wabah pandemi Civid 19 di tambah lagi Demam Berdarah. harus exstra hati-hati dan jaga kebersihan agar tidak mudah terkenapenyakit, corona dan DBD.

  32. Hiks DBD emang harus waspada ya, serem karena termasuk penyakit yg mematikan jg nih, duh semoga kita semua dijauhkan dr segala jenis penyakit. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *