5 Imunisasi Dasar Untuk Bayi Baru Lahir

Assalamualaikum. Mau cerita nih tentang perjalanan Imunisasi Ilya. Sebagai ibu baru yang tidak mempunyai ibu, jujur pas awal punya anak sempat kikuk, bingung harus bagaimana. Karena jadi seorang ibu itu gak ada buku pedoman yang pakem, terlebih gak bisa nanya sama ibu bagaimana cara mengurus anak bayi. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi anaknya. Anak yang lahir normal aja pasti berbeda satu dengan lainnya, apalagi anak yang lahir prematur. Tambah bingung ketika banyak sekali informasi yang masuk yang terkadang informasinya berbeda.

Awal mula kebingungan itu terjadi ketika Ilya harus imunisasi. Waktu itu dokter belum memberi Ilya imunisasi awal karena berat badan Ilya yang masih kurang. Beratnya cuma 1,8 kg. Ketika hampir satu bulan beratnya baru 2,4 kg, saat itulah imunisasi awal dilakukan dokter bilang “kita harus kejar imunisasi!”. Menurutku penyataan tersebut bikin pertanyaan di benak. Memangnya apa yang harus dikejar? Mana kita sempat ganti dokter anak sampai 3 kali. Pertanyaan itu belum terjawab sampai akhirnya Aku bertanya ke sana-ke sini dan memahami kalau yang namanya imunisasi itu ada waktunya. Ada beberapa vaksin yang tidak boleh telat diberikan pada bayi pada usia tertentu, contohnya vaksin BCG yang harus diberikan sebelum bayi berusia 3 bulan apabila lewat usia 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkolin.

Karena kita sempat ganti dokter anak sampai 3 kali dikarenakan merasa kurang cocok, cari dokter aja kayak cari jodoh yaa! Karenanya informasi mengenai vaksin apa yang wajib dan yang cuma tambahan saja jadi tidak jelas. Karena Aku pikir semua vaksin itu wajib, harus dilaksanakan. Sempat bertanya juga sama teman yang merupakan admin dari suatu grup parenting, jawabannyapun kurang mencerahkan. Sungguhlah ketika baru punya anak itu banyak bingungnya.

Berdasarkan pengalaman itulah Aku tergugah untuk menulis mengenai 5 vaksin dasar yang wajib untuk bayi. Agar gak bingung dan bisa melengkapi imunisasi anak.

Vaksin dasar yang wajib

1. Vaksin Hepatitis B

Vaksin ini paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Apabila diberikan vaksin HB kombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian di usia 2, 3, dan 4 bulan.

2. Vaksin Polio

Vaksin ini diberikan pada saat bayi dipulangkan, vaksin yang diberikan berupa vaksin polio oral (OPV-0). Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3 dan polio booster dapat diberikan vaksin OPV atau IPV (suntik) namun sebaiknya diberikan paling sedikit satu dosis vaksin IPV.

3. Vaksin BCG

Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum bayi berusia 3 bulan, optimal umur 2 bulan. Apabila diberikan sesudah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin.

4. Vaksin DPT

Vaksin difteri, tetanus dan pertusis (DPT) pertama diberikan paling cepat pada umur 6 minggu. Dapat diberikan bersamaan dengan vaksin polio, HB, dan Hib. DPT ini ada 3 tahap ya, DPT-1 diberikan pada bayi usia 2 bulan, DPT-2 diberikan pada bayi usia 3 bulan, DPT-3 diberikan pada bayi usia 4 bulan. Untuk anak umur lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td/Tdap.

5. Vaksin MR

Vaksin MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak.

Sumber: IDAI 2017

Jadwal imunisasi terbaru yang direkomendasikan oleh IDAI 2017

Cara mendapatkan 5 vaksin ini

  • Puskesmas

Kelima vaksin dasar tersebut sebenarnya merupakan program dari pemerintah, Mommies bisa mendapatkan kelima vaksin tersebut di Puskesmas terdekat. Biayanya? Biasanya hanya bayar pendaftaran aja mulai dari Rp 2.000 tergantung Puskesmasnya atau bahkan gratis?

  • Bidan

Selain di Puskesmas, Mommies bisa dapatkan kelima vaksin tersebut di Bidan ya. Harganya juga cukup terjangkau, vaksin dan jasa sekitar Rp 50.000 – 70.000 dengan obat. Terakhir Ilya vaksin DPT-3 di bidan tanpa obat hanya bayar Rp 60.000, sangat murah kalau dibandingkan kita harus vaksin di dokter anak.

  • Rumah Sakit

Opsi ini yang sering banget kita pakai. Alasannya karena pertama kita tidak tahu kalau vaksin dasar ini dicover pemerintah. Kedua, biasanya kita vaksin sekalian kontrol anak. Ketiga, masih belum percaya tempat lain untuk vaksin sampai akhirnya sempat kehabisan dana dan coba vaksin di Bidan dan Rumah Vaksin Bandung. Untuk biayanya cukup mahal, selain bayar biaya vaksin kita juga harus bayar jasa dokter. Waktu itu pernah datang cuma buat vaksin doang (padahal niatnya mau konsul juga tapi dokternya salah tangkap), habis sekitar Rp 475.000. Untuk vaksin DPT harganya sekitar Rp 275.000 ditambah jasa dokter yang berkisar antara Rp 180.000-220.000. Nyesek. Huhu. Tapi demi anak gak apa-apa.

  • Rumah Vaksin

Opsi terakhir ini kita pakai ketika Ilya harus vaksin tambahan (diluar vaksin wajib), pernah juga vaksin DPT-2 di sini. Kalau di Rumah Vaksin, kita cukup bayar harga vaksinnya saja sekitar Rp 275.000 sudah termasuk jasa dokternya. Yang jaga dokter umum.

Baca selengkapnya: Rumah Vaksinasi Bandung

Begitulah pengetahuan dasar mengenai 5 vaksin wajib bagi bayi yang baru lahir. Semoga bermanfaat khususnya bagi ibu baru yang segalanya diurus sendiri. Cek lagi jadwalnya Moms, jangan sampai kelewatan yaa! Yuk lengkapi imunisasinya demi mewujudkan Indonesia Sehat!

You Might Also Like

36 Replies to “5 Imunisasi Dasar Untuk Bayi Baru Lahir”

  1. Ada vaksin juga yang tapi maaf saya lupa karena itu 6 tahun yang lalu yang kita bisa pilih vaksin biasa atau vaksin yang bisa bikin anak gak sakit panas ( biasanya habis vaksin khan anak pasti panas).
    Akhirnya saat itu saya pilih vaksin biasa sih karena kalaupun panas toh ada obat turun panasnya dan panas paling juga 1 – 2 hari aja.
    Apapun pilihannya semoga dengan vaksin anak – anak kita sehat terus ya Mom.

    1. Iya itu untuk DPT bun. Vaksinnya bisa pilih yang bikin panas atau DPaT yang gak bikin panas. Sama, aku juga pilih yang biasa aja. Selain emang harganya lebih murah, demam kan merupakan reaksi yang wajar, yang menandakan kalau antibodi anak kita berfungsi dengan baik.. alhamdulillah selama ini demamnya gak pernah lama. Sehari aja udah..

  2. Ini sama kayak anak pertama saya dulu.
    Udah di tahun tersebut informasi belom sebanyak sekarang, udah gitu sosialisasi vaksin juga belum bagus dan jelas.
    Jadilah sama, kamipun bolak balik ganti DSA.

    Setelah anak kedua, Alhamdulillah gak terlalu repot.
    Cukup ke puskesmas saja πŸ™‚

    1. Nah! Anak pertama itu bikin greget ya. Soalnya kan kita panik, masih transisi masa dimana biasa hidup sendiri, lalu berdua tiba-tiba jadi bertiga. Jadi suka skip. Semoga anak kedua nanti bisa lebih santai lagi..

  3. Alhamdulillah Ahnaf udha lengkao imunisasinya. Menurutku imunisasi penting bgt buat perlindungan anak. No matter ke deoannya mgkn bgt akan terserang penyakit to setidaknya damoaknya bs diminimalisir.

  4. Dulu ketika aku masih bayi. Ibu ku cerita bahwa jaman dahulu tidak ada fasilitas imunisasi. Yang penting anak diberikan asupan makanan bergizi. Karena zaman sudah berkembang dan semakin banyak wabah penyakit dari berbagai negara sehingga imunisasi menjadi penting bagi anak anak. Sehat selalu yah anak anak. Thanks for sharing mbak.

    1. Betul. Dulu beda sama sekarang. Karena yang namanya iptek kan dinamis ya, mengikuti perkembangan zaman. Sehat selalu untuk anak Indonesia..

  5. sehat-sehat selalu anak Indonesia.. Pemerintah udah bae loh ini kasih vaksin subsidi, kita gak perlu bayar buat ikhtiar suapaya anak2 sehat selalu.. Bhayy jauh2 deh buat anti vaksin!

    1. Betul… vaksin kan sebagai salah satu ikhtiar dalam menjaga kesehatan ya… semoga gak ada lagi deh yang anti vaksin. Kasian generasi kedepannya kalau pada anti vaksin. Huhu

    1. Iya, terkadang suka lupa lupa mbak.. apalagi dulu pas pertama vaksin sempet bingung yang wajib mana aja.. sama-sama mbak..

  6. Sekarang ada aplikasi dari IDAI yang bantu memudahkan sebagai pengingat jadual vaksin, ada Primaku dan PrimaOk.
    Pernah coba vaksin di puskesmas, rumah sakit dan rumah vaksinasi. Untuk vaksin tambahan seperti Pcv memang lebih terjangkau di Rumah Vaksin.

  7. I havenΒ¦t checked in here for a while since I thought it was getting boring, but the last few posts are great quality so I guess I will add you back to my daily bloglist. You deserve it my friend πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *