Menikmati Jajanan Asal Jepang di Kedai Ling Ling, Bandung

Beberapa yang lalu, secara tiba-tiba Momi pengen banget makan Takoyaki. Rasanya udah lama sekali gak makan ini. Gak sengaja pas berkunjung ke rumah teman, ada Kang Takoyaki keliling lagi beberes. Pikirku, ntar aja deh ke rumah temen dulu pulangnya baru beli. Tapi ternyata nasib buruk datang, Kang Takoyakinya keburu ilang. Huhu.

Tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan, akhirnya kita memutuskan pergi ke Kedai Ling-Ling (KLL) yang menjual jajanan khas Jepang. Cus!

Kedai terbaru dan terluas dari KLL ini terletak di Jl. Sukajadi, sejajaran dengan mal PVJ. Beruntung saat itu gak macet, karena biasanya daerah sana suka macet.

Pas kita datang suasanya sepiii banget. Sepertinya pamor KLL Sukajadi mulai menurun semenjak kedai di Jl. Sultan Agung mulai direnovasi. Saat itu pengunjung yang datang hanya kita dan sekelompok pengunjung yang gak lebih dari 5 orang.

Gak pakai lama, kita langsung pesan Ramen dan Okonomiyaki. Saat itu kita datang dengan keadaan perut lapar sekali. Beruntung waktu itu lagi ada program beli Okonomiyaki buy one get one. Ihiy!

Suasana di KLL Sukajadi ini sebenarnya sangat enak. Luas dan adem, gak perlu desek-desekan kayak di KLL Sultan Agung. Area makan terbagi menjadi dua, indoor dan outdoor. Waktu itu kita datang pas lagi hujan. Padahal suasana dibagian outdoor-nya nyaman sekali ya?

Untuk pelanggan yang cuma kita ini, menurut Momi pelayanannya cukup lama. Kita menunggu hampir setengah jam untuk ketiga makanan itu hadir di meja. Hmm..

Setelah menunggu cukup lama akhirnya pesanan kita jadi juga.

Ramen KLL

Saat itu pilihan kita pertama jatuh ke Ramen KLL. Ramen ini beneran enak lho! Bisa pilih level kepedasannya. Seperti biasa Momi pilih level paling tinggi. Penambahan level pedas pada ramen membawa rasa tersendiri. Makin wenaaak!

Porsinya juga banyak banget! Kenyang makan ramen berdua. Harga untuk satu porsi ramen KLL ini sebesar Rp 38.000 belum termasuk pajak. Worth it lah malah terbilang murah, kalau mau nyobain ramen authentic Jepang dengan modif dikit.

Baca juga: Ramen Hakata Ikkousha ada di Bandung

Okonomiyaki

Yang ini kayaknya menu favorit sepanjang masa. Perpaduan dari sayuran, telur, adonan terigu dan isiannya yang disesuaikan dengan selera, mengembalikan kenangan waktu kuliah dulu. Walau jauh dari kampus, Momi dan kawan-kawan suka makan ke sini.

Ada beraneka ragam pilihan isi untuk okonomiyaki seperti keju, octopus, crab stick, salmon, dll. Waktu itu kita pesan okonomiyaki keju dan octopus. Penampakan dari luar sih gak keliatan ya isinya apa, tapi KLL ini gak pelit isi kok.

Saus khas okonomiyaki-nya ini enak banget loh! Bikin ketagihan. Harga seporsi Okonomiyaki Rp.

Baca juga: Makan Dimsum Sepuasnya di Bamboo Dimsum

Takoyaki

Bola-bola dengan isian Octopus ini memang menarik hati. Siapa yang bisa menolak coba camilan ini? KLL memiliki Takoyaki yang enak sejajar dengan menu Okonomiyakinya.

Isian Takoyaki mirip dengan okonomiyaki. Harga seporsi takoyaki adalah Rp.

Baca Juga: Ramen Sensei, Bandung. Murah, Meriah, Mantap!

Mango Dessert

Sebenarnya ada satu menu lagi yang jadi favorit di KLL ini. Waktu itu kita udah mulai kekenyangan dan lupa juga buat pesen ini. Mango Dessert namanya.

Dessert yang terbuat dari mangga segar yang diblender dengan es batu dan disimpan di freezer untuk menghasilkan tekstur yang sedikit padat, dengan tambahan berbagai macam topping diatasnya selalu menarik perhatian. Dimakan pas panas-panas, duh rasanya nyes sekali!

Bukan hanya Mango, ada juga rasa lain seperti Lechy, Vanilla, Berries, dan lain-lain.

***

Bandung memang layak disebut sebagai kota kuliner. Berbagai jenis makanan di Bandung pasti ada, apa aja bisa jadi makanan. Dimulai dari Cireng, Cimol, Cilung, semua per-ACI-an sampai baso tahu, batagor. Untuk restopun tersedia dari berbagai macam negara, cari makanan western, ada. Makanan Sunda, jelas. Makanan India, ada. Makanan Jepang. Pasti ada!

Yuk cobain!

Waroeng Steak n Shake Konsep Baru Yang Kekinian

“Yuth, besok sibuk gak?”

“Hmm.. gak sih kayaknya, kenapa?”

“Ke WS yang baru yuk!”

“Ooo yaa Ayok!”

Itulah sepenggal percakapan dari sepupu Momi yang ngajakin makan ke Waroeng Steak yang baru di jalan BKR, Bandung. Dimanapun kalau udah diajak makan, Momi seneng aja. Langsung hayuk-hayuk. Haha.

Sebenarnya siapa sih yang gak pernah makan Steak Waroeng Steak (WS)? Kayak ya semua pernah ya, soalnya WS ini setahu Momi sudah tersebar di berbagai kota. Bukan hal baru sebenarnya makan di WS. Steak Sirloin tepungnya dan saus khas WS itu sudah menjadi signature WS. Menu favorit sepanjang masa.

Tapi bahasan kali ini ada yang berbeda, Waroeng Steak (WS) ini ada yang baru buka di dekat rumah Momi sekitar beberapa minggu lalu. Hampir sebulananlah. Hadir dengan konsep baru yang kekinian. Terkesan lebih modern dan hype banget. Berbeda dengan konsep sebelumnya yang cuma resto steak murah aja.

Desain interior yang kekinian membuat WS jadi sedap dipandang. Betah lho lama-lama nongrong di sini. WS ini deket banget dari SMPN 11 Bandung dan SMAN 11 Bandung yang dua-duanya merupakan almamater Momi. Tau bangetlah dulunya apa tempat ini. Haha. Jadi, jangan heran kalau banyak anak sekolahan makan di sini. Selain itu juga WS punya promo khusus setiap jam 14.00-20.00 untuk Sirloin Steak Single dan Chicken Steak Single harganya jadi sekitar Rp 18.000-an sesudah pajak. Lumayan terjangkau kan untuk anak sekolahan.

Kenapa ya dulu gak ada tempat nongkrong seenak ini? Nasib.

Baca juga: Weekend Escape, Dapoernya Paberik

Untuk proses pemesanan makanannya, sebenarnya sudah berubah dari lama. Konsumen diwajibkan memilih menu sendiri dan langsung bayar di kasir.

Yang bikin gemes itu adalah tempat kasirnya. Kesannya kayak lagi pesan menu fast food terkena. Desainnya ituloh, kekinian banget!

Setelah selesai bayar, kita tinggal nunggu deh waiters-nya nganterin makanan ke meja. Simple bukan? Iya kalau sepi, kalau rame? Haha.

Jadi, selama seminggu kemarin ini Momi lagi suka-sukanya makan di WS ini, terhitung tiga kali makan di sini. Hari terakhir zonk banget! Karena orang-orang pada makan di sini dan antriannya itu panjaaaang sekali. Alhasil kita nunggu dua kali. Pas antri dan pas dianterin makanan. Alhasil menu yang dipengen habis dan seadanya. Hiks.

Tapi, tetap gak kapok kok buat makan di sini. Soalnya Momi emang suka banget sama steak WS yang pake tepung itu. Unik! Mungkin bagi beberapa orang gak suka ya steak bertepung. Yaiyalah.. apaan coba steak pake tepung? Tapi itulah uniknya WS. Gak ada steak tepung yang lebih enak selain WS, untuk saat ini.

Paduan tepungnya yang krispi diaduk dengan saus khas WS. Menciptakan citarasa yang luar biasa. Momi udah terlalu lama banget gak makan WS, mungkin ini yang dinamakan rindu.

Untuk rasa Cordon Blue (padahal harusnya Bleu ya?) menurut Momi kejunya kayak udah asem gitu. Entah karena memang seperti itu rasanya karena melalui serangkaian proses memasak yang menyebabkan ya jadi berubah rasa atau kejunya tidak dalam kondisi baik? Hmm.. gak tahu deh.

Selain konsep restonya yang baru, WS juga mengeluarkan menu baru, yaitu Wagyu Steak dan Steak Saus Keju! Wagyu steak jadi menu premium di sini. Momi belum minat sih, (selain karena harganya yang mahal) juga karena menurutku WS itu ya steak tepung! Titik! 😋

Baca juga: Konro Bakar Marannu dan Nasi Goreng Merah

Steak Chicken Double Hot Cheese ini sebenarnya menu seadaanya yang Momi ceritain sebelumnya. Steak Crispy dengan saus WS keburu habis, jadilah menu ini dipilih. Ternyata, walau ini menu pengganti, rasany enak juga! Mirip saus keju yang di Fire Chicken itu loh.

Menu barunya menempati posisi kedua dihati Momi!

So far suka banget sama konsep baru dari WS ini yang lebih kekinian. Banyak spot foto yang keren-keren. Oiya, di sini juga menyediakan meeting room yang sekelilingnya dikelilingi kaca. Jadi kalau mau kumpul bareng temen-temen bisa milih ruangan itu tanpa harus mengganggu pengunjung yang lain. Wuah! Seru!

Baca juga: Eatboss, Eat Like a Boss!

***

Habis nulis ini, malah jadi laper nih. Haha. Ntar makan WS lagi ahh.. mumpung belum bosen. Hihi.

Kabobs! Kebab premium yang menggugah selera.

Pernah gak sih pergi ke mall terus mencium wewangian yang menggelitik perut, hingga pada akhirnya mengeluarkan bunyi krauuukk krauukk lapeerrr….

Jadi hari Sabtu lalu, mau bikin akte kelahiran karena ga sempet pergi ke kantor Disdukcapil jadinya ngedatangin Disdukcapil cabang mall.. 😂 Tempatnya berada di lantai 3 mall Festival Citylink. Agar mempersingkat waktu (karena mau pergi ke kondangan juga), parkirlah kita di lantai 3. Pas keluar mobil kok mencium wangi-wangi surgawi ya.. wanginya aja udah kerasa enak banget.. gimana rasanya ya? Kira-kira begitulah keadaan waktu itu. Pas buka pintu masuk mall, kok makin wangiiii… sampai akhirnya kita melewati si booth sumber wewangian ini, ternyataaa! Ini sumbernya… Boothnya Kabobs!

Hidung langsung ngasih sinyal ke otak, otak langsung ngasih tau perut bahwa perut harus diisi sama benda yang wangi ini!! Setelah lirik-lirik liat pricelist (soalnya takut mahal bok, kan bete ya berharap pada hal yang tak bisa diraih) akhirnya memutuskan untuk beli, karena ternyata harganya ga mahal-mahal amat. Paling mahal 25rb! Lidah ini makin penasaran.. akhirnya aku memutuskan untuk pesan satu! Rasa baru, kebab cheese (lupa namanya).

Dan ini penampakannya..

Kabobs ukuran besar

Kabobs ini kebab kekinian yang melabeli diri sebagai kebab premium. Wajar jika menyebut kalau kabobs adalah kebab premium, wong jualannya aja di dalam mall! Harganyapun menurutku sangat worthed. Why? Karena daging yang diberikan juga buanyak banget.. gede-gede. Mantap!

Dagingnyaaa 😍😍

Untuk rasa? Gausah ditanya, kebabnya aja premium masa rasanya engga? Karena kita tinggal di Indonesia, mungkin rasa daging kebabnya akan cenderung sama. Permah makan juga kebab asli dari timur tengahnya langsung pas umroh, rasanya mirip ai Kabobs ini.. Walau dagingnya udah diolah, tapi rasanya tetep juara! Dagingnya masih berasa!! Ya gimana engga, wanginya aja semilir kemana-mana.. Apalagi bisa tambah isi apa aja. Ada keju, onion, vegetables dan masih banyak lagi.

Dari packagingnya, Kabobs ini menarik sekali. Sangat mempermudah kita untuk makan kebab tanpa harus dibalik-balik ngeluarin kebab dari dalam kardus..

Ukuran Kabobs ini ada yang small and big. Menurutku, biar puas langsung pesen yang big! Jamin abis!! Karena yaitu tadi rasanya seenak ituuuu!!

Aduuuhhh… nulisnya sambil ngiler ini!! Huhu… nanti siang kau melipir ah beli Kabobs! Kalau kalian, suka kebab juga gak?

Eatlah, Nasi Bento yang dikemas dengan kekinian!

Lagi beres-beres, ga sengaja liat jam! Kok jarum panjang dan pendeknya mulai menuju ke angka 12 ya.. ya ampun! Ternyata sudah siang saudara-saudara! Keasyikan beberes menyebabkan perut lupa untuk diisi. Kali ini Momi Kippo ga masak, soalnya pas cek kulkas ga ada apa-apa, lupa belum ke pasar. Hihi.

Hari ini Momi mau makan yang simple aja. Tapi pengen yang aneh. Hmm… apa yaa… lihat-lihat aplikasi online, akhirnya Momi tertambat pada Nasi Bento premium, Nasi Bento atau bahasa lainnya Rice Box ini mengingatkan Momi zaman kerja dulu. Lagi nabung buat meniqah, Momi tiap hari makan yang murah meriah mantap! Di tempat kerja Momi ada Nasi Bento Korea/Jepang yang sebenernya isinya sama aja, ayam fillet krispy dipotong kecil-kecil yang ngebedain cuma sausnya. Harganya cuma 15rb sajaaaa saudara-saudara.. hemat kan? Tapi kali ini nemu di aplikasi ojek online ada Nasi Bento tapi premium! Iyaaa! Premium!! Sausnya aja pake salted egg sauce. Harganya juga cukup mahal kalau dibandingin sama Nasi Bento yang biasa Momi beli.. hiks hiks.

Adalah Eatlah! Nasi Bento premium yang daritadi Momi bahas! Salted Egg Chicken Rice jadi pilihan Momi untuk makan siang hari ini. Sekali-kali makan mahal gapapa kali yaaaa….

Ternyata Momi baru sadar Eatlah ini sempet booming banget beberapa waktu lalu, sampai antriannya panjang banget! Ditengah dagdigdug takut datengnya lama ditambah perut udah krubuk-krubuk. Momi cari tahulah tentang Eatlah ini. Ternyata Eatlah ini dibuat oleh mahasiswa asal Indonesia yang sedang berkuliah di Singapore yang kangen sama masakan Indonesia, tapi kok kebanyakan menunya salted egg ya? Harusnya sambel cobek terasi.. hmm.. 🤔

Akhirnya babang Ojol datang! Yeay!!

Penampakan Eatlah!

Dari penampakannya agak kurang menarik ya untuk difoto, ya maklumlah namanya juga beli lewat ojol. Menurutku apapun yang delivery pasti hasilnya takkan seindah makan di tempat. Hihi..

Sempet nanya sama abang ojolnya, katanya ga terlalu penuh. Untunglaaah… datangpun sangat cepat! Love abang ojol! Digeplak Papi G!

Untuk rasanya Momi harus menghibur diri, harganya mahal cyiinn! Harganya 40rb belum termasuk ongkos kirim yaa!! Menurut lidah Momi ini, rasanya plain, salted egg-nya kurang greget. Malahan cenderung kurang banyak. Kalau agak banyak enak kali ya… terus dikasih kecap asin+cabe rawit sebagai penambah rasa. Momi sih pake BonCabe aja level 15 biar “nyambung” soalnya pas pake kecap asin itu agak kemana-mana rasanya.

Oh, mungkin maksud dikasih kecap asin itu buat nambah rasa yang dulu hilang kali yaa biar ga hambar. Baru ngeh.. 😂

Porsinya juga ternyata kurang buat Momi, busui yang selalu kelaparan ini.. harus beli 2!! Tapi harus siap-siap rogoh kocek lebih dalam..

Tuh kan bener, setelah habis ada ajakan untuk nambah lagi

Hakata Ikkousha, Ramen asli dari Jepang ada di Bandung!

Sore-sore emang enaknya makan yang berkuah-kuah. Pengen makan sesuatu yang authentic banget, tapi apa ya.. sempet bingung antara ramen atau udon. Akhirnya Momi dan Papi G sepakat buat makan ramen aja! Iya, di Bandung ini ada ramen yang katanya asli dari Jepang. Rasanya mirip. Tapi Momi ga bisa verifikasi ya beneran mirip apa engga, soalnya Momi sendiri belum pernah ke Jepang. Huhu… Papi G ajak Momi ke Jepang pleaseeee….

Ini kedua kalinya Momi makan di sini, Hakata Ikkousha. Cuma sekarang baru nulis reviewnya. Menurut sumber, Hakata itu merupakan nama daerah di Jepang. Jadi, Hakata Ikkousha ini bisa dibilang kayak ramennya Hakata, kalau di Indonesia semacam Bakso Malang kali ya…

Analogi yang aneh..

Sebenernya ada banyak ramen Hakata, pernah baca juga ada ramen dari daerah Jepang juga di 60gourmet. Tapi Momi belum pernah nyobain, karena kalau ga salah ramennya non halal. Hakata ini juga aslinya non halal. Kalau di Jakarta, ada beberapa cabang yang memang menyediakan menu non halalnya, kaldu ramennya terbuat dari rebusan kaldu babi. Tapi kalau di Bandung bisa dipastikan halal! Karena menunya hanya menjual dari kaldu Ayam. Yang datang juga banyak yang muslim. Momi jadi tenang kalau begini..

Pertama kali nyoba Hakata itu sekitar 2 tahun lalu, Momi sampai lupa pernah beli rasa apa. Sampai akhirnya kemarin ini Momi balik lagi ke sana dan jatuh cinta sama si Naga Merah.

Ramen Naga Merah dan pendampingnya

Iya, nama ramennya itu Naga Merah.. lucu ya? Berasa lagi didunia persilatan! Hihi..

Ramen ini terbuat dari kuah kaldu ayam pedas yang dicampur sama kocokan telur. Aduuhh… Momi ngiler ngebayanginnya. Rasanya enak banget!!

Porsi Naga 🐉🐲

Momi udah bilang kan pengen yang seger, nanya ke pelayannya, katanya kalau suka pedes menu ini pedes tapi ga begitu. Momi paham sih, soalnya kan yang suka pedes cuma orang Indonesia aja. Makanya pas pesen Momi ga ekspektasi bakalan pedes, pasti biasa aja kayak yang sudah sudah..

Tapi ternyataaaa!! Semua prasangka Momi itu salah!! Ramen Naga Merah ini bener-bener Nagaaaaa!! 🐉🐲

Pedesnya nampol bangeet!! Ga perlu pakai irisan cabe lagi, udah cukup! Enak banget asliii… aduuhh Momi mau lagiiiiii…..

Kuahnya yang pedes dicampur sama kocokan telur, aduhay.. Momi saking pengennya sampai belajar loh cara bikin mie instan dengan kuah telur kayak gitu.. ternyata boros terus cyiinn… harus bikin minimal 3 biar bisa kentel banget kayak gitu.

Porsi Naga Merah ini jumbo sekali! Harus dipastikan kalian yang makan ini dalam keadaan perut lapar atau punya perut karet. Momi aja yang doyan makan ga shanggup ngabisinnya, soalnya emang gede banget. Kenyaaaang banget. Mana kuahnya isinya telur semua kaan?

Satu mangkuk ramen Naga Merah ini sekitar 60rb. Momi lupa. Pokoknya siapkan uang segituan aja ya kalau mau nyoba. Walau harganya cukup lumayan, pasti bakalan terpuaskan dengan ke-aunthetic-an ramennya. Ga perlu jauh-jauh ke Jepang, tapi kalau mau liburan juga gapapa. Sirik aja Momi Kippo! Hihihi..

Weekend Escape: Dapoernya Paberik

Sebagai full time mom (baca: Ibu Rumah Tangga), yang namanya me time itu merupakan sesuatu hal yang langka sekali.. Rasa-rasanya video yang pernah viral beberapa waktu lalu yang menceritakan tentang curhatan seorang istri sudah dandan full make up yang meminta diajak oleh suaminya ke Alfamart seperti merepresentasinya diriku yang sekarang. Huhu. Iya, mamak rindu jalan-jalan. Seharian pake daster dan ga dandan lama-lama bisa ga waras.. Karena sudah mulai menunjukkan tanda-tanda ga waras, akhirnya akhir minggu lalu Papi G ngajakin Momi malam mingguan, pengen makan enak tapi dengan suasana yang beda, kids friendly dan yang pasti ga bikin kantong jebol. Memang ada??

Yaaa ada dooong!!

Dapoernya Paberik!

Tempat baru? Yups! Ini adalah tempat baru dengan konsep yang unik. Nature in the house! Begitulah sebutanku untuk tempat ini. Kok ngasih julukan kayak gitu?  Kenapa tidak? Kalau kamu ke sini pasti bakalan setuju dengan pendapatku. Berada satu kawasan dengan Paberik Badjoe, resto ini menawarkan paket kumplit. Gedung bekas pabrik diubah jadi resto-foodcourt yang asyik banget. Dipenuhi dengan tanaman-tanaman hidup, Dapoernya Paberik bener-bener bisa membuat kita kabur dari rutinitas yang monoton. Memang Bandung dengan segala tim kreatifnya.

Instagramable banget!!

Konsep restonya lebih ke foodcourt ya, jadi pas masuk kita bakalan disamperin sama mbak-mbak terus dikasih meal card lucu ini.. cara pesannya juga unik, tinggal datang kemasing-masing booth. Kemudian pesan (harganya sudah ada tertera ditiap-tiap booth). Setelah mereka mencatat (atau order via tab) nanti keluar menu yg kamu pesan dan mereka akan membubuhkan stempel lucu ini. Cutee banget kaaan??

Jatuh cinta banget sama stampel di meal card ini

Setelah selesai makan, kamu bisa langsung ke kasir dan nunjukin kartu ini terus kasir akan menyebutkan menu yang dipesan lalu tinggal bayar deh. Aduuhh suka deh sama konsepnya.

Untuk makanannya, bener deh ya. Resto ini ga main-main dengan makanan. Rasanya enak banget! Serius deh ga bohong. Pesen Dori Crispy dan Mix grill, dipadu dengan saus Barbeque dan Mushroom khas saus pendamping steak, bisa disandingkan dengan saus steak di resto steak kenamaan tapi dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk steaknya, harga mulai dari 35rb! Selain steak, atau western food. Di Dapoernya Paberik ini ada juga menu makanan dari negara lain, seperti Asian (Sushi, Ramen), Nasi Goreng, dan masih banyak lagi.

Mix grill dan Dori steak

Yang bikin paling jatuh cinta selain makanan itu adalah minumannya! Mango booster dan Red Dragon booster! Jus Mangga dan Jus buah naga yang diblend dengan ice yg ga terlalu banyak kemudian ditambah yakult! Aduuhhh rasanya enak banget buat ngeboost mood seharian! Pas banget buat mamak yang hampir ga waras gara-gara seharian diem di rumah! Harganya juga cukup murah, hanya 18rb saja. Untuk minumannya mulai dari 5rb.

Red Dragon Booster

Rasanya betah banget diem di resto ini, selain emang fresh karena pemandangan baru dan banyak tanaman hidup. Resto ini luasssss banget!! Jadi kalau mau arisan atau kumpul keluarga besar bisa banget! Banyak spot yang instagramable banget.. siap-siap deh stok foto buat diupload diinstagram bakalan nambah. Hihihi

Oiya!! Setiap 30 menit, jangan kaget ya kalau tiba-tiba ada percikan-percikan air kesegaran yang keluar dari atas dan bikin seger ke muka. Itu bukan hujan atau atapnya bocor yaaa! Tapi, itu merupakan suatu teknologi (kalau ku bilang ya, abis gak tahu bahasanya apa. Haha) yang digunakan untuk menyiram tanaman. Seperti yang dibilang tadi, tanamannya hidup semua! Bener-bener seger deh! Kalo Ilya udah besar dikit aja, kayaknya seru liat dia lari-larian di sana. Aduuhh udah ga sabar nunggu Ilya gede!! Hihi..

Dari yang awalnya ragu buat mampir ke sini, malah sekarang jadi pengen balik lagi ke sini. Bener-bener bikin ketagihan.. 😆😆

Sop Kaki Sapi Khas Jakarta Paling Enak di Bandung!!

Lagi bebenah blog yang penuh dengan sarang laba-laba ini, karena udah lama banget ga keurus, terus lihat postingan ini isinya cuma foto dan caption bla bla bla, kok rasanya gemes banget yaa.. hahaha..

Walau fotonya sudah diupload dari 2 tahun lalu, tapi cerita mengenai cita rasa makanan ini ga pernah hilang. Iya, soalnya sampai sekarang, makanan ini masih sering dibeli karena yaaaa I Love Soto Betawi!!

Dulu, pernah diajakin makan soto kali ini di daerah Dago, Sop kaki kambing 999 khas Jakarta dan segengnya itu. Dulu banget ya jaman masih SD apa SMP gitu. Anak kecil makan ginian kan mana inget dan ngeh juga ya kalau makanan ini enak dan penuh kolesterol. Yang diinget dulu sehabis makan tuh cuma satu! MAHAL!! 😂

Iya, dulu zaman tahun 2000-an, makanan diatas 30rb itu udah mahal banget. Keluar uang segitu banyak buat makan doang itu kayak ga berguna, toh cuma ngenakin lidah doang. 😅

Lho lho lho…

tapi kok semenjak sudah kerja dan jajan pake uang sendiri, makin sini makin jatuh cinta ya sama si sop kaki ini atau bisa disebut soto betawi. Walau mahal (yang gak mahal-mahal banget sebenernya) tapi rasanya itu enak banget!! Walau makanan ini jahat ya! Penuh kolesterol.. yaaaa gimana gak jahat! Coba lihat penampakannya, makanan ini udahlah isinya jeroan, dikasih emping, kuahnya kuah susu/santan lagi!! Kalorinya berapaaa cobaaaaaaa…. Tapi, walau jahat aku tetap cinta.. kayak pas pacaran zaman cinta monyet dulu…

Lihat kuahnyaaa…

Lihat penampakan semangkuk dosa (bagi yang diet) yang isinya terkandung sesuatu yang  JAHAT!!

Potongan dagingnya..

Sebagai ilustrasi, aku menggunakan foto hasil jepret dikedai soto Betawi langgananku. Aku punya 2 referensi tempat makan soto betawi yang enak!

1. Soto Betawi H. Mamat Jalan Banteng

Siapa tak kenal diaaa… (nyanyi pake nada lagu Boy-Ikang Fawzi)

iya coba, siapa yang tak kenal? Soto Betawi H.Mamat, stoto yang  katanya paling otentik dan diimpor langsung dari Jakarta ini udah punya penggemarnya sendiri di kota ini. Cabangnya di Bandung yang di jalan Banteng adalah bukti dari eksistensi soto betawi ini. Gerainya penuh ketika jam makan siang.

awalnya tahu soto betawi ini dati rekan kerja yang ngegojekkin makanan ini ke kantor. Menu yang ditawarkan juga beraneka ragam, mulai dari daging goreng, soto betawi, sop kaki kuah bening dan masih banyak lagi (agak lupa).

Waktu pertama kali nyoba itu daging goreng punya temen itu, rasanya enak dan meresap. Karena penasaran, besoknya langsung beli ke tempatnya, karena kebetulan lokasinya ga jauh dari rumah.

Posisi lagi hamil, malem-malem, mana sempet kejebak hujan, akhirnya sampai pula di tempat itu. Dengan segala drama dan didukung cuaca yang dingin-dingin syahdu, kamipun memutuskan makan di tempat H.Mamat. Pesen daging goreng kuah susu dan sop bening. Kami datang ketika sejam mau tutup. Kalau ga salah tutupnya jam 8 malam.

Pesanan kami datang setelah menunggu diolah, wanginya udah ga ketahan lagi. Kuah susunya lekoh banget kalo kata orang sunda. Bener-bener kental banget rasanya.  Cuma pas nyobain daging gorengnya tanpa kuah, menurutku kurang pas, agak asin dikit. Kalau dicampur kuahnya, udah ga usah ditanya!! Juaraaaa!! Tapi kalau kelamaan agak eneg, hati-hati ya buat yang punya kolesterol! Sop nya juga enak, tapi agak berat. Mungkin karena kelamaan ngegodog kaldu sapinya kali ya, jadi rasanya itu gurih sekali. Kita juga datengnya malem-malem pas mau tutup.

Harganya standar, sekitar 30-35rb. Tapi porsi nasinya dikit. Bisa nambah kalau kurang.

Kalau kalian mau makan soto betawi paling otentik, saudara sekalian bisa langsung menuju Soto Betawi H.Mamat di Jalan Banteng. Depan Mie Kocok H. Dadeng.

2. Sop Kaki Sapi: Kiki

Nahhhh!!! Kalau ini Sop Kaki Sapi Langgananku!

Kiki…… do you love me, are you driving… (laaahh malah #kekechallenge)

Untuk sop kaki ini, ga usah ditanya deh!! Langganan banget! Selain harganya yang murah, lokasinya juga mudh dijangkau, dipinggir jalan banget!! Kuah santannya juga ga seberat H.Mamat. Enak banget pokoknya.

Di sini bisa milih isinya mau apa aja. Mau daging aja bisa, mau campur juga bisa, mau lebih speesifik pengen paru, tulang muda, tamusu aja juga bisa. Bebas! Bisa request!! Yang ga bisa reques cuma satu, yaitu kuah!!! Iyaa, kuahnya cuma ada kuah santan aja. Ga ada kuah bening. Tapi beneran harus coba. Because you won’t regret! Ini soto betawibyang sesuai dengan lidah urang sunda… tinggal tambah kecap, sambel dan jeruk nipis yang buanyaaak.. mantap tenaaann….

Harga soto inipun standar, 35rb sudah dengan nasinya!

Lokasinya dipinggir jalan sejajaran dengan PT.Inti Moh.Toha. Ga jauh dari gerbang masuk PT.Inti. Bukanya dari Sore-Malam. Selalu fresh!! Kalau lewat suka penuh. Habis enak sih!! Buat anak-anak daerah Bandung Selatan, mau makan soto betawi enak ga usah jauh-jauh ke kota, langsung cuss ke sini ajaaa…

Kalau kalian, dimana soto betawi favoritnya? Bisa share juga d kolom komen!