Menikmati Jajanan Asal Jepang di Kedai Ling Ling, Bandung

Beberapa yang lalu, secara tiba-tiba Momi pengen banget makan Takoyaki. Rasanya udah lama sekali gak makan ini. Gak sengaja pas berkunjung ke rumah teman, ada Kang Takoyaki keliling lagi beberes. Pikirku, ntar aja deh ke rumah temen dulu pulangnya baru beli. Tapi ternyata nasib buruk datang, Kang Takoyakinya keburu ilang. Huhu.

Tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan, akhirnya kita memutuskan pergi ke Kedai Ling-Ling (KLL) yang menjual jajanan khas Jepang. Cus!

Kedai terbaru dan terluas dari KLL ini terletak di Jl. Sukajadi, sejajaran dengan mal PVJ. Beruntung saat itu gak macet, karena biasanya daerah sana suka macet.

Pas kita datang suasanya sepiii banget. Sepertinya pamor KLL Sukajadi mulai menurun semenjak kedai di Jl. Sultan Agung mulai direnovasi. Saat itu pengunjung yang datang hanya kita dan sekelompok pengunjung yang gak lebih dari 5 orang.

Gak pakai lama, kita langsung pesan Ramen dan Okonomiyaki. Saat itu kita datang dengan keadaan perut lapar sekali. Beruntung waktu itu lagi ada program beli Okonomiyaki buy one get one. Ihiy!

Suasana di KLL Sukajadi ini sebenarnya sangat enak. Luas dan adem, gak perlu desek-desekan kayak di KLL Sultan Agung. Area makan terbagi menjadi dua, indoor dan outdoor. Waktu itu kita datang pas lagi hujan. Padahal suasana dibagian outdoor-nya nyaman sekali ya?

Untuk pelanggan yang cuma kita ini, menurut Momi pelayanannya cukup lama. Kita menunggu hampir setengah jam untuk ketiga makanan itu hadir di meja. Hmm..

Setelah menunggu cukup lama akhirnya pesanan kita jadi juga.

Ramen KLL

Saat itu pilihan kita pertama jatuh ke Ramen KLL. Ramen ini beneran enak lho! Bisa pilih level kepedasannya. Seperti biasa Momi pilih level paling tinggi. Penambahan level pedas pada ramen membawa rasa tersendiri. Makin wenaaak!

Porsinya juga banyak banget! Kenyang makan ramen berdua. Harga untuk satu porsi ramen KLL ini sebesar Rp 38.000 belum termasuk pajak. Worth it lah malah terbilang murah, kalau mau nyobain ramen authentic Jepang dengan modif dikit.

Baca juga: Ramen Hakata Ikkousha ada di Bandung

Okonomiyaki

Yang ini kayaknya menu favorit sepanjang masa. Perpaduan dari sayuran, telur, adonan terigu dan isiannya yang disesuaikan dengan selera, mengembalikan kenangan waktu kuliah dulu. Walau jauh dari kampus, Momi dan kawan-kawan suka makan ke sini.

Ada beraneka ragam pilihan isi untuk okonomiyaki seperti keju, octopus, crab stick, salmon, dll. Waktu itu kita pesan okonomiyaki keju dan octopus. Penampakan dari luar sih gak keliatan ya isinya apa, tapi KLL ini gak pelit isi kok.

Saus khas okonomiyaki-nya ini enak banget loh! Bikin ketagihan. Harga seporsi Okonomiyaki Rp.

Baca juga: Makan Dimsum Sepuasnya di Bamboo Dimsum

Takoyaki

Bola-bola dengan isian Octopus ini memang menarik hati. Siapa yang bisa menolak coba camilan ini? KLL memiliki Takoyaki yang enak sejajar dengan menu Okonomiyakinya.

Isian Takoyaki mirip dengan okonomiyaki. Harga seporsi takoyaki adalah Rp.

Baca Juga: Ramen Sensei, Bandung. Murah, Meriah, Mantap!

Mango Dessert

Sebenarnya ada satu menu lagi yang jadi favorit di KLL ini. Waktu itu kita udah mulai kekenyangan dan lupa juga buat pesen ini. Mango Dessert namanya.

Dessert yang terbuat dari mangga segar yang diblender dengan es batu dan disimpan di freezer untuk menghasilkan tekstur yang sedikit padat, dengan tambahan berbagai macam topping diatasnya selalu menarik perhatian. Dimakan pas panas-panas, duh rasanya nyes sekali!

Bukan hanya Mango, ada juga rasa lain seperti Lechy, Vanilla, Berries, dan lain-lain.

***

Bandung memang layak disebut sebagai kota kuliner. Berbagai jenis makanan di Bandung pasti ada, apa aja bisa jadi makanan. Dimulai dari Cireng, Cimol, Cilung, semua per-ACI-an sampai baso tahu, batagor. Untuk restopun tersedia dari berbagai macam negara, cari makanan western, ada. Makanan Sunda, jelas. Makanan India, ada. Makanan Jepang. Pasti ada!

Yuk cobain!

Ayam SPG! Ayam Goreng Serundeng dengan Sambal Yang Menggoda

Hah? SPG? Sales Promotion Girl? Tapi jualan ayam? Gimana-gimana?

Dari namanya pasti banyak yang nebak kalau Ayam SPG ini merupakan ayam yang dijual melalui SPG, atau mungkin ada yang berpikiran SPG ini singkatan lain. Nyatanya Ayam SPG ini hanyalah ayam goreng serundeng biasa yang dijual dipinggir jalan. Denger cerita sih kenapa akhirnya disebut ayam SPG karena dari dulu yang makan di warung makan ini kebanyakan SPG Yogya Kepatihan. Iya, kedai ayam SPG ini dekat sekali dengan Grand Yogya Kepatihan.

Awalnya kenal ayam SPG ini pas pertengahan kuliah sekitar tahun 2011-an. Ada ayam goreng enak dengan sambal yang mantap. Lupa siapa yang pertama kali mengenalkan ayam SPG ini, tapi aku berterima kasih karenanya aku jadi kenal ayam goreng dengan sambel terendeus!

Sebenernya ayam ini udah terkenal dari dulu. Tahun 2011 aja kedainya punya 2 apa 3 cabang ya lupa. Uniknya, cabang mereka ini gak jauh-jauh dari tenda aslinya, masih sejajaran. Jadi kayak tetanggaan gitu. Jadi, sepanjang Jl. Balong Gede isinya didominasi sama Ayam SPG.

Ayam SPG dan cabangnya

Sekarang, ayam SPG makin banyak cabangnya. Di Balong Gede sendiri, ayam SPG udah punya tempat makan yang berbentuk rumah. Gak usah ditanya deh kalau yang berupa kedai ada berapa. Nambah banyak! Bahkan, ayam SPG mulai ekspansi ke daerah yang dekat kampus. Contohnya di UNPAD DU dan UNIKOM. Cari deh ayam SPG, pasti ada.

Yang bikin laku apa sih? Mungkin selain doa ibu dan kerja keras selama bertahun-tahun, ayam SPG ini terkenal dengan harganya yang murah dan sambalnya yang pedas. Tahun 2011 nasi+ayam dihargai cuma Rp11.000 sajaaa. Murah banget kan? Cocok buat kantong mahasiswa dan para pegawai sekitar Balong Gede.

Ayam SPG ini besar-besar lho! Kadang suka gak abis saking kegedean. Nasinya juga bebas refill, ambil sepuasnya. Mantap! Sambalnya juga! Tapi, kalau cabe lagi mahal, biasanya sambalnya dijatah. Haha.

Nasi, ayam, serundeng dan sambal udah cocok banget! Maunya lagi dan lagi. Duh, jadi ngiler. Oiya, selain ayam dan serundeng ada tambahan lainnya kayak tumisan sayur dan tempe mendoan.

Sambalnya yang pedas dan endeus banget!

Semenjak ayam SPG makin terkenal untuk khalayak umum. Jl. Balong Gede mulai dijadikan kawasan wisata kuliner Balong Gede. Seharusnya dari dulu sih! Soalnya kan lokasinya dekat kemana-mana seperti Alun-Alun Bandung, Masjid Agung Jawa Barat, Kantor Pendopo Walikota Bandung dan pusat keramaian lainnya.

Kalau kalian ke Bandung dan berencana main ke tempat-tempat itu, harus banget nyobain ayam SPG ini! Carinya ayam SPG! Mau pilih yang mana pun rasanya sama aja! Endeuuuss!

Price:

Nasi+Ayam Paha Rp20.000

Nasi+Ayam Dada Rp22.000

Sayur Rp1.000

Address: Jl. Balong Gede, Bandung

Segarnya Menikmati Garang Asem Semarang di Bandung

Selamat siaaang!

Bentar lagi udah jam makan siang nih. Biasanya kalau mendekati jam makan siang gini otak udah mulai muter mikirin mau makan apa. Seperti biasa Momi kasih rekomendasi makan siang hari ini.

Garang Asem, awalnya Momi pikir ini makanan khas Cirebon, ternyata makanan ini berasal dari Semarang. Kalau Cirebon ya empal gentong. Hehe.

Ekspektasi pertama pas diajakin makan garang asem ini masih kebayang empal gentong. Sampai akhirnya tiba di resto-nya dan mulai melihat gambar menunya. Loh, kok beda ya sama yang dibayangkan? Ya jelas..

Sebenarnya masih agak maju mundur mau pesen garang asem atau soto ayam kampung. Karena dari gambarnya kurang menarik. Memang udah rejeki Momi yang harus nyobain garang asem ini, karena pas saat itu hanya tersedia menu garang asem daging sapi.

Ketika datang, dari wanginya agak menyengat. Gimana ya? Momi kurang suka makanan yang wangi serai dan daun salam terlalu menyengat. Kurang enak aja dicium.

Tapi pas dicoba, ternyata rasanya enak banget! Segeeerrr.. kirain bakalan enek sama santan. Ternyata, gak pake santan sama sekali. Garang asem dibuat pake kemiri, jadi yang putih-putih itu kemiri. Isinya menurut Momi sih terlalu banyak rempah, apa memang seperti itu? Soalnya dari semangkuk penuh garang asem, dagingnya cuma setengah. Sisanya rempah-rempah semua. Hehe.

Rasa asam segarnya, berasal dari belimbing wuluh. Baru kali ini loh Momi makan belimbing wuluh. Ternyata, selama ini Momi belum terlalu banyak menjelajah wisata kuliner nusantara!

Baca juga: Bebek Sinjay di Bandung

Ada yang menarik dari resto garang asem ini. Mereka punya emping dengan ukuran yang besar dan dibalut gula merah. Rasanya enak banget. Gurih-gurih. Gak tahu deh ini namanya apa dan apakah khas Semarang juga atau cuma ada di resto ini aja. Yang pasti enak banget nyemilin ini.

Resto garang asem ini terletak di Jl. Indrayasa, Mekar Wangi, Bandung. Sejajaran dengan ruko jasa pengiriman.

Baca juga: Pengalaman Berkunjung ke Kampoeng Sawah Bandung

Harga:

Garang asem sapi: Rp 28.000/porsi

Nasi: Rp 5.000

Sate: Rp 4.000/tusuk

Emping: Rp 2.500/keping

Kerupuk: Rp 1.000/bh

Ramen Sensei, Bandung. Murah, Meriah, Mantap!

Selamat siang! Siang-siang gini suka bingung ya mau makan apa. Jangan khawatir, aku mau berbagi menu makan siang yang pasti seger banget buat menemani siang mendung ini.

Ceritanya sekitar pertengahan tahun 2018 lalu ada tempat makan Ramen baru dideket rumah. Ramen Sensei namanya! Awalnya agak pesimis, ah paling gak lama! Karena orang Inhoftank sini suka bosenan, makanan baru, aneh dan mahal suka gak bertahan lama. Maklum lah range pengeluaran buat makanan kayak gitu masih kecil, warganya suka yang murah-murah, termasuk Momi! Wkwk. Etapi ternyata pikiran itu dipatahkan dengan bertahannya si Ramen ini. Sampai sekarang tempatnya tetap rame! Setelah diselidiki ya gimana gak rame, wong menunya banyak dengan harga yang bervariasi dan terhitung murah. Seneng dong jadi punya tempat baru buat nongkrong.

Sebenernya udah sering Momi ke sini, karena suka dengan citarasa kuahnya dan tekstur mie ramennya yang mirip ramen-ramen premium. Lembut banget! Toppingnya juga banyak banget tinggal pilih!

Baca juga: Hakata Ikkousha, Ramen Asli Jepang Ada di Bandung

Ada banyak pilihan kuah di Ramen Sensei ini, lengkap dengan levelnya. Kalau lagi pusing dan pengen yang pedas-pedas bisa pilih yang level 5. Kuahnya semua enak! Biar kebayang Momi jelaskan dikit ya rasa dari masing-masing kuahnya.

Kuah Original Chicken: rasa ini mirip kayak kuah Ind*mie Ayam Bawang. Gurih kaldu ayamnya kerasa banget.

Kuah Kare: kalau yang ini rasa kari ya. Gak terlalu rempah banget kok rasanya dan gak kental. Rasanya tetap light walau namanya Kare.

Kuah Oriental: kalau kuah ini agak asam gurih gitu dan sedikit kental. Harusnya ya kalau kuah asli dikasih daging kepiting gitu ya. Disini juga ada tulisannya dikasih daging kepiting, tapi jangan terlalu berharap banyak banget. Rasanya mirip telur kocok soalnya. Hehe.

Kuah Tomyam: yang ini kayaknya kuah kesukaan semua orang deh ya. Kuah asam manis gurihnya ini kerasa banget.

Kuah Suju: nah ini kalau dilihat dari deskripsinya agak bikin enek ya. Kuah Susu Keju. Tapi kalau dicobain rasanya enak dan gak bikin enek kok. Bisa dicoba buat yang penasaran rasa Susu dan Keju.

Varian Ramen

Ramen Sensei ini memiliki 2 ukuran porsi. Ada porsi jumbo dan reguler. Sebenarnya harganya gak terlalu berbeda jauh. Hanya saja porsinya itu loooh.. banyaaak banget. Kalau lagi laper banget bisa makan Ramen Jumbo. Kalau lapar biasa, yang reguler juga cukup kok.

Ramen Jumbooooo

Selain ada menu ramen kuah, di sini juga ada ramen goreng dan menu nasi kayak donburi gitu. Tapi Momi belum pernah coba. Masih setia dengan ramen kuah kesayanganku.

Baca juga: Mie Bakso Miskam Legend!

Apakah menu ramen favorit Momi Kippo? Jawabannya adalah Ramen Akhir Bulan!! Yeay! Ramen ini yang selalu memikat hati. Toppingnya sangat sederhana, hanya tahu dadu tepung dan sosis dan tidak lupa nambah kerupuk batagor dan kuah apapun level 5. Mantap tenan! Enak! Sebenernya bukan setiap akhir bulan aja kok makan ramennya, tapi memang ramen ini yang toppingnya pas! Pernah coba topping yang lain, pasti rasanya aneh. Ada yang bau kulkas, kayak kelamaan disimpen dikulkas gitu rasanya, padahal digoreng. Ada yang rasanya asin banget+bau tanah. Duh, gak lagi deh.. mending ganti-ganti kuah aja kalo bosen. Topping tetap tahu dadu+sosis aja sama tambahan kerupuk batagor kering. Pedas dan niqmat!

Ramen Akhir Bulan Superzoom

***

Verdict: Ternyata, Ramen Sensei ini tersebar di Bandung dengan banyak nama yang berbeda-beda, diantaranya Ramen Bajuri dan Shifu Ramen. Kalau kalian berkunjung ke ketiga tempat ini, kalian akan menemukan satu kesamaan. Yaaaa! Buku menunya sama persiiissss…. Kirain ya bakalan ada beda apa gitu, ternyata sama persis plek ketiplek tiplek cuma ganti nama aja. Jadi memudahkan untuk mendapat konsumen lain.

Rumah Makan Padang Enak di Bandung Yang Harus Kamu Tahu

Halo!

Selamat tahun baru 2019!! Selamat membuka lembaran baru dari kehidupan. Semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Tahun baru itu selalu identik dengan yang namanya liburan, apalagi waktunya bertepatan dengan libur semester anak sekolah maupun kuliah, pasti banyak banget dong yang pergi liburan. Bandung masih merupakan tempat tujuan wisata terfavorit, lengkap banget kalau mau liburan di Bandung. Mulai dari wisata alam, wisata mall, wisata taman sampai wisata selfie ada semua. Kulinernya pun gak kalah seru! Oleh karena itu, dalam rangka menyambut wisatawan lokal maupun internasional yang sedang liburan tahun baru, Momi mau berbagi tempat makan Masakan Padang ter-enak di Kota Bandung! 😆

Siapa sih yang gak suka Masakan Padang? Kayaknya masakan Padang ini selalu bisa diterima oleh lidah manapun. Rasa makanan yang pedas dan kaya akan rempah ini selalu jadi pilihan ketika kita bingung mau makan apa. Ya kan? Dikesempatan kali ini, Momi kasih tahu nih Rumah Makan Padang mana aja yang terkenal di Bandung dan harganya bersahabat! Yuk simak!

Baca juga: 5 Tempat Makan Favorit di Bandung ala #irrajajan!

1. RM Malah Dicubo

Kayaknya semua orang udah pada tahu ya dengan rumah makan ini? Selain RM Padang (RMP) yang katanya Sederhana itu, salah satu RMP paling terkenal di Bandung adalah RM Malah Dicubo! Apa sih yang buat RMP ini terkenal? Konon ceritanya, RMP ini menggunakan rempah-rempah yang dikirim dari Padang langsung. Rasanya mencerminkan Masakan Padang yang sesungguhnya.

Ada banyak cerita yang Momi dengar dari teman-teman asli Padang, mereka yang pertama kali mencoba masakan Padang di Bandung merasa kalau Nasi Padang di tempat lain tidak seperti Nasi Padang di tempat mereka. Entahlah apa bedanya, karena Momi belum pernah ke Padang sama sekali. Tapi, lain ceritanya ketika mereka langsung diajak makan ke RM Malah Dicubo ini. Semua sepakat kalau rasa masakan Padang disini sama kayak masakan Padang di sana. Tanggapan yang sama juga datang dari keluarga besan sepupu yang orang Padang, mereka suka makan di sini. So, kalau kalian mau makan masakan Padang Asli, disini tempatnya!

Untuk ragam makanannya ada banyak khas masakan Padang, tapi yang jadi favorit Momi dan Papi G adalah Daging Cincang dan Dendeng Balado! Rendang-nya juga enak, rasanya lekoh kalo bahasa Sunda. Aduh! Bayanginnya langsung ngiler nih. Nasi yang dipiring cuma dikasih satu porsi, tapi jangan sedih, selalu disediakan satu porsi tambahan dipiring kecil. Jangan khawatir kemahalan, harga nasi tambahannya cuma Rp 1.500 sajaa, eh apa Rp 2.000 ya? Ya sekitar segituan yaa! Haha.

Setelah makan yang pedas-pedas, jangan lupa ditutup dengan Es Timun Serut. Segarnya parutan timun ditambah cincau hitam, dikasih gula dan es batu. Duh, rasanya itu segeeerr banget. Menenangkan perut dan lidah yang habis bertarung melawan pedas. Nyam!

Untuk lokasinya terletak di Terminal dekat Stasiun Bandung. Tempatnya kecil, gak terlalu besar. Biasanya pengunjung yang datang ke sini pegawai PT KAI, penumpang kereta yang kelaperan, warga yang habis berbelanja di Pasar Baru atau warganet kayak Momi yang ingin merasakan citarasa masakan Padang Asli! Kalau lagi rame suka gak kebagian tempat. Siapin camilan untuk menemani nunggu tempat tersedia! Dijamin worth the wait! Seenak itu masakanannya.

Harganya cukup terjangkau, untuk dua porsi makanan sekitar Rp 50.000-75.000 tergantung dengan lauk yang dipilih.

Vedrict: yang punya RM Malah Dicubo mirip penyanyi grup vokal Lingua!

Baca juga: Bebek Sinjay ada di Bandung

2. RM Padang Tanpa Nama

Kalau disini, RMP langganan Momi! Soalnya dekat dengan rumah dan rasanya enak banget walau warnanya tidak terlalu mencolok. Menurut Momi, RMP Tanpa Nama ini merupakan dupe-nya RM Malah Dicubo. Soalnya rasanya juga khas masakan Padang, pemiliknya orang Padang asli.

Yang bikin RMP ini masuk list RMP ter-enak karena, mereka menyediakan Telor Dadar Padang!! Terharuuu.. soalnya, selama ini Momi sudah melakukan perjalanan kuliner mencari telor dadar yang dimasak dengan cara Padang kemana-mana itu susah. Even RM Malah Dicubo-pun gak punya, eh punya deng tapi kayaknya dicampur tepung. Agak lupa, soalnya seringnya gak ada si telur dadar ini. Nah! Tau kan perbedaannya? Kebanyakan RMP lain selalu mencampur telor dadarnya dengan tepung supaya tebal, sedangkan RM Tanpa Nama ini pure telor dadar tebal yang entah bagaimana caranya dimasak dengan cara Padang. Rasanya itu enak banget!!

Ada kepala kakap juga lho! Source

Telor dadar favoritkuu.. source

Masakan di RM Tanpa Nama ini kayaknya favorit semua deh. Soalnya kalau datang kesorean atau pas jam makan siang, masakannya suka habis tak bersisa. Nunggu dimasak kloter berikutnya. Rasanya memang seenak itu. Kaya akan rempah tapi gak bikin enek. Kalau mau makan makanan Padang versi lebih light, bisa ke Tanpa Nama.

Jam 20.00 dan udah mulai abis

Lokasinya berada di Jalan Moh.Toha No. kalau keluar dari pintu tol Moh.Toha, maju terus sampai kurang lebih 200 meter sebelum lampu merah, tengok ke kanan! Posisinya ada di kanan jalan. Tempatnya kecil sebenarnya dan plang namanya juga kecil dan sering ketutup pohon besar di depannya. Jadi harus lebih teliti ya nyarinya!!

Baca juga: Segarnya Menikmati Garang Asem Semarang di Bandung

3. Kedai Padang Ajo

Yang satu ini sebenernya tidak termasuk Rumah Makan Padang, masuknya Kedai karena tempat penyajian makanannya berada roda gitu. Kedai Ajo ini merupakan rumah makan portable! Haha.

Agak susah kalau mau makan di sini. Soalnya kedai ini hanya buka setiap hari Senin-Sabtu saja dan biasanya lewat dari jam 12 suka habis. Hari Minggu dan tanggal merah tutup. Jadi cuma punya waktu hari Sabtu aja buat makan di sini. Bener-bener kejar-kejaran. Haha. Tapi Kedai Ajo ini bikin penasaran. Kakak Ipar selalu cerita betapa enaknya masakan padang di sini. Sampai akhirnya minggu lalu berhasil juga makan di sini. Setelah sebulan lamanya bolak balik ke sini tempatnya tutup terus! Haha.

Lokasinya berada tepat di samping Kobe Tepanyaki. Siang-siang Kobe tutup tapinya.

Untuk menunya standar menu nasi padang. Mereka juga menyediakan kepala ikan kakap sebagai menu andalannya. Jujur, sampai sekarang Momi belum nyobain kepala ikan kakap kayak gimana rasanya. Geli. Hiii..

Kita memesan menu standar aja, rendang, ayam sayur dan cincang. Pas pertama kali mencicipi, rasa kuat rempahnya terasa banget. Bener kata Kakak Ipar kalau rempahnya disini tuh kuat banget. Tapi lama kelamaan kok berasa kayak rasa bumbu rendang instan cap pohon mangga ya? 😂

Untuk harga rendang, ayam dan cincang seporsi Rp18.000, kalau kepala ikan kalap harga seporsi Rp45.000 kalau gak salah.

***

Kesimpulannya, nasi padang favorit masih ditempati RM Tanpa Nama yang punya telur dadar padangnya itu. Malah Dicubo ada diurutan ketiga dan ternyata Nasi Padang Ajo ada diurutan ketiga karena tidak sesuai ekspektasi.

Kalau kalian? Punya RM Padang favorit juga kah? Yuk share di komen.

Waroeng Steak n Shake Konsep Baru Yang Kekinian

“Yuth, besok sibuk gak?”

“Hmm.. gak sih kayaknya, kenapa?”

“Ke WS yang baru yuk!”

“Ooo yaa Ayok!”

Itulah sepenggal percakapan dari sepupu Momi yang ngajakin makan ke Waroeng Steak yang baru di jalan BKR, Bandung. Dimanapun kalau udah diajak makan, Momi seneng aja. Langsung hayuk-hayuk. Haha.

Sebenarnya siapa sih yang gak pernah makan Steak Waroeng Steak (WS)? Kayak ya semua pernah ya, soalnya WS ini setahu Momi sudah tersebar di berbagai kota. Bukan hal baru sebenarnya makan di WS. Steak Sirloin tepungnya dan saus khas WS itu sudah menjadi signature WS. Menu favorit sepanjang masa.

Tapi bahasan kali ini ada yang berbeda, Waroeng Steak (WS) ini ada yang baru buka di dekat rumah Momi sekitar beberapa minggu lalu. Hampir sebulananlah. Hadir dengan konsep baru yang kekinian. Terkesan lebih modern dan hype banget. Berbeda dengan konsep sebelumnya yang cuma resto steak murah aja.

Desain interior yang kekinian membuat WS jadi sedap dipandang. Betah lho lama-lama nongrong di sini. WS ini deket banget dari SMPN 11 Bandung dan SMAN 11 Bandung yang dua-duanya merupakan almamater Momi. Tau bangetlah dulunya apa tempat ini. Haha. Jadi, jangan heran kalau banyak anak sekolahan makan di sini. Selain itu juga WS punya promo khusus setiap jam 14.00-20.00 untuk Sirloin Steak Single dan Chicken Steak Single harganya jadi sekitar Rp 18.000-an sesudah pajak. Lumayan terjangkau kan untuk anak sekolahan.

Kenapa ya dulu gak ada tempat nongkrong seenak ini? Nasib.

Baca juga: Weekend Escape, Dapoernya Paberik

Untuk proses pemesanan makanannya, sebenarnya sudah berubah dari lama. Konsumen diwajibkan memilih menu sendiri dan langsung bayar di kasir.

Yang bikin gemes itu adalah tempat kasirnya. Kesannya kayak lagi pesan menu fast food terkena. Desainnya ituloh, kekinian banget!

Setelah selesai bayar, kita tinggal nunggu deh waiters-nya nganterin makanan ke meja. Simple bukan? Iya kalau sepi, kalau rame? Haha.

Jadi, selama seminggu kemarin ini Momi lagi suka-sukanya makan di WS ini, terhitung tiga kali makan di sini. Hari terakhir zonk banget! Karena orang-orang pada makan di sini dan antriannya itu panjaaaang sekali. Alhasil kita nunggu dua kali. Pas antri dan pas dianterin makanan. Alhasil menu yang dipengen habis dan seadanya. Hiks.

Tapi, tetap gak kapok kok buat makan di sini. Soalnya Momi emang suka banget sama steak WS yang pake tepung itu. Unik! Mungkin bagi beberapa orang gak suka ya steak bertepung. Yaiyalah.. apaan coba steak pake tepung? Tapi itulah uniknya WS. Gak ada steak tepung yang lebih enak selain WS, untuk saat ini.

Paduan tepungnya yang krispi diaduk dengan saus khas WS. Menciptakan citarasa yang luar biasa. Momi udah terlalu lama banget gak makan WS, mungkin ini yang dinamakan rindu.

Untuk rasa Cordon Blue (padahal harusnya Bleu ya?) menurut Momi kejunya kayak udah asem gitu. Entah karena memang seperti itu rasanya karena melalui serangkaian proses memasak yang menyebabkan ya jadi berubah rasa atau kejunya tidak dalam kondisi baik? Hmm.. gak tahu deh.

Selain konsep restonya yang baru, WS juga mengeluarkan menu baru, yaitu Wagyu Steak dan Steak Saus Keju! Wagyu steak jadi menu premium di sini. Momi belum minat sih, (selain karena harganya yang mahal) juga karena menurutku WS itu ya steak tepung! Titik! 😋

Baca juga: Konro Bakar Marannu dan Nasi Goreng Merah

Steak Chicken Double Hot Cheese ini sebenarnya menu seadaanya yang Momi ceritain sebelumnya. Steak Crispy dengan saus WS keburu habis, jadilah menu ini dipilih. Ternyata, walau ini menu pengganti, rasany enak juga! Mirip saus keju yang di Fire Chicken itu loh.

Menu barunya menempati posisi kedua dihati Momi!

So far suka banget sama konsep baru dari WS ini yang lebih kekinian. Banyak spot foto yang keren-keren. Oiya, di sini juga menyediakan meeting room yang sekelilingnya dikelilingi kaca. Jadi kalau mau kumpul bareng temen-temen bisa milih ruangan itu tanpa harus mengganggu pengunjung yang lain. Wuah! Seru!

Baca juga: Eatboss, Eat Like a Boss!

***

Habis nulis ini, malah jadi laper nih. Haha. Ntar makan WS lagi ahh.. mumpung belum bosen. Hihi.

Bakso Cantika, Bakso Tulang Rusuk Yang Menggoda

Jadi, beberapa waktu lalu gak sengaja liat ini ditwitter.

Rame banget bahasan ini di jagat twitter, Bakso Tulang Rusuk dengan harga cukup murah. Bahkan dibandingkan dengan harga Bakso tulang rusuk paling terkenal di Bandung juga jauh.

Dari penampakannya kok ya menggiurkan sekali. Tulang rusuknya tumpeh-tumpeh. Lokasinyapun gak terlalu jauh (tapi sebenernya jauh sih) dari rumah. Niatnya pas tanggal 25 Desember mau nyobain. Tapi karena satu dan lain hal, barulah bisa nyicip hari minggu kemarin.

Baca juga: 5 Tempat Makan Favorit di Bandung ala #irrajajan!

Awalnya, kita kira tempat makannya ini jauh banget di daerah situ. Tapi ternyata perjalanan kemari cuma menghabiskan waktu sekitar 25 menit total mungkin karena jalanan lancar. Jaraknya juga lumayan, gak terlalu jauh gak terlalu dekat. Sekalian jalan-jalan.

Kalau ke sini tinggal ngikutin maps aja. Lokasinya sesuai tujuan, gak pake nyasar. Tempatnya tepat dipinggir jalan sebelah kiri kalau dari arah datang. Ada plang besar sebagai petunjuknya.

Kirain tempatnya kayak gimana, ternyata kita ada di halaman rumah yang punya. Mejanya pun hanya tersedia lesehan saja. Lumayan santai, bisa makan sambil selonjoran kaki.

Ternyata selain tulang rusuk Bakso Cantika juga menyediakan menu lainnya seperti tulang sum-sum. Harganya beneran murah lho! Karena tujuan utama kita membuktikan kenikmatan tulang rusuknya, maka pilihan kita jatuh pada baso+tulang.

Sambil menunggu bakso tulang disiapkan, Papi G mulai bantuin foto dokumentasi untuk postingan ini. Love you deh. Hihi.

Bisa dipesen pake grab dan bayar pake OVO juga lho!

Akhirnya yang ditunggu tiba! Bakso tulang! Wah, dari wanginya aja udah enak banget. Penampilannya sungguh menggoda. Standar bakso tulang ini dikasih 3 bakso dan 4 potong tulang iga, tanpa mie. Karena kita kelaperan sekali belum makan dari pagi, kita nambah mie yamien tanpa bakso deh satu.

Mau nangis gak sih liat porsinya yang buanyak gini. Gak sabar pengen makan! Sambil ambil foto, aku cobain rasa kuahnya. Ya ampun enak banget dong! Gak paham lagi deh ini gurihnya kuah kaldu sapi ada di sini.

Baca juga: Lomie Pangsit Ayam Enak di Bandung

Gurih kaldu sapinya gak terlalu kental dan bikin pusing kayak makan mie kocok yang di jalan Banteng, Bandung. Semuanya pas! Kayaknya ada campuran daun jeruk deh dikuahnya. Soalnya ada wangi jeruk yang bikin rasa kuahnya makin seger. Kuahnya enak gak perlu ditambah apapun. Aku makan kuah sampai habis tanpa ditambah sambal, saos, kecap bahkan cuka. Karena gak mau menghilangkan citarasanya itu loh! Khas banget.

Rasa senang makan kuahnya ini berlanjut sampai ke setiap gigitan baksonya. Kayaknya ini bakso buatan sendiri, karena rasanya enak banget dan gak kayak bakso di pasaran! Sayang sendok yang disediakan tipis banget. Jadi susah motong baksonya.

Mie yamiennya juga enak lho! Walau mie yang dipakainya mie telor instan yang gambar burung itu. Tapi paduan bumbunya enak banget. Termaafkan deh untuk pemilihan mie telornya. Harganya juga murah. Mie-nya aja tanpa bakso cuma Rp5.000 ajaaa.

Namun, rasa bahagia menikmati bakso tulang rusuk ini harus berhenti ketika kita nyobain tulangnya. Ya Allah beb! Tulang rusuknya keraaaass banget. Entah karena kelamaan difoto terus gak langsung dimakan atau emang ngegodoknya kurang lama. Pokoknya tulang rusuk yang diharapkan menjadi pelengkap hidangan bakso tulang ini sangat jauh dibawah ekspektasi.

Biasanya, kalau pesen apa-apa yang berhubungan sama tulang rusuk/iga, pasti dapetnya yang tulangnya copot-copot empuk gitu. Jadi gak mubazir walaupun cuma makan tulang iga. Beneran deh sayang banget. Kalau lagi pdkt jangan makan bakso tulang, soalnya gak bisa jaim! Kalau punya gigi rapuh juga, mendingan jangan deh. Soalnya keras dan suka nyelap-nyelap di gigi. Jadinya ku tersiksa. Huhu.

Sungguhlah tulang rusuknya failed. Sorry. Gak bisa diperbaiki walau kuah dan baksonya enak! Entah lagi apes atau karena si tulang rusuk ini gak digodog terus atau kurang lama ngegodognya atau karena gak langsung dimakan atau gak pake presto pas buatnya dan atau atau alasan lainnya, yang pasti hatiku hancur. Huhu.

Papi G sempet nanya:

“Nanti mau ke sini lagi gak?”

“Mau sih, soalnya aku suka banget sama kuahnya. Tapi kayaknya jangan pesen bakso tulang lagi deh. Mending yang biasa aja”

“Setuju!”

Yaa gimana dong, rasa daging iganya nyelip masih kerasa digigi. Huhu.

Baca juga: Mie Bakso Miskam

***

Well, kalau penasaran boleh cobain siapa tau tulang rusuknya lebih empuk dan kita aja yang lagi apes. Hehe. Lokasinya di Jl.Katapang, Andir. Di google maps ada kok, tapi lokasinya yang daerah Katapang/Rancamanyar ya! Soalnya ada juga Bakso Cantika di Soreang.

Update!

Jadi, setelah postingan ini di post. Banyak komentar yang masuk terutama dari yang udah langganan banget datang ke sini. Mereka menyarankan:

  1. Datang jam 12 teng biar kebagian tulang rusuk
  2. Mintalah tulang rusuk jangan tulang iga
  3. Bakso pedasnya mantap!

Karena penasaran minggu lalu kita ke sini lagi (13 Januari 2018), dengan syarat yang diatas. Datang jam 12 teng, minta rusuk. Kita datang jam 12 kurang kayaknya, ibunya aja lagi sapu-sapu. Masih beres-beres. Kayaknya kita pelanggan pertama deh. Langsung pesen tulang rusuk, tapi kata ibunya tulangnya dicampur sama iga. Ngg.. beklah oke aja, mau ngebandingin ada perbedaan apa.

Aku pesan bakso pedas. Hmm.. kebayang isiannya cabe semua.

Makananpun datang dan taraaa!

Ini tulang iga juga. Gak ada rusuknya. Haha. Tapiiii, yang ini lebih empuk dari sebelumnya. Walau gak empuk-empuk banget, tapi masih bisa dimakan. Sebelumnya kan gak bisa.

Untuk bakso pedasnya ternyata diluar ekspektasi.

Kirain bakso isi daging cincang plus cabe. Ternyata baksonya sendiri udah dicampur cabe rawit. Mantap!

Rasa bakso pedasnya enak banget. Pedas dan seger. Kuahnya tetap favorit dicampur minyak cabe dari bakso pedasnya bikin makin seger. Bakso Cantika ini tetap jadi idola untuk saat ini.

Adios!

Berjuta Kebahagiaan di Acara XPANDER Tons of Real Happiness Bandung!

Hai.. hai!
Hawa-hawa liburan mulai terasa ya? Apalagi sekarang anak sekolah sudah memasuki jadwal libur sekolah. Ilya sih masih piyik sekarang, jadi gak ada yang rengek-rengek minta liburan jauh. Tapi kok ibu bapaknya mulai suntuk yaa.
Akhir tahun kayak gini tuh lagi banyak-banyaknya kerjaan. Hal itu bikin suami sibuk banget, hampir setiap hari lembur. Walau kita gak punya rencana liburan jauh di akhir tahun ini, tapi kita juga butuh hiburan. Kerjaan suami ini yang membuat kita gak bisa pergi jauh dan lama-lama, jadi kita cari hiburan dalam kota aja.
Kebetulan banget nih pas lagi suntuk gini dapet kabar kalau dari tanggal 14-16 Desember 2018 kemarin ada acara Xpander Tons of Real Happiness di 23 Paskal Food Market, Bandung. Gak pakai mikir lagi, kita langsung cus dateng ke sana!
 

Di sana acaranya seru banget! Ada berbagai macam wahana yang bisa dimainkan seperti Ferris Wheel, Carousel, Swing Carousel, Mini Xpander Traffic Park, Baloon Castle, Baloon Pool, 360″ Photobooth, Tetris Game, Game Ketangkasan Berhadiah dan berbagai aktifitas lainnya bisa dinikmati oleh keluarga.

Karena Ilya masih kecil, jadi wahana yang kita cobain itu cuma naik Carousel aja. Gak sabar deh nunggu Ilya gede! Semoga tahun depan acara ini ada lagi! haha.
Walau begitu, sebenarnya wahana yang ada disini ini gak hanya ditujukan untuk anak kecil aja kok. Soalnya orang dewasa juga bisa mencoba beberapa permainan seru lainnya salah satunya Tetris Game, yang memasukkan balok-balok Tetris ke dalam bagasi Mobil Xpander yang gede banget. Muat banyak!
Setelah kita main di Tetris Game, kita bakal dapet koin yang nantinya bisa dipake untuk ikutan Game Ketangkasan Berhadiah lho! Seperti melempar kaleng dengan bola. Seru kan!

Selain memainkan permainan itu, kita juga bisa test drive mobil Xpander. Wuah… pertama kali masuk ke dalam mobil ini Momi udah jatuh cinta banget sama interiornya! Xpander ini merupakan satu-satunya Small MPV dengan fitur lengkap dan tenaga besar yang mampu membawa berton-ton kebahagiaan bagi keluarga Indonesia.
Hal yang bikin bahagia dari mobil ini tuh mobilnya yang besar dan bagian dalamnya yang lapang dan nyaman ini bikin Momi jauh cinta pada pandangan pertama! Bagaimana tidak, keluarga Momi ini termasuk keluarga besar yang memang besar-besar! Kabin yang luas merupakan syarat utama dalam membeli mobil. Kan kasian ya kalau kakinya kelipet-lipet gitu. Interior mobilnya elegan dan fungsional banget! Banyak fitur canggih didalamnya. Desain Eksterior yang tangguh dan dinamis membuatnya indah dipandang. Suara mesinnya juga halussss banget seperti berbisik “beli akuu bawa aku pulang…” lho? Ehm.. #kode. Baru nyobain test drive aja Momi udah mesem-mesem kegirangan saking sukanya sama mobil ini soalnya udah dilengkapi berbagai fitur keamanan dan yang pasti nyaman banget.
Oiya! Selain itu ada banyak artis yang mengisi acara Xpander Tons of Real Happiness ini lho! Diantaranya ada Mocca, Naura, Diskopantera, dan Keluarga Sasono yang merupakan “Agent of Happiness” dari acara ini. Selain itu juga ada Talkshow bersama Rifat Sungkar, Ridwan Hanif, Diandra Gautama, dan Motomobi.
Kita bersyukur sekali sempat menghadiri dan mengikuti kegiatan Xpander Tons of Real Happiness ini di Kota Bandung. Acaranya seru banget dan membantu me-refresh otak kita juga. Pulang-pulang kita Happy banget karena bisa bermain beberapa wahana dan menambah daftar target tahun depan! #2019gantimobil! Amiiinnn!!!

Nah, itulah keseruan weekend kita minggu lalu! Bagi yang penasaran dengan acara Xpander Tons of Real Happiness ini, jangan khawatir karena Xpander Tons of Real Happiness masih akan keliling ke kota ke-9 di Serpong, Tangerang pada tanggal 25-27 Januari 2019! Untuk warga Serpong dan sekitar boleh catet tanggalnya ya! Jangan sampai kelewatan! Info selengkapnya bisa cek di website mitsubishixpander.com. Acaranya dijamin seru banget dan gratis!! Cocok buat mengisi waktu weekend kalian.
Sampai ketemu di acara selanjutnya!

5 Tempat Makan Favorit di Bandung ala #irrajajan!

Tema kali ini kesukaan banget! Dari sekian banyak postingan mengenai tempat makanan, belum pernah merangkum tempat makan mana saja yang jadi favoritnya #irrajajan! Karena lagi semangat banget, yuk simak 5 tempat makan favorit ala #irrajajan, mostly ini semua di Bandung ya! Bisa dijadikan alternatif kalau kalian main ke Bandung! Yuk disimak!

1. Giggle Box

Source: Tempat wisata di Bandung

Yang pertama dan paling berkesan itu adalah Giggle Box! Restoran dengan konsep shabby chic ini hadir di Bandung sebagai restoran pertama yang menjual menu western tapi harga mahasiswa! Masih ingat sekali dulu ketika cafe di Bandung belum semenjamur sekarang, orang-orang pada antri di Giggle Box. Kalau mau keren makannya di Giggle Box. Kumpul-kumpul sekedar rumpi ya kemana lagi selain Giggle Box! Benar-benar sahabat mahasiswa kala itu! Sampai harus Waiting List kalau mau makan di sini.

Restoran pertamanya buka di jalan Progo, jalan yang cukup elit di Bandung, karena tempatnya ditengah kota. Waktu itu di sini sudah ada beberapa petahana yang diantaranya ada Kopi Progo dan Humming Bird, kedua resto ini cukup terkenal di Bandung. Jalan Progo merupakan daerah yang strategis untuk dijadikan meeting poin. Ya karena itu tadi, tengah kota dan banyak cafe. Dulu, sebagai mahasiswa kere, ketemuan di Kopi Progo atau Humming Bird itu keren banget! Ngafe gituloh! Hal yang mewah bagi kami, mahasiswa kere. Lalu Giggle Box hadir dan memberikan warna di Bandung. Sampai sekarang, Giggle Box telah hadir di banyak kota di Indonesia. Rupanya pasarnya bukan cuma Bandung, walau di Bandung sekarang restonya banyak bener.

Sekarang, Giggle Box memang tidak seramai dulu. Kelihatannya sih banyak tempat yang sepi, atau mungkin karena lokasinya banyak di mana-mana, maka keramaiannya juga menyebar di mana-mana. Ini teori marketing sotoy sih. Wkwk.

Baca juga: Eatboss eat like a Boss!

Oiya! Kalau ke sini jangan lupa pesan Chicken Snitzel. Ayam fillet bagian dada yang dibalur tepung, digoreng crunchy ini jadi pilihan #irrajajan, karena porsinya yang besar! Kentang gorengnya juga enak banget! Jajan di Giggle Box selalu membawa kenangan!

2. KOBE Tepanyaki

Nah, kalau ini kayaknya sudah banyak yang tahu ya? Tempat makan di daerah Cibadak Bandung ini mulai menarik perhatian netizen Bandung beberapa tahun terakhir ini. Pertama kali ke sini tuh pas bulan Oktober 2014 apa 2015 ya. Pas lagi ulang tahun, diajakin temen makan di sini. Traktiran katanya,?yasudah gapapa. Katanya lagi makan di sini murah dan porsinya banyak! Cocok buat traktir geng. Tapi ternyata? Beneran banyak banget dan cukup murah!

Steamboat Kuah Tomyum

Yang terkenal di sini adalah rangkaian steamboatnya yang bisa dimakan oleh 2-3 orang, harganya sekitar Rp 35.000 untuk 1 panci steamboat original kalau dibagi 2 cuma sekitar Rp 17.500 aja… di sini menunya banyak banget! Rata-rata menu Asian, ada Steamboat kuah Tomyum, Sushi, Chinesse food dan banyak lainnya. Jangan heran kalau tempat ini selalu penuh. Sampai-sampai kalau rombongan harus sabar menanti karena mejanya selalu penuh, padahal udah ada tambahan meja di luar. Terakhir ke sini, tempatnya lagi direnov mau jadi 2 lantai. Belum tahu udah beres apa belum. Oiya, makanan di sini termasuk tempat makan halal, walau tidak ada sertifikat MUI tapi hampir semua pekerjanya itu muslim dan tidak menjual babi. Cibadak terkenal dengan daerah kuliner non halal-nya, karena berdekatan dengan Sudirman Street. Jadi, harus hati-hati. Tapi jangan khawatir kalau mau makan di Kobe, soalnya ada stiker halal besar di kaca etalase bebek panggang! Hehe.

Yang uniknya lagi, dapurnya itu di luar. Jadi kita bisa lihat atraksi api keatas-atas wajan, atau wajan panas isi cah kangkung dibawa dari dapur menuju meja. Seru deh liatinnya. Jadi terjamin kebersihannya, karena kita melihat proses memasaknya secara langsung!

3. Margana Bakso Solo

Kali ini kita bahas Bakso Solo ter-endolita di Bandung versi #irrajajan! Margana! Kalau diperhatiin, Margana ini banyak sekali cabangnya lho! Pernah lihat di beberapa tempat. Tapi yang menurut #irrajajan ter-enak adalah Margana cabang Moh. Toha. Kalau jajan Bakso Margana di lain tempat suka beda banget rasanya. Aneh ya padahal satu grup!

Kalau ke sini bisa pesen apa saja sesuai selera. Bakso urat, bakso cincangnya enak dua duanya. Yamin atau kuah, bebas. Mie Ayam-nya juga enak lho! Harganya relatif murah. Oiya! Jus alpukatnya kentel banget lho! Enak!!

Baca juga: Lomie Enak di Bandung

4. Dapur Laut

Kalau mau makan ikan laut tapi yang masih seger dan punya sambal yang juara, di sini tempatnya!! Yup! Dapur Laut. Kedai makanan yang berada di Jl. Gelap Nyawang ini buka dari jam 19.00-23.00 atau sampai persediaan habis. Ini warung tenda favorit sedari kerja dulu. Ikan lautnya masih pada seger, favoritku itu ikan Kerapu, bisa pilih antara di goreng atau di bakar. Dua-duanya enak! Tapi biasanya minta dibakar! Sambalnya ada 2 jenis, yang gak pedes dan pedes banget! Jangan lupa minta acarnya, karena acarnya juara banget!! Bukan acar biasa, ada potongan nanas yang bikin acar makin seger! Harganya relatif murah untuk ukuran ikan laut segar. Di sini jualnya perporsi ya! Ikan Kerapu kalau gak salah sih sekitar Rp 27.500 belum sama nasi. Nasinya nambah Rp 4.000. Ya sekitar segituan. Sudah cukup lama soalnya terakhir makan di situ. Karena bukanya malam dan cukup jauh dari rumah, jadi udah gak sesering dulu ke sininya.

Minusnya kalau makan di sini, kenyamanan kalian akan terganggu sama pengamen yang selalu bolak balik terus. Setiap 10 menit sekali. Kadang suka males ya kalau lagi makan enak tau-tau diganggu terus tiap 10 menit.

5. Ayam Bakar Gobang

Kalau ini legenda Ayam Bakar! Semoga bener! Haha. Ayam Bakar Gobang ini cukup terkenal. Kalau di tanya lokasinya di mana, lokasinya di Jl. Moh. Toha. Keluar tol Moh.Toha, maju terus dampai lewatin lampu merah, arah PT Inti, nah Gobang ada ditengah-tengah situ. Kedai ini terkenal sama Ayam Bakarnya yang enak. Bisa pesan satuan atau satu ekor! Dulu sih Gobang jualan sate juga. Tapi sekarang cuma jualan Ayam Bakar dan Sop Iga Sapi.

Papi G suka banget Sop Iga dari gobang. Karena gurih-gurih kaldu sapinya itu nendang banget!! Porsinya juga buanyaaak banget! Bisa dimakan berdua. Harganya juga murah buat ukuran iga sapi sebanyak itu, sekitar Rp 35.000. Kalau kalian pikir makan Iga Sapi itu dagingnya paling dikit. Kalian salah besar!! Karena Iga Sapi Gobang ini dagingnya banyak banget dan gede-gede. Kadang tulangnya yang dikit. Daging Iganya lembuuut banget. Sekali gigit langsung rontok dari kulitnya. Duuh!! Enaaaaak!

Baca juga: Bebek Sinjay ada di Bandung!

Walah, malam-malam nulis tema ini jadi laper deh. Gimana? Cukup bikin ngilerkan ke-5 tempat makan ala #irrajajan? Coba kalian share juga dong tempat makan favorit kalian di mana, tulis di kolom komen yaaa!

Roti John Resep Peranakan Yang Fenomenal

Pernah denger Roti John? Apa baru denger? Sebenarnya, Momi juga baru denger tentang roti ini sekitar sebulan yang lalu. Waktu itu, di twitter sempat lewat thread tentang Roti John ini. Kenapa sempet hits? Karena bentuknya yang unik dan antriannya yang panjang serta tidak buka cabang. Setidaknya itulah yang disampaikan si pembuat thread waktu itu. Pas lihat fotonya, Momi cukup ngiler ya, tangtingtung murah juga untuk roti sepanjang lengan tangan (yang buat thread), harganya cuma sekitar Rp 40.000 lengkap dengan isian yang komplit dan bisa dimakan sama banyak orang. Makanya Roti John ini bisa juga disebut Roti Monster, karena ukurannya gede banget!

Lalu, apa itu Roti John?

Menurut wikipedia Roti john adalah roti lapis dengan isian telur dadar yang merupakan cemilan yang menjadi salah satu hidangan populer, utamanya di Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Seperti saudaranya Es Kepal Milo, ternyata Roti John ini masih berasal dari Negeri Jiran Malaysia. Hmm… atas nama makanan, kita hidup damai!!

Sebenarnya, Roti John ini udah ada dari dulu kok. Kalau main ke Eatboss bisa ketemu sama roti lapis panjang dan besar ini. Pas tahun 2014-an Momi pernah mesen ini rame-rame. Kalau mau makan dengan prosi besar dan murah bisa mampir ke sana.

Baca juga: Eatboss, feel like a boss.

Tapi kok baru viral sekarang ya? Yha, namanya juga Indonesia. Apa aja bisa dibikin viral sekarang ini.

Kebetulan, deket rumah Momi di komplek sebelah ada stand Roti John yang baru buka sekitar 2 bulanan ini. Pertama tahu di sini ada Roti John, Momi gak langsung beli, karena saat itu ada nasi padang menanti. Tapi karena udah sempet liat menunya, jadilah penasaran dan kemarin akhirnya Momi beli juga! Yeay!

Lokasi Roti John ini terletak di halaman depan sebuah cafe (lupa namanya) berdampingan dengan JNE Mekar Wangi. Disampingnya ada banyak jajanan lainnya, ada Thai Tea Hayang Tea juga lho di sini. Kalau kalian main ke komplek Mekar Wangi, di sini udah jadi tempat nongkrong sore-sore. Terbukti dari banyaknya jajanan enak dan murah-murah. Kalau mau cari Roti John ini search aja JNE Mekar Wangi di Google, nah disitu tempatnya.

Sebenarnya ada apa dengan warna ungu ya? Beberapa merk Roti John lain yang pernah dilihat menggunakan warna ungu sebagai warna dasar logonya, padahal mereka beda lho. Hmm…

Untuk menunya cukup terjangkau ya? Paling mahal Rp 38.000, itupun disesuaikan dengan isiannya. Menarik. Tapi saat itu Momi cuma beli yang isinya ditambah sayuran, biar tahu rasa aslinya gimana.

Ukuran rotinya cukup besar. Sepanjang talenan. Jadi inget roti Baguette yang panjang khas Perancis itu. Cuma bedanya, roti Baguette keras dan roti John ini lembut banget.

Awalnya Momi kira roti ini bakalan dibakar, jadi kayak roti bakar gitu. Ternyata rotinya hanya dilapisi telur yang dipanaskan diatas ketel. Jadi telurnya langsung meresap ke rotinya. Kemudian langsung ditaburi daging olahan yang katanya resep peranakan itu dan sayuran, ditutup dengan saus sambal, tomat dan mayonais. Sudah. Langsung dipotong jadi 8 bagian. Lumayan banyak juga ya!

Dibungkusnya lucu banget, gak mainstream. Kayak beli Baguette di toko roti gitu.

Ukurannya gede banget ya, kalau dimakan sendirian gak shanggup. Enak dimakan rame-rame sambil ditemani cokelat panas. Duuhh…

Rasa

Ini yang terpenting nih, Rasa! Gimana rasanya? Sebenernya agak bingung ya sama rasanya, diawal jelas sekali ada telur yang melapisi roti, tapi pas dimakan telurnya gak berasa. Mungkin karena 1 telur dipakai untuk satu buah roti yang besar jadinya lapisannya tipis banget. Untuk dagingnya, sepertinya pakai daging ayam, karena seratnya halusss banget (atau kebanyakan bahan lainnya? 😆). Tapi rasanya kurang menonjol, kayak kurang bumbu gitu, kalau bukan karena saosnya, rasanya mungkin akan hambar dan sayurannya itu masih mentah. Sayuran memang mentah ya, tapi mungkin pemilihan sayurnya harus tepat. Wortel yang digunakan terlalu tua, sehingga agak keras.

So far, rasanya standar ya. Cenderung kurang bumbu. Kalau dagingnya dibuat lebih manis lagi sedikit saja kayaknya rasanya bakalan lebih mantap lagi.

Buat yang penasaran boleh dicobain. Roti John lagi menjamur sekarang, gak perlu ke Mekar Wangi buat nyobain, kalau deket sih ya gak apa-apa. 😆

Kalau sudah coba Roti John dan recommended bisa kasih tahu ya di komen!